TMCBLOG.com – Terlepas dari perbedaan jumlah seri balapan antara musim 2020 dan 2021, Aprilia MotoGP di 2021 memang mengalami peningkatan pesat jika dilihat dari fakta poin yang mereka raih. Aprilia di 2020 memperoleh 51 constructor point, dengan raihan finish terbaik posisi ke 8 dan 3 kali posisi Top 10. Sementara di 2021 Aprilia meraih 121 constructor point dengan raihan finish terbaik di podium 3 saat Aleix membalap di GP Inggris dan tentunya 14 kali finish Top 10 termasuk 2 kali finish Top 5.

Aeix Espargaro sendiri sebagai pembalap leader di tim mengalami peningkatan pesat dari finish posisi 17 pada musim 2020 melompati 9 anak tangga menjadi finish posisi 8 di musim 2021. Di GP Silverstone bulan Agustus lalu, pembalap Spanyol itu akhirnya memberikan podium yang ditunggu-tunggu oleh pabrikan asal Noale itu. Podium pertama bagi Aprilia di era MotoGP dan sekaligus hasil top 3 pertama di kelas premier sejak Jeremy McWillams.

Secara umum musim 2021 dan podium pertama untuk Aprilia di era MotoGP membuat Race Manager Aprilia -Paolo Bonora sangat puas. Berbicara kepada motogp.com Bonora berkata: “Hasil yang luar biasa, diikuti oleh tempat keempat di Aragon. Sebagai tim, kami sangat senang akan hal itu. Motor kami memiliki aspek positif, tetapi kami harus terus berkembang untuk bertarung dengan [pabrikan] lain, yang jelas berat di kelas yang kompetitif seperti MotoGP.”

Khusus mengenai Aleix Espargaro, Bonora memberikan evaluasinya: “Espargaro telah menjadi referensi kami selama bertahun-tahun dan kami sangat puas dengannya saat ini. Secara mental dia dalam posisi yang bagus, dia merasa sangat baik di tim dan kami sangat senang dengannya,”  Bonora pun memberikan evaluasinya juga mengenai Maverick Vinales yang membalap di beberapa seri akhir MotoGP untuk Aprilia “Kami mencoba mendekati gaya mengemudinya dan menemukan cara untuk mencapai performa terbaik. Ia datang dari motor yang berbeda yang sangat berbeda dari kita, jadi kami ambil strategi sedikit demi sedikit.”

Bagaimana Bonora menilai musim 2021 buat Aprilia dalam skala dari 1 hingga 10 “Saya memberi kami nilai 8 karena kami harus terus berkembang. Saya tidak bisa mengatakan 10 karena itu berarti kami memenangkan perlombaan. Saat ini kami berjuang untuk berada di 10 besar setiap saat – dan di 5 besar saat kami merasa nyaman. Tapi untuk memenangkan perlombaan kami harus mengambil langkah.”

Musim MotoGP 2022, Aprilia kembali menjadi satu-satunya pabrikan yang memperoleh status konsesi yang artinya memiliki keleluasaan teknis dalam hal jumlah alokasi mesin per pembalap yang lebih banyak, mesin yang bisa diutak-atik dan tidak dibekukan pengembangannya, dan juga jumlah waktu test yang tidak terbatas sepanjang alokasi ban masih cukup. Akankah Aprilia bisa memperbaiki posisinya di klasemen konstruktor di 2022 nanti?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

18 COMMENTS

  1. Sayangnya Aleix lebih suka ngomong dan main hp. Baru podium 3 ngaku2 satu dari 3 terbaik dunia, baru posisi 8 klasemen udah mencak2 dikatain medioker.

    Padahal ya, hampir 20 taon di kejuaraan dunia podium bisa diitung jari, menang ga pernah. Emang bener kata orang Spanyol, medioker. Cuma urusan hoki emang jempolan dah. Gw penasaran ama opa Espargaro, kira2 pake ajian apaan ampe anak2nya bisa hoki mulu di motogp padahal bakat so so malah cenderung alakadarnya.

        • Wkwkwk konter. Emang masih ada? Di tempat gw istilah konter udah asing karena pada beralih jadi warung ato agen ekspedisi.

      • @richard ya media sosial dia lah. Dari semua pembalap motogp dia yg paling rajin posting dan nyerang siapapun yg kontra ama dia. Jangankan cuma netizen Spanyol, Petrucci bahkan Lorenzo aja kalah kalo debat ama dia di ig ato tw wkwkwk

    • iya iya iya
      komennya dah paling bener ni

      padahal AE ada handil besar dengan berkembangnya Pabrikan berduit pas pasan kaya aprilia, finish di 10 besar dan pernah podium aja itu effortnya luar biasa bagi mereka,
      ente bisa bilang doi medioker lah hoki la atau apalah kalo ini balap OMR, lah ini lawan”nya luar biasa SDM serta duitnya buat riset segala macem.

      hmmm jadi bingun siapa sebenernya yang suka ngomong dan main hp disini

      • Hmmm jadi bingung mau bales pembahasan yg mana, yg lu bahas rancu semua sih.

        Btw baca komen gw yg bener yak, udah jelas di komen gw menerangkan bahwa ‘kata orang Spanyol’. Kok lu ga paham dan malah nuduh gw yg bilang?

        Oke, bahas OMR. Jaman di gp250 yg bisa dibilang omr Aprilia, dia naik Aprilia juga, posisi berapa bos finishnya? Bahkan hampir pensiun dini karena ga dapet kontrak permanen, makanya bisa naik ke Pramac ya karena doi available sbg rider cadangan.

        Komen lu secara tersirat mau menegaskan kalo perkembangan rsgp di tangan Espargaro? Terus ngapa Aprilia ngotot banget turunin Iannone lagi ampe h2c nunggu hasil sidangnya? Kalo AE andilnya besar, Aprilia ga akan buang2 waktu, energi dan mungkin duit utk mengusahakan Iannone turun balap bareng mereka lagi tapi fokus develop motor bareng AE, ga perlu ngerayu Rossi, nurutin Dovi nyoba motornya, ato kontrak Vinales yg secara attitude you know lah.

        • kalo bukan karena AE siapa lagi kang ?
          yang bawa RSGP Ace ride mereka AE, mereka input data pengembangan juga berdasarkan masukan AE mayoritasnya,benar ?
          jadi sekarang kalo bukan karena masukan data dari AE yang punya handil besar dalam hasil yang direngkuh aprilia sekarang, jadi input rider yang mana yang bisa buat aprilia seperti sekarang ?

          kalo permasalahan ianone ,ya jelas mereka h2c dengan hasil sidang dan mengupayakan segala cara agar ianone bisa join dengan mereka, walau hasilnya nihil.
          saat itu ianone salah satu rider yang masih punya potensi kuat buat ngacak” barisan depan, terlebih lagi raport doi di mesin Ducati juga gak jelek jelek amat, dan jelas ini bagai sebuah durian runtuh bagi mereka karena Doi mau gabung ke tim mereka.

          Suka gak suka, AE emang berperan besar disini di tambah dengan Rivola yang memanage tim ini dengan baik, bukan tidak mungkin bagi aprilia bisa juara seri kaya KTM suatu saat nanti.

        • Suka ga suka, Aprilia baru mau rubah arsitektur mesin rsgp setelah komentar miring Iannone. Bahkan Iannone nuduh AE bikin pengembangan rsgp stagnan karena dia cuma fokus bikin best time ketimbang kasih masukan ttg mesin. Terbukti sejak ditinggal Batistuta itu rsgp kaya cuma ganti cat doang padahal mesin selalu baru tiap taun tapi prestasi gitu2 aja, baru Iannone minta ini itu, akhirnya diturutin utk motor 2020, muncullah motor yg total baru. AE tinggal terima jadi aja, terlebih Iannone di ban jadi makin mengesankan seolah rsgp selama ini hasil feedback AE.

        • @parjok
          lom pernah baca yang AE kesinggung sama omongan AI ya? itu jelas RSGP yang sekarang itu hasil kolab AI sama Rivola, AE cuman fokus adaptasi ma motornya doank (dah disebut diatas) dan minim kasih masukan buat develop motor.

          tentunya AI memang punya skill yang bagus, mengingat dia pernah ngacak2 barisan depan pake motor yang dia bilang ga kompetitif (kapan tuh? 2019 ya?)

        • btw dari pendapat sotoy saya, AE masih diambil sama Aprilia ya karna gaada yang mau naik Aprilia. Bahkan dari kelas bawah gak mau ke motogp kalau dapatnya Aprilia, ngerusak prestasi aja.

  2. OOT nih wak…
    Belum dapat kabar dari spanyol ya..
    Baca2 berita santer semriwing kalo HRC dan manager fabio sedang membicarakan kemungkinan kerjasama…
    Apakah valid wak berita2 tsb?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.