TMCBLOG.com – Honda HRC tahun 2022 ini mencoba Merombak besar besaran Lineup pembalap mereka di kejuaraan Dunia FIM WoldSBK atau Superbike atau WSBK. Iker Lecuona dan Xavi Vierge didaulat sebagai Duet yang akan memegang setang CBR1000RR-R fireblade SP selama dua Thaun ke depan. Untuk Musim 2022 ini Honda menampik untuk menghadirkan Homologasi baru dari Fireblade, Mereka hanya bermain di Kekakuan sasis dan headstock yang mungkin akan juga dihadirkan pada 500 Unit kedua Fireblade SP yang dijual di pasaran sebagai hasil Umpan balik Zaman Bautista-Haslam Untuk mensupport Lecuona – Vierge.

Iker Lecuona Sendiri didatangkan dari paddock MotoGP dimana selama dua tahun terakhir ia membalap untuk Tech3 KTM. Statistiknya tidak terlalu mengesankan: dalam 85 Seri grand prix ( oto2 dan MotoGP) , pembalap Spanyol itu hanya naik podium dua kali: kedua dan ketiga di Kejuaraan Dunia Moto2. Tahun lalu, pembalap berusia 22 tahun itu membuktikan bahwa ia memiliki bakat dengan motor-motor besar: ia berhasil masuk 10 besar tiga kali dengan KTM RC16 dan sempat menorehkan finish posisi keenam di lintasan basah di Red Bull Ring dan ketujuh di lintasan kering.

Honda memberi Lecuona peluang besar di World Superbike setelah gagal mendapatkan tempat di MotoGP. Tapi banyak Hal hal baru Buat Ikerdi Kejuaraan ini : CBR Fireblade, ban Pirelli dan beberapa trek yang tdak pernah dikunjungi MotoGP seperti Misalnya sirkuit San Juan Villicium, Navvara dan Most.

“Saya suka motor besar, tapi Honda adalah sesuatu yang sama sekali berbeda,” kata Iker. “Motornya bekerja sangat berbeda, ia memiliki mesin produksi massal dan bukan prototipe. Hal yang sama berlaku untuk ban dimana ia memiliki grip selama lima lap, kemudian roda mulai spin dan Anda menyamping dengan motor. Saya juga perlu menyesuaikan racing Line saya karena sasis terasa lebih lembut. Ini memberi lebih banyak gerakan di mesin saat di straight. Anda bisa mengendarai mesin MotoGP sedikit lebih lembut dengan ban bekas. [Sementara] Ini benar-benar berbeda.”

“Di MotoGP Anda berkendara dengan rem karbon. Bahkan di lintasan basah, Rem ini luar biasa. Superbike memiliki rem standar. Ini juga sangat bagus, namun tidak sama. Bagi saya, Superbike adalah sebuah tantangan. Sepeda motornya lebih berat, efek pengeremannya lebih sedikit, begitu juga kecepatannya. Saya harus beradaptasi, saya harus memulai dari awal. Saya akan meningkatkan kecepatan saya secara perlahan, kemudian kemajuan akan datang.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

19 COMMENTS

    • Nyatanya emg sasis wsbk lebih lembut krn rangka produk massal. Mangkanye kebanyakan pembalap wsbk yg udah pro ato mantan pembalap gp minta diperkuat karbon biar agak kaku dikit.

        • Justru sifat serat karbon itu solid banget
          Jika aluminium dikasih beban yg melebihi kemampuannya dia akan melintir/bengkok dulu baru patah, sedangkan serat karbon langsung patah ga pake proses melintir/bengkok

        • Ya sama. Cuma kayanya H emg bolot, ga mau ganti sasis tapi malah ganti pembalap. Mungkin dipikir ganti ke mantan pembalap motogp ama moto2 bisa jadi cara instan naikin performa tim wsbk mereka. Padahal mah Batistuta jg udah berkali-kali ngeluh itu sasis udah ga kompatibel ama balapan wsbk jaman skrg. Pabrikan sultan kok riset sasis baru aja ditunda2.

  1. pake sasis pipa steel yg biasanya glodak glodak, akhirnya nyoba sasis aluminium yg lebih lentur wajar sih butuh penyesuaian

    mungkin vierge yg lebih smooth adaptasinya karena sasis aluminium sama,pengereman juga mirip,tapi perpindahan dr ban Dunlop yg diameter digedein mulu ke grip Pirelli mungkin akan lebih nyaman buat dia

  2. efek doi ga pernah latihan bawa superbike kah selama di MotoGP ?? maklum aja KTM kan ga punya line up superbike yg layak, kebanyakan mereka latihan motorcross atau kalo emg mau turun ke trek aspal terpaksa minjem superbike merk lain seperti Acosta yg make R1, atau Masia yg make CBR600

    • Mungkin karena KTM yang fairing gak punya generasi terbaru, dan oversize banget kubikasi mesinnya daripada pabrikan lainnya.

        • Iyup, benar sekali…… sayang sekali Aprilia gak bisa ikutan karena terhalang kubikasi mesin yang oversize. Padahal suara mesin Aprilia RSV4 65° itu merdu juga, beda dengan V4 90° yang dipunya Ducati Panigale V4R

    • KTM ga mau bikin superbike karena (alesannya) superbike kalo diproduksi masal terlalu bahaya utk pengemudi jalan raya, sementara jaman skrg kalo mau bikin superbike yg kompetitif di wsbk harus kencenh dari orok krn aturan wsbk jaman dorna lebih strict ga boleh banyak modif. Ya biarpun sebenernya klise sih, semua orang lebih yakin kalo KTM ga berani karena butuh biaya riset tinggi, belon tentu balik modal, dan resiko kalo jadi ayam sayur brand image mereka ga sesuai lagi ama jargon pabrikannya. Kalo Aprilia murni fokus di motogp, ga pengen mainan wsbk lagi. Terbukti update rsv4 cuma naikin kapasitas dikit dan main elektronik sekedar lolosin euro 5 tanpa nurunin tenaga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.