TMCBLOG.com – Selain perbedaan penggunaan brand ban di mana Fazzio memakai brand Dunlop sementara Freego pakai IRC, sistem mesin Yamaha Fazzio Hybrid Connected pada dasarnya dikembangkan dengan basis dari sistem mesin Yamaha Freego. Namun secara umum cukup banyak perbedaan di antara keduanya. Di artikel ini TMCBlog akan mencoba khusus melihat apa saja perbedaan di antara kedua varian produk Yamaha ini .

Sebenarnya setang piston, pin piston Fazzio dan Freego itu sama (kode partnya sama). Namun fisik dari pistonnya sendiri berbeda walaupun memiliki angka bore piston yang sama. Sobat bisa melihat piston Fazzio berkode khusus yang depannya BEJ dan diperkirakan jika dilihat secara fisik, crown dari piston fazzio disinyalir lebih ‘jenong’ atau lebih menonjol.

Sinyalemen ‘kejenongan’ crown piston dari Fazzio ini tujuannya untuk memperbesar rasio kompresi Fazzio yang 11:1 dibandingkan rasio kompresi FreeGo yang hanya 9:1. Jadi kalo mau menaikkan kompresi Freego sobat sekarang bisa bereksperimen dengan cara menggunakan piston EOM dari Fazzio. Namun yang jelas silahkan tanggung sendiri semua efeknya yes hehe. . .

Perbedaan nyata antara Fazzio dan Freego adalah Fazzio sudah mengadopsi mild hybrid yakni sistem mesin hybrid di mana hadir assist/boost sebagai tambahan pada tarikan putaran awal sementara di Freego tidak ada. Nah tambahan assist ini dikarenakan adanya penyaluran listrik khusus dari baterai ke generator AC-nya. Oleh karena itu generator AC antara Fazzio dan Freego pun berbeda. Bedanya di mana? Part utama generator AC terdiri dari rotor dan stator.

Rotor dari generator Fazzio dan Freego boleh dibilang sama persis. Ini bisa dilihat dari kesamaan kode parts keduanya. Namun statornya berbeda di mana stator Fazzio lagi lagi mendapatkan kode khusus yang diawali dengan kode BEJ. Secara bentuk stator Fazzio memiliki kabel panjang yang TMCBlog sinyalir berhubungan langsung ke aki yang digunakan untuk saluran arus listrik spesial assist dari sistem hibridanya.

Karena generatornya berbeda, maka bagian elektronik untuk mengendalikan unit generator pun berbeda. Dalam hal ini namanya SGCU (Starter Generator Control Unit). SGCU Fazzio lagi-lagi mendapatkan kode parts berbeda dengan SGCU Freego dan khusus dengan kode depan BEJ. Yap berbeda karena SGCU di Fazzio seperti memiliki tugas tambahan untuk mengaktifkan assist dari system hybrid dari skutik di sini. Oh ya sobat juga bisa lihat coilnya pun punya kode parts berbeda.

Yang jadi pertanyaan adalah, apakah jika Freego pakai stator dan SGCU Fazzio bisa berubah jadi Freego hybrid?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

36 COMMENTS

    • Semua bisa di upgrade ke hybrid.
      Tinggal material cylinder head freego sama dengan fazzio?

      Karena dia yang paling mengalami perubahan kompresi yang secara stress level berakibat ke part tsb.

      Kalau cylinder and its head kode nya sama arti nya no problem.
      Karena safety factor nya masih in tolerance terhadap kekuatan materialnya.

        • Kalau begitu upgradable.
          Jenis material sama, SF in tolerance (tidak ada fail/stall) hanya dampak nya life time part lebih pendek sedikit….

          Utk efek ke transfer daya, beban torsi tidak terlalu signifikan.

    • Ane fokus ke ring piston… Ring piston fazio gunain kode baru B7J sedangkan freego masih yg lama 2PH.. Mungkin B7J lebih bagus karena untuk menahan kompresi tinggi

  1. Ecu juga kayanya beda wak.. untuk mengaktifkan power assist,,harus diperintah ecu.
    Saya malah concern sama ring piston sama cylindernya.. semoga ada perbaikan disini.

  2. Perkara piston jadi inget dulu ada temen yg ganti piston beat karbu pake pistonnya vario 110 (komprsi 11:1) sekalian pas overhaul, gegara baca postingan di suatu situs klo dia pnp. Selama dia make katanya gak ada masalah sih

    Btw, untuk kabel panjang itu mungkin mengikuti revisi spt yg udah ada di aerox wak, yg sebelumnya karena posisi soketnya rawan kena air jadi acap ‘ngefong’

  3. Secara bentuk stator Fazzio memiliki kabel panjang.

    Untuk menghindari kasus soket terbakar kaya aerox, lexi dan nmax kah ??

  4. Kruk as sama bobotnya tp rasio kompresi 11 vs 9 yg scr otomatis denyutan putaran mesin fazzio saat idle sangat besar..
    Jd potensi nyendal2 sangat besar klo cvt udh ada keausan..
    Ini smartnya gini kali yah hybrid ini membantu menghaluskan skaligus memadatkan tenaga awal
    Klo dh putaran tinggi kompresi tinggi dgn kruk as ringan dh ga berasa efek denyutan td..
    Klo bs menyaingi iritnya mesin beat trbaru waaah keren banget ini

  5. tinggal disamakan saja komponen nya, wire harness assy, battery, sgcu, stator, piston kit,

    btw, di video penjelasan fazzio hybrid, hanya disebutkan idling stop 5 detik disesuaikan dengan kondisi lalu lintas IDN,

    sayang sekali padahal lebih asik jika 2 mode seperti prev mode, 0 detik dan 5 detik mesin mati

  6. Power assist model gini bs diaplikasikan di motor bebek lhow… mudah.. murah n gak ribet
    Hak percaya???
    Tinggal pencet aja starter motor bebek kita jika mau akselerasi… pasti ada boost juga…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.