TMCBLOG.com – Pasar motor bebek di Indonesia memang makin mengkeret alias makin kecil. Oleh sebab itu bisa dibilang pegembangan dan update varian produk di segmen ini tidak semasif dan seheboh pada segmen skutik dan sport. Salah satunya adalah motor bebek/underbone entry level dari Honda, Revo yang sampai artikel ini dirilis pun belum memperoleh update bentuk body maupun mesin yang signifikan. Walau sebenarnya mulai 2021 yang lalu sibling dari Revo X di Thailand yakni Honda Wave 110i sudah kena update dengan mesin baru dan bodi baru yang pada tahun 2022 ini pun grafisnya kembali berubah menjadi makin fresh.

Yes, terlepas dari desain lampu sen dan DRL-nya yang kembali pindah semua ke bagian samping dari batok headlamp, namun headlamp yang sekarang memakait tipe LED. Ini sangat berbeda dengan jenis headlamp dari Revo X yang menggunakan bohlam serta posisi lampu sein-nya yang berada di tebeng kanan dan kiri. Honda Wave 110i terbaru ini juga masih mempertahankan bagasi under seat yang lebih besar daripada current Revo X dipadu dengan tangki bbmnya sebanyak 5 liter bensin.

Mesin Wave 110i 2022 ini masih menggunakan mesin 2021 yang jelas berbeda dengan mesin current Revo X ini bisa dilihat dari bentuk kepala silindernya yang sangat berbeda dengan kepala silinder dari Honda Revo X. Dan ketika dilihat lebih jauh mengenai speknya, kita bisa lihat bahwa mesin yang diberi embel-embel smart engine ini memiliki dimensi bore x stroke : 47,0 mm x 63,1 mm sehingga membentuk kubikasi bersih 109,5 cc dengan rasio kompresi 10:1.

Jadi memang mesin ini lebih berkarakter ‘over stroke‘ dan ini biasanya memiliki karakter mesin yang lebih pas untuk dipakai berkendara komuter (commuter) yang stop and go. Mesin Revo X saat ini memiliki speksifikasi bore x stroke : 50 x 55,6 mm (109,17 cc) dengan rasio kompresi sebesar 9,3:1. Jadi, kapan ya kira-kira AHM akan mengganti Revo X dengan varian terbaru yang menggunakan lampu utama LED dan juga mesin baru ini?

Tuafik of BuitenZorg | @tmcblog

16 COMMENTS

  1. Orang2 mengeluh matic nya engga kuat nanjak, tapi suruh naik ginian udah pada engga mau.
    Padahal naik bebek buat komuter itu enak, hemat & lebih bertenaga.

    • Setuju. Selain itu, umur komponen penggerak mobek (rantai, sproket, gir) juga relatif lebih lama dibanding beltnya matic

    • Rakyat +62 emang suka nyusahin diri, padahal motor bebek non kopling emang udah paling pas buat Indonesia. Padahal menang dari segi apapun kecuali buat bawa galon 2 biji (hari gini bawa sendiri) dan desain (ini emang sih).

    • kalo bentuknya dibikin kayak matik ber dek kayak Vespa jadul perseneling nya di stang mungkin akan lebih laku

      tapi ga tau deh kena gugat Piaggio apa gak,wkwkwk

    • sangat jarang ya yang bisa naik motor dengan transmisi yang harus manual dipindahkan. hasilnya gigi 4 di paksa gas dari diam. artinya pake bebek juga ga cocok naik gunung kalo ga bisa berkendaranya

  2. Tolong wak haji sampaikan kepabrik honda.Ketengkas jangan diilangin.DiThailand aja masih ada tutup rantainya.

Leave a Reply to Xonglie Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.