TMCBLOG.com – Setelah jeda 25 tahun, kejuaraan dunia MotoGP kembali hadir di Indonesia namun berbeda dengan tahun 1996 dan 1997 yang dihelat di Sentul, kali ini ajang tersebut akan digelar di Sirkuit Pertamina Mandalika, Lombok. Menurut teknisi Brembo yang bekerja sama dengan 24 pengendara kelas premium, Sirkuit Mandalika adalah sirkuit yang cukup menuntut pengereman. Pada skala 1 sampai 5, sirkuit ini berada di level 3 pada indeks kesulitan pengereman motor MotoGP.

Dari informasi yang TMCBlog terima, kejuaraan dunia Superbike yang sudah diadakan di trek ini dengan menggunakan rem cakram depan berbahan baja pada bulan November 2021 lalu, memberikan peringkat Level 4 pada indeks kesulitan, lebih tinggi dari MotoGP yang menggunakan rem depan berbahan karbon.

Menurut Brembo, lintasannya sangat berangin dengan bagian kedua sirkuit yang sangat cepat. Bagian lurus terpanjang hanya sepanjang 507 meter yang berarti bahwa pembalap diperkirakan tidak dapat melaju sampai di atas 320 km/jam.

Pembalap hanya melakukan pengereman pada 9 dari total 17 tikungan di Sirkuit Pertamina Mandalika. Pembalap MotoGP menggunakan rem selama total 28 detik per lap, nilai terendah kedua di paruh pertama kejuaraan setelah sirkuit Sachsenring. Angka ini setengah detik lebih lama dibandingkan WSBK di Mandalika. Persentase waktu pengereman terhadap waktu keseluruhan balap per lap di Mandalika baik untuk motor MotoGP dan WSBK sama-sama 31%.

Dari tikungan 3 hingga tikungan 9, para pembalap MotoGP hanya mengerem sekali yakni di tikungan 7. Pengereman di T7 hanya berlangsung 1,8 detik. Ini menunjukkan betapa sedikitnya titik pengereman di Sektor 2. Beban tuas rem tidak melebihi 5 kg di bagian trek mana pun. Beban total yang diberikan oleh setiap pengendara terhadap tuas rem dari awal hingga akhir balapan diperkirakan akan di bawah 830 kg (0,9 ton).

Dari 9 titik pengereman di Sirkuit Pertamina Mandalika tersebut, 2 tikungan tergolong sangat berat pada rem (tikungan 1 dan Tikungan 10), 2 lagi tergolong kesulitan sedang (tikungan 2 dan tikungan 13), dan 5 tikungan (T7, T11, T15, T16 dan T17) tergolong  di tingkat ringan.

Pengereman di tikungan pertama adalah yang paling sulit di Mandalika. MotoGP datang dengan top speed 304 km/jam dan melambat hingga ke kecepatan 103 km/jam  dengan menerapkan tekanan sebesar 5 kg ke tuas rem. Saat menikung di titik ini pengendara mengerem selama 4,4 detik dan menempuh jarak 223 meter dengan perlambatan hingga sebesar 1,5 G.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog – Sumber : Brembo

24 COMMENTS

  1. Lintasan yg berangin..

    Berarti, body motor bakal kena beban cukup besar dr arah samping sepanjang race?
    Wak, apa strategy teknis utk mengatasi sirkuit berangin seperti ini?
    Terima kasih..

    • Karakter khas sirkuit yang layoutnya dekat laut. Mirip kayak philip island. Di 2019 bahkan sesi FP4 sempet dihentikan dikarenakan terjangan angin lumayan kencang.

    • kalo dulu sih fairingnya dibolong bolongi biar hambatan anginnya gak terlalu besar,kayak M1 tahun berapa itu lupa,sama RS250 Pedrosa jg pernah lihat banyak banget bolongannya sampe kayak sarang lebah

      kalo sekarang malah ganggu downforce mungkin

    • D sebut street circuit kurang tepat karena aksesnya tertutup area service road benar2 gak layak d buat jalan raya. d sebut closed circuit juga kurang tepat karena sarana dan prasaranany blum memenuhi.
      Mka sebut saja suka-suka circuit

  2. Dari penjelasan artikel diatas, pebalap tidak ngerem sama sekali di 8 tikungan. Berarti cukup tutup gas dan gliding.

  3. motor mesti di rendahin lagi ya..apalagi tepi pantai berangin, motor dgn akelerasi ditikungan + aerodinamis yg baik berpotensi menang balapan? bukan sekedar topspeed. Note : Max 320km/h

Leave a Reply to Gopnik Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.