TMCBLOG.com – 45 menit sesi Free Practice 2 Pertamina Grand Prix of Indonesia dimulai sejak pukul 15:05 WITA dengan kondisi cuaca yang panas dan tentunya tingkat kelembaban tinggi. Banyak rider yang langsung masuk ke trek sejak sesi sore hari ini dimulai. Pada sesi FP2 sore ini cuaca sangat mendukung, dan hasilnya catatan waktu semakin drop ( semakin cepat) setelah pada sesi sebelumnya berkutat di kisaran 1:33 detik kini rider sanggup mencatatkan laptime 1:31,608 oleh Fabio Quartararo yang juga sebagai pembalap tercepat dan juga tercatat sebagai lap record di sirkuit Pertamina Mandalika. Di posisi kedua diikuti rekan setim Fabio yakni Franco Morbidelli.

Mayoritas rider bergegas masuk trek sore ini, Miguel Oliveira memakai kombinasi ban Hard-Medium di awal FP2. Fabio Quartararo mengalami masalah teknis pada menit ke 6 FP2, motornya mati dan gagal untuk dinyalakan kembali, kemudian marshal mendorong ke luar trek dan Fabio segera kembali ke pit box. Lalu Fabio kembali bergabung dengan yang lain di trek pada menit ke 15 sesi Free Practice 2 Indonesian GP hari ini.

Kondisi trek kini terpantau jauh lebih baik ketimbang pagi hari tadi apalagi dibandingkan saat Mandalika Test, karet ban sudah meninggalkan jejaknya di racing line ideal meskipun pada bagian off line masih terdapat debris aspal. Jadi kondisi yang tricky dimana rider sebisa mungkin harus stay di racing line agar tidak crash.

10 menit pertama terlihat Marc Marquez yang pada sesi FP2 terlihat sedang mengeksplorasi motornya lebih jauh lagi, terlihat ngepush sehingga beberapa kali terjadi ‘moment’ pada sector 2 dan sektor terakhir di tikungan 16, namun seperti sebelumnya dimana Marc berhasil menyelamatkan motor dari crash. Mayoritas pembalap tampil tidak terlalu push untuk time attack pada menit ini dan cenderung sering keluar masuk pit box.

20 menit awal dipimpin oleh dengan catatan laptime 1:32,707 kemudian diikuti oleh Marc Marquez dan Johann Zarco melengkapi top 3. Pecco Bagnaia baru masuk ke trek pada menit ke 23 saat posisinya pada timsheet berada di peringkat 11 PF2, ia tampil sedikit lambat dengan Bagnaia melakukan beberapa lap dengan laptime 1 menit 33 detik-an, tentu dirinya belum bisa menggeser time Oliveira di posisi teratas.

30 menit sesi Free Practice 2 berjalan, beberapa rider unggulan dari pabrikannya masing-masing seperti Marc Marquez, Pecco Bagnaia, Alex Rins, Fabio Quartararo termasuk Enea Bastianini mulai tampil cepat dan berkali-kali saling bergantian mengisi posisi 5 teratas. Di waktu ini, tak sedikit rider yang masuk ke trek karena seperti yang kita bahwa pada hari Ahad nanti balapan akan berlangsung pada pukul 14:00 WITA, mirip dengan waktu FP2 yang berlangsung tadi.

Menit ke 40 FP2 Quartararo kini berada di posisi teratas timesheet dengan torehan laptime 1:32.570 detik mengungguli Oliveira, dan ada nama Bezzechi secara mengejutkan tampil bagus di FP2 kali ini di samping nama-nama seperti Bagnaia, Marc dan Bastianini dan juga Nakagami. Joan Mir pada sesi FP2 Mandalika ini lebih banyak menghabiskan waktunya di pit box, ia baru kembali ke trek pada menit ke 44 saat dirinya berada di posisi 24 dan catatan waktunya selisih 0.925 detik dari Quartararo pada menit ini. Baru pada 3 menit akhir, Mir kembali ke top 5 sebelum kembali turun setelah banyak yang melakukan time attack pada waktu ini.

Di menit-menit akhir beberapa rider alami crash seperti Bastianini dan Marc di saat mereka melakukan hot lap. Bersyukur keduanya selamat dari cedera dan berjalan ke luar lintasan setelah crash. Dengan jatuhnya Marc di menit akhir sesi FP2, maka di sesi sore hari ini tidak ada pembalap Repsol Honda yang masuk top 10.

Sementara Monster Energy Yamaha team yang pada sesi FP1 pagi hari tadi terseok-seok justru muncul ke posisi teratas setelah menggunakan kombinasi ban Medium/Medium pre-heated, bisa jadi pilihan kombinasi kompon ini yang akan Yamaha factory gunakan saat race day yah. Sedangkan para rider Ducati yang menggunakan paket mesin GP22 kini mulai bisa menunjukkan kecepatannya, terlebih lagi Johann Zarco yang kembali tampil lebih baik dibandingkan para rider factory team.

Yang membuat banyak rider tidak bisa memperbaiki catatan waktu mereka seperti halnya Marc Marquez yang terdampar di posisi 22 pada timesheet kombinasi FP1 dan FP2 yakni karena crash yang  Marc alami tadi akibat kehilangan grip front-end di Tikungan 11 lalu juga adanya crash dari Bastianini, dan ini memicu dikibarkannya bendera kuning yang ternyata berpengaruh pada hasil akhir sebagian besar rider di timesheet kombinasi yang lantas beberapa catatan waktu rider tidak bisa dipertajam. Seperti pada rider Suzuki Joan Mir yang hanya berada di urutan ke-20 di depan Francesco Bagnaia dari Ducati, sementara penguasa FP1 sebelumnya yakni Pol Espargaro juga hanya berada di urutan ke-19.

Secara Umum Top 10 Akumulasi FP1-FP2 ditentukan oleh sesi FP2 sehingga 10 pembalap yang sudah mencatatakan dirinya di Braket Q2 adalah : Quartararo, Morbidelli, Zarco, Martin, Bastianini, Miller, Aleix, Brand Binder, Oliveira dan Rins | –Nugi

Hasil Free Practice 2 MotoGP Mandalika

1. Fabio Quartararo / Monster Energy Yamaha MotoGP / 1’31.608
2. Franco Morbidelli / Monster Energy Yamaha MotoGP / 1’31.638 /0.030
3. Johann Zarco / Pramac Racing Ducati / 1’31.893 /0.285
4. Jorge Martin / Pramac Racing Ducati / 1’31.904 /0.296
5. Enea Bastianini / Gresini Racing MotoGP / 1’31.921 /0.313
6. Jack Miller / Ducati Lenovo Team / 1’31.965 /0.357
7. Aleix Espargaro / Aprilia Racing / 1’32.008 /0.400
8. Brad Binder / Red Bull KTM Factory Racing / 1’32.017 /0.409
9. Miguel Oliveira / Red Bull KTM Factory Racing / 1’32.049 /0.441
10. Alex Rins / Team SUZUKI ECSTAR / 1’32.106 /0.498
11. Andrea Dovizioso / U Yamaha RNF MotoGP™ Team / 1’32.303 /0.695
12. Takaaki Nakagami / LCR Honda Idemitsu / 1’32.314 /0.706
13. Maverick Vinales / Aprilia Racing / 1’32.344 /0.736
14. Fabio Di Giannantonio / Gresini Racing MotoGP / 1’32.418 /0.810
15. Marco Bezzecchi / Mooney VR46 Racing Team / 1’32.471 /0.863
16. Alex Marquez / LCR Honda Castrol / 1’32.554 /0.946
17. Raúl Fernandez/ Tech3 KTM Factory Racing / 1’32.557 /0.949
18. Remy Gardner / Tech3 KTM Factory Racing / 1’32.626 /1.018
19. Pol Espargaro / Repsol Honda Team / 1’32.628 /1.020
20.  Joan Mir / Team SUZUKI ECSTAR / 1’32.641 /1.033
21. Francesco Bagnaia / Ducati Lenovo Team / 1’32.845 /1.237
22. Marc Marquez / Repsol Honda Team / 1’32.847 /1.239
23. Darryn Binder / WithU Yamaha RNF MotoGP™ Team / 1’33.014 /1.406
24. Luca Marini / Mooney VR46 Racing Team / 1’33.223 /1.615

 

70 COMMENTS

  1. Insinyur suzuka nekat tambahin horse power demi top speed. Dan efeknya sepertinya mereka sedikit kehilangan di tikungan.
    Insinyur yamama be like : Kandhani kok … 😂

  2. Marc big crash nya duhhh,, untungnya masih bisa berdiri,
    Yamaha mengejutkan juga, Dovi pun hampir masuk top 10 sebelum ditikung Rins,
    Pol surprisingly malah struggle,

  3. ah kacau, duo repsol berantakan di FP2
    mana besok kemungkinan ujan pula, kena Q1 ? strategi ban bakal krusial.
    Marc goyang dombret melulu seperti kurang grip rear end, Pol (bersama Peco) barangkali kena jebakan traffic atau kena imbas yellow flag.
    Morbi tetap konsisten, dan fabio berhasil membalikan keadaan. berarti saat FP1 fabio cuma salah pilih ban depan keras saat time attack.
    saat race kemungkinan besar untuk ban depan pada banyak yg milih medium
    nah yg krusial yg belakang, apakah medium ato yg lunak
    trek rada licin tapi aspal yg masih baru kemungkinan rada abrasif (cmiiw), suhu dan kelembaban trek lumayan tinggi saat kering, ga heran zarco berharap race day ujan

  4. Kebon-kebon sekitaran sirkuit harus sering-sering dipantau nih. Sapa tau di semak-semak ada yang diem-diem kopdar mbahas pre-contract agreement. Sebut saja Puig dan Acosta 😂😂

  5. off Line licin dan kotor apakah akan menjadi karakter Mandalika seterusnya? padahal sudah di bersihkan tapi tetap berdebu.. di free pactice pun kelihatan jelas pembalap sedikit kesulitan cari line buat overtake

    • bisa jadi seperti itu, sama dgn Losail yg sering berdebu krn dekat gurun,
      simon crafar terus2an bawa2 kalimat “dirty track” tiap kali ada rider yg slide atau crash,

    • ”Apa yang terjadi adalah ada weathered aggregate particles (istilah teknis untuk menyebut masalah pada agregat yang rusak) di permukaan trek dengan spesifikasi sebelumnya,” ungkapnya.

      “Itu seharusnya tidak ada di sana. Kemudian, weathered aggregate particles itu tidak cukup kuat dan remuk. Persentasenya cukup tinggi di bagian trek yang diaspal ulang,” lanjut Waddel.

      David Woodward (kiri) dan Campbell Waddell (kanan)
      David Woodward (kiri) dan Campbell Waddell (kanan)

      “Yang dikatakan oleh para pembalap ada lumpur dan kerikil (di lintasan) itu merupakan bagian dari agregat yang remuk dan terlepas,” jelasnya.

      Maka, sejumlah pihak menyarankan pengaspalan ulang di sejumlah titik sirkuit itu demi faktor keamanan para pembalap.

      ”Sebelumnya, kami tidak bisa hadir di sini karena Covid. Jadi, kami memantau dari jauh. Kini, kami sudah tiga pekan di sini,” sebut Waddell yang merupakan Managing Director R3.

      Setelah mengetahui masalah pada aspal di sebagian trek itu, mereka kemudian mengevaluasi material, merancang campuran aspal, menguji di lapangan, serta merencanakan pengaspalan ulang di area sepanjang 1,602 kilometer.

      • Berarti emang harusnya kedepannya di aspal ulang yang sisanya. Karena emang racikan yg salah, karena sebelumnya dorna ga mantau langsung di lapangan.

  6. Jika ini 5 tahun lalu, bakal auto dicap treknya Yamaha karena begitu flowing.
    At least masih terbukti di sektor 2 dan 4 yang jadi makanan empuk M1 hari ini.

  7. menumbuhkan rasa percaya diri, itu yang penting dengan hasil ini, kita tau Fabio mudah senyum tapi mudah frustasi, aga beda dengan Frankie.
    kita lihat hasil balapan nanti, andai M1 bisa podium bahkan juara, berarti “disaster”-nya Ymh bisa sedikit digemingkan.

    • Ban khusus spesial Mandalika sangat berbeze dgn ban khusus spesial Qatar,dan trek trek lainnya
      Upaya Dorna dan ngeselin agar pemenangnya berbeze beze dan dapat mengklaim sebagai penyelenggara balapan paling kompetitif se muka bumi

  8. Saya rasa ngga.. joan mir pas juara juga jarang juara seri.. beda dengan taro.. taro lebih kuat.. cuma konsistensinya yg beda

  9. Gw baca atu2 komen dari atas ampe bawah, ga ada komen si bombom. Kebiasaan deh muncul cuma saat Pol menang di fp, begitu keok ngumpet.

    Gw perhatiin utk flying lap emg Yamaha yahud di Mandalika, tapi utk race bau2nya yg menang V4, entah Ducati ato KTM. Tapi ga menutup kemungkinan Markuz menang sih, dia pembalap paling adaptif.

    • Sensi amat ente, sory boss orang sibuk ga mesti komen tepat waktu..

      Kok semakin kemari nyerang pribadi kang?
      Padahal ente paling anti kali diserang pribadi.. ups🤭

      • AwokAwOkAwoK coba itung udah berapa kali lu ‘ngejar’ komen gw? gw baru kali ini loh ‘ngejar’ lu tapi knp tanggapan lu kaya orang kencing di celana gitu? AwokWoKwOk mangkanye kalo antikritik gausah sok sok ngekritik komentator laen WoKwOkWokwK🤣🤣🤣🤣

      • Kenyataannya selama ini Marquez yy paling sering menang di sirkuit baru. Ya biarpun skill dia skrg tajam ga tajam, tumpul ga tumpul.

  10. Wak… Saya baca d artikel gpone sama crash kok pada ke safety commision soal tracknya ya? Bisa d jelasin hasil meetingnya?
    Makasih

    • Soal masalah startnya kayaknya, ini sirkuit kan masih sangat kotor dan licin sehingga hanya ada 1 line aja yang bisa dipakai secara maksimal (tidak licin), sementara saat start race nanti kan pembalapnya baris berjajar di main-straight, jadinya agak bahaya…
      Kemungkinan besar besok ada sesi latihan start bareng-bareng di main-straight buat membersihkan track dan memastikan keamanannya.

    • Mending ganti gravel yg warna cokelat krem kayak di trek le mans Bugatti itu loh,yg sempat ada kejadian mir lowside tapi bisa langsung berdiri lagi sampe jadi meme

      • Sebenernya Indonesia juga melimpah kok kerikil yg masuk standar sirkuit balap, noh yg ditaman2 rumah, di cafe2, di hotel2. Gw herannya knp yg dipake malah yg tajem bukan yg tumpul secara alami.

        • Mgkin komen gw masih ambigu yak, coba googling aje ‘kerikil taman’ ato ‘kerikil pancawarna’. Yak, kerikil Buriram ama Sepang yg sama2 dari negara tropis pake itu. Jadi ga ada alesan di negara kita ga punya.

    • Gak bkaln kecuali benar2 sudah terpojok dan gak bisa d tutupi kyak aspal ulang track yg sbnarny dri seri WSBK pun udah d kritik pmblap kyak Chaz Davies tpi berhubung yg bicara adlh pmblap yg kurang terkenal dan dari ajang yg kurang d kenal pula plus sesi WSBK lebih dominan hujan mkanya hanya d tambal sulam saja. Waktu track d suruh d bersihin usai test pra-musim pun yg d bersihin hanya track line saja area run off tdak. Dan klau d lihat warna aspal track ny setelah kena debu dgn warna gravelny yg klop sama dekilnya mka bisa dipastikan debu itu dominan berasal dari gravel tsb mkany solusiny diganti gravelny dgn kualitas yg lebih bagus lagi masak sirkuit d iklim tropis lebih berdebu drpda sirkuit d Padang gurun(Qatar). Sedari awal udah saya duga bkalan ‘meleset dari harapan’ setelah tau kontraktorny ganti jd p*

  11. Jadi yang melakukan simulasi race saat fp2 ini siapa saja wak dan siapakah yang memiliki race pace paling konsisten?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.