TMCBLOG.com – Selain kelas AP250, kelas Intermediate SS600 juga akan menajdi tontonan menarik di ARRC 2022 ini. Secara umum, kejuaraan balap FIM Asia 2022 berpotensi menampilkan salah satu grid SuperSports 600cc paling kompetitif selama beberapa tahun terakhir.

Kelas SS600 2022 akan dimulai tanpa kehadiran juara bertahannya, Peerapong Boonlert. Namun begitu, bahkan tanpa Peerapong, persaingan diperkirakan akan sengit diantara 15 pembalap 600cc paling berbakat dari Asia. Beban harapan akan jatuh pada tiga pembalap berbakat Asia yang kembali dari balapan Internasional – pebalap GP Khairul Idham Pawi, Nakarin Atiratpuvapat, dan pembalap WSSP Galang Hendra Pratama. Ketiganya menorehkan namanya saat sukses bertransisi dari pentas Asia ke kancah internasional.

Namun, memenangkan gelar SuperSports 600cc 2022 tidak akan mudah. Persaingan ketat diharapkan dari duo Indonesia seperti Irfan Ardiansyah dan Andi Farid Izdihar dari ASTRA Honda Racing Team. Nama terakhir juga sempat mengenyam pengalaman balap di Grand Prix selama beberapa tahun terakhir.

Selain itu, kelas SS600 juga merupakan ajang awal hadirnya kembali new Honda CBR600RR yang saat ini menggunakan berbagai peranti elektronik baru. Tercatat hanya ada dua jenis motor yang turun di kelas ini untuk musim kompetisi 2022. Kehadiran banyak pembalap berperforma tinggi dan pertempuran CBR 600RR VS R6 di kelas ini pada musim 2022 berpotensi menjanjikan sajian balap yang ketat di kategori Intermediate ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

15 COMMENTS

  1. Asean road racing championship ini mah, gak bergensi atau kemahalan buat pebalap Asia lain buat ikutan? Masa cuma 15 orang?

    • gara gara pembalap yg lebih berpengalaman (baca:tua) gak boleh ikut, pesertanya jadi menurun drastis,yg dana dan sponsor nya kuat sih ok aja naik ke asbk,yg dana cetek ke ap250,atau yg pridenya tinggi milih untuk gantung helm (h.yudistira misalnya)

  2. moga aja kalo Andi Gilang bisa dominan disini bisa dapat kursi Moto2 lagi

    lihat somkiat chantra yg akhirnya menuai hasil setelah beberapa tahun dikasih kesempatan berlaga di Moto2 jadi iri

  3. 15 peserta doang, padahal awalnya ini kelas puncak.
    Regulasi batasan usia kyknya kurang bijak diterapkan di event ini. Atau karena dampak pandemi?
    Kan sebenarnya ga susah tuh nyari pembalap dengan usia yg sesuai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.