TMCBLOG.com – Beberapa jam yang lalu Dorna WorldSBK Organization (DWO) selaku promotor gelaran balap WorldSBK telah merilis update yang cukup penting mengenai variabel penyeimbang atau disebut juga equalizer. Dorna WSBK Organization (DWO) ternyata tidak hanya melihat kubikasi mesin sebagai parameter untuk mengukur performa standar dari masing-masing motor yang dihomologasikan untuk regulasi teknis WSS next generation ini.

Demi menyetarakan performa sepeda motor yang digunakan di kejuaraan World Supersport, Dorna sedang merancang sebuah sistem dan regulasi penyeimbang/equalizer khusus yang memasukkan beberapa variabel berikut ini :

  • Parts konsesi
  • Mapping limiter torsi dengan menghadirkan rev limit
  • Berat minimum
  • Pembatas asupan udara
  • Batas modifikasi

Dan update terbaru yang TMCBlog terima menghadirkan variabel berat minimum yang bisa dibilang fix dan akan dijadikan referensi di awal race weekend yang akan diadakan pada bulan April 2022 mendatang.

Secara umum jika kita bandingkan antara draft regulasi variabel equalizer bobot awal dengan variabel equalizer bobot yang baru dirilis setelah tentunya melihat test pra musim beberapa motor termasuk Panigale V2. Terlihat bahwa dari awalnya bobot kombinasi itu sama di angka 242 kg, sekarang variabel bobot ada sedikit perubahan dimana bobot Ducati Panigale V2 dinaikan 2 kg ke 242 kg. Sementara motor-motor lainnya baik yang 600 cc empat silinder maupun motor tiga silinder Triumph dan MV Agusta. Bobot kombinasi minimum malah diturunin dari 242 kg ke 239 kg.

Sepertinya DWO melihat ada potensi performa Ducati Panigale V2 yang berlebihan saat ditest menggunakan draft equalizer sehingga diputuskan untuk kembali memperberat bobot Panigale V2 sehingga akan menyebabkan power to weightnya berkurang juga dan keseimbangan performa terjaga.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

32 COMMENTS

    • Secara teori emg V2 lebih cocok ikut wsbk daripada wss. Pake regulasi lawas yg mana mesin V2 dapet keringanan bobot udah bisa bikin kompetitif bahkan di masa lalu pernah jurdun lawan 4 silinder 1000cc.

  1. mungkin bobot tambahan di Panigale v2 bisa dimanfaatkan Ducati untuk menyematkan mass damper yg diselubungi salad box di body belakang agar weight distributionnya lebih merata,itupun kalo boleh sedikit menambah sesuatu di bentuk body standard motornya

  2. Wkwkwk masih bahas itu. Bahas dia jadi keinget pembalap yg naik V2 ini, dia jangkung bgt tapi liat noh naik V2 aja masih kerempeng.

    • Ane jadi inget bulega, mas bro, dia dulu di Moto3 cuma sebentar, alasannya karena bobot dan posturnya terlalu berat, makanya naik ke Moto2 gegara di Moto3 ngampas.

  3. cara penyeimbang paling pas emang yg 2 ini aja
    1. bobot
    2. pembatas asupan/intake restrictor kayak yg dipasang di era 1000 twin supaya gak terlalu OP melawan mesin 750 four
    klo 2 ini diterapkan otomotis motornya gelegepan sesak nafas 😂

    • Klo ada pembatas asupan d motogp bisa jd knalpot jd panjang semua crankshaft jd ringan semua klo nikung jd ngesot semua hahaha

        • Kalo gw yg jwb, selama itu cuma knalpot dalam arti variabel lain ga ada yg diganti, efeknya ya top speed tinggi, torsi lebih lembut tapi tenaga puncak sedikit lebih ngisi karena back pressure lebih nendang dan ngasih isapan exhaust lebih gede di rpm tinggi

        • kalau knalpot mid ship yang banyak catcon macam r25-r3-byson, apakah punya efek yang sama dengan knalpot panjang (back pressure lebih tinggi?)

  4. Demi balapan yg lebih kompetitif dan banyak pabrikan yg gabung… btw pabrikan amerika regulasi udah kendor gini ga ada kabarnya

  5. Harusnya sebelum masuk di wss dicoba dulu setahun di kejuaraan regional.. Biar ada gambaran. Kalau kaya gini ternyata hasilnya ga sesuai, regulasi bisa diubah di tengah jalan.

  6. Belajar dari WSSP 300, penambahan bobot ini tampaknya akan ttp omong kosong. Karena toh ujung-ujungnya ketika mesin yg emg dari sananya potensinya udah gede ttp bakal jauh lebih ngacir.
    Panigale dari awal didesain untuk sedikit di bawah kelas 1 liter, bukan sedikit di atas super sport.
    Tp menarik untuk kita lihat akan seperti apa nantinya.

Leave a Reply to Teguh Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.