TMCBLOG.com – Selain kelas AP250, kelas SS600 ARRC Juga emnarik perhatian. Bukan Hanya Karena Statisnya sebagai Kurusetra dari perang para Bintang pembalap Muda yang kenyang Balapan Internasional, namun Juga karena ada empat pembalap Indonesianya. Di hari pertama race weekend ARRC Buriram 2022 kelas SS600 juga telah melewati tiga Kali Free Practice.

Di Sesi Pagi atau FP1, Andi Gilang Membawa Honda CBR600RR Berlivery AHRT menjadi yang tercepat dengan Catatan waktu 1:39,055 diikuti Lulusan ATC Generasi pertama Nakarin Atiratphuvapat dari Thailand yang juga menggunakan CBR600RR dan Ibrahim Nooroddin yang menggunakan Yamaha R6. Pembalap Indonesia lainnya Irfan Ardiansyah di P4 dan Galang Hendra Di P9

Siang hari yang terik membawa sirkuit Chang Pun Naik temperatur Aspalnya dan sedikit mengurangi Grip ban. Laptime tercepat yang ditorehkan Ibrahim Norrodin dengan Yamaha R6 1:39,748 diikuti Rattapong yang juga menggunakan R6 di Posisi kedua. Pembalap Indonesia tercepat ada di P3 dengan Andi Gilang.

Sesi FP3 yang dihelat Sore hari belum juga bisa melewati Raihan lapitme Andi Gilang di pagi hari. Ibrahim Noorodin tercepat di atas R6 dengan 1:39,428 diikuti Duo AHRT Andi Giang dan Irfan Ardiansyah. Galang Hendra hadir di P5 pada sesi FP3 ini

Secara umum Laptime tercepat Andi Gilang di atas Honda CBR600RR pada pagi hari adalah laptime tercepat akumulatif hari Jumat Race weekend pertama ARRC 2022 di Kelas SS600 ini. Ibrahim Noorodin ada di Posisi dua diikuti Oleh empat pembalap  Thailand, Indonesia dan Malaysia yang menggunakan Honda CBR600RR.

Sesi Kualifikasi akan dilakukan Esok hari Sabtu 26/3/2022 Jam 10:30 Wib sementara race 1 dan race 2 akan diadakan Sore hari Sabtu dan ahad Mulai sekitar Jam 15:45 wib. Race weekend disiarkan Langsung Oleh ARRC di Channel Youtube mereka

Taufik of BuitenZorg

12 COMMENTS

  1. Klau gak slah catat nama saya hanya sekali doang juara seri d ARRC ap250 seri India dlam keadaan wet race stlh bertahun2 membalap d klas tsb.
    Ntah knp makin kesini jiwa blap ymha Indonesia semakin tumpul, pdhal dulu ymha Indonesia sangat dominan berpatisipasi dlam ajang internasional walaupun itu d era bebek Kwek kwek

    • Gw jg heran, mana mau diminta Pertamina ga boleh pula, tapi pabrikannya sendiri g asanggup pertahanin dia di gp. Egonya tinggi semacam gw yg poles knp lu yg mau pake, tapi malah diturunin ke balap regional. Ini mah bukannya moles bakat tapi matiin karir. Sekali aja seorang pembalap out dari gp, maka utk kembali kesana bakal lebih sulit daripada saat pertama kesana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.