TMCBlog.com – Hasil yang lumayan bagus dari Repsol Honda saat trek roller coaster Algarve didera hujan pada dua hari pembuka kemarin seakan menutupi apa yang sebenarnya masih kurang pada RC213V baru? Tak ayal, harapan dan ekspektasi banyak orang terhadap team ter-makmur dan tersukses di grid start MotoGP sepanjang 20 tahun ke belakang ini membuncah, terlebih setelah melihat dua tahun merana yang juga sebagai side effect absennya ace rider mereka Marc Marquez. Namun saat race dimulai, Marc gagal memperlihatkan performa yang dapat mewujudkan ekapektasi tersebut.

Ini bukan CoTA, ini tuh Portimao dengan segala ketidak-siapan dan kurangnya waktu trek kering untuk riset lebih lama megenai setup elektronik dan juga kombinasi ban terbaik race. Ya semua ini mendera semua pembalap dan pabrikan tanpa pandang bulu, namun dengan perubahan ekstrim platform CoG motor yang masif, wabil khusus buat RC213V, kekurangan waktu riset ini akan berimbas pada kebutaan data Honda yang lebih dari pabrikan lain. TMCBlog yakin pemilihan ban Marc dan Pol banyak dipengaruhi oleh rekomendasi yang disebar Michelin sebagai supplier tunggal ban kepada semua pabrikan dan untuk kasus Marc Medium-Medium adalah kombinasi yang dipilih.

Marquez bisa dibilang gagal membuat terobosan di awal balapan, keadaan dan setup yang diberikan padanya hanya mampu mempertahankan race pace level standar biasa dan hanya bisa menempati urutan keenam, sekitar 16 detik dari pemenang balapan Fabio Quartararo. Ia meraih raihan tersebut setelah bertarung dengan rekan setimnya di Repsol Honda -Pol Espargaro- dan saudaranya yang mengendarai LCR Honda -Alex Marquez-.

Marquez mengatakan dia paham ada banyak ekspektasi hadir pada dirinya “Saya tahu bahwa semua orang mengharapkan lebih, tetapi saya sudah mengatakan kemarin  bahwa Kami belum siap bertarung untuk meraih kemenangan. Untuk balapan, kami membuat sedikit perubahan pada motor yang membantu saya. Tapi itu tidak cukup, dan sejak lap pertama saya berkendara dengan tidak nyaman. Bahkan saya tidak melakukan start yang bagus dan lap pertama yang bagus. Kecepatannya tidak ada.”

“Jadi, sejak saat itu saya mencoba melakukan yang terbaik, saya mencoba membangun balapan saya, hanya membangun ritme saya. Namun kami finis 16 detik di belakang pemimpin klasemen. Saya tidak memiliki kecepatan untuk memulihkan posisi. Ini bukan posisi yang ingin kami selesaikan, tetapi yang terjadi ya seperti ini. Maksud saya bukan hanya saya, bukan hanya motornya. Itu lebih ke konsekuensinya.”

“Jadi benar, walaupun keadaanya seperti ini, saya mencoba mengambil 100% dari motor dan bahkan bertarung melawan Honda lainnya. Tapi target saya bukan menjadi Honda pertama. Target saya adalah berjuang untuk posisi teratas. Tetapi dengansemua hal ini, mereka tidak berada di jalan yang benar sekarang. Juga, adalah akhir pekan yang istimewa di mana kami tidak banyak menguji [setup balap kering]– tetapi semuanya juga tidak ada yang melakukannya. Jadi, ini bukan alasan.”

Marc Marquez pun ditanya oleh jurnalis Motorsport -Lewis Duncan- mengenai sampai kapan kira-kira ia bisa nge-klik dengan RC213V 2022. Jawabannya adalah “Saya tidak tahu, Saya masih terus bekerja dan saya terus push dalam berlatih di rumah dan di sini, di trek balap untuk mencoba menjadi lebih baik dan lebih baik lagi.

“Tapi maksud saya, tentu saja Anda bisa melihat dari luar saya menggunakan gaya berkendara yang sama sekali berbeda dari tahun-tahun lalu. Tapi saat [gaya berkendara] inilah cara terbaik untuk mengendarai motor ini.”

65 COMMENTS

    • Tanya dong. Di moto 2 kemarin beberapa pembalap yg crash masal ada yang masih bisa idupin motor lalu naikin motornya bawa balik ke pit tapi tetep ga boleh ikut restart race kenapa ya wak? Apa ada syarat kalau mau ikut restart race motornya ga boleh diganti?

    • Itu sebenarnya kalau TIM HRC cerdas tentu paham apa maksud Marc Marquez “INI MOTOR BUKAN UNTUK SAYA, MAKANYA SAYA HARUS MERUBAH GAYA BALAP”. Dan hasilnya seperti yang kita lihat saat ini, Marc Marquez terkesan angin-anginan.

  1. Akankan test pertengahan musim yg biasanya diadakan di Misano (?) Rcv lama dgn knalpot masih di tengah dan facia masih lumayan unyu akan dicoba lagi oleh Marquez dkk sebagai pembanding

    Kalo benar RCV baru jadi fiasco, pol asparagus langsung di banned aja

  2. Melihat MM93 seperti melihat VR46 ketika pindah Ducati 2011-2012.. meski terbaik dipabrikannya, tapi sulit ke depan, meski di belakang juga tidak

    • Iya saya juga merasa gtu. Seorang juara dunia terseok2. Dulu mbah patah kaki 2010, setelah itu ke ducati dan terseok seok juga.

    • Jangan lupa disebelah rida 3 aka F1 juga sdg trjadi sang goat sdg dlm masa² sulit dan dihajar oleh talenta² muda yg beringas… roda pasti berputar..

    • Masukan ke 3 pembalap. Tapi ke 3 pembalap tsb juga cukup kesulitan. Cuma pol esp yang race pertama bisa podium

      • Wkwk ngasi masukan sendiri (pol, alex, takak, bradl) tpi mereka sendiri struggle buat hasilin laptime bagus 😂 dagelan emang.. jadi kepikiran bener juga kata salah 1 komentator di web, kalo honda mau maju harus buang tu bradl dan cari test rider yg lain

    • See? Pace Marc gak se-special CotA (iyalah kmrn lebih ke faktor trek favorit jadi udah hapal bingit), agak sulit untuk mengulang dan melihat kembali kapasitas Marc pra-cedera. Seperti misal 2016 motor H lagi lemot-lemotnya tapi dia membuat perbedaan dan berbuah manis juga akhirnya.

      Saat ini dan selanjutnya, butuh kondisi motor tertentu untuk menunjang Marc jadi nomor 1.

      Anw, Selagi masih pake elektronik dan software unified, butuh orang super sensitif untuk bikin kondisi motor ideal (baca: ramah) seperti kata orang-orang. Pedrosa is OK karena dia super sensitif dan detail, Lord Hohe kemungkinan besar juga bisa. Persamaan dari mereka berdua adalah anugerah fisiknya (Pedrosa is compact lol (no offense), Lord Hohe is an average and not so muscle-man), sehingga mereka harus melakukan sesuatu se-detail mungkin agar bisa jadi nomor 1.

      Tapi kalo Bradl, and the others. Palagi Pol yang—ya Alloh—baru juga kenal ama RCV. Duh…

  3. Beginilah jadinya kalo HRC dengerin saran semua rider dgn dalih supaya bisa friendly user.

    Ketika Ace rider nya sembuh, motor tidak sesuai harapan. Fisik sudah oke, gantian motornya letoy.

    Kirain dah siap menang, ternyata race pace nya biasa aja. Pantesan kmrn bingung nontonnya ini anak kenapa gak naik-naik posisinya ? Ada yg salah dgn set up motornya. Ada” aja, di Austin masalah motor, di Portimao juga. Apes bener kamu Marc.

    Kapan menangnya kalo gini mulu … Hadeh

  4. marc gak punya kecepatan disini, aku kira setelah di overtake rins dia balas kalo bisa dogfight biar tambah seru race nya, ternyata cuma pasrah aja, bener2 weekend yg kurang beruntung buat hodna, semangat marc..

    • Agak kurang tepat sih kalo dibilang kurang beruntung. Menurut gw yg tepat adalah kurang perform, baik dari sisi mtoornya maupun dari sisi pembalapnya.

    • Realistis cuma pertahankan point’ yg ada. Karna basic RCV skrg bukan dri masukan MM. Tapi bisa dilihat mm masih yg terbaik di Honda dibanding 3 lainya

  5. berita bagusnya, rider Hodna lain finish berdekatan dgn Marc di top 10 menandakan di Portimao ini level mereka kurang lebih “setara” (kecuali Taka yg dlosor),

  6. ternyata banyak juga ya yg ekspektasi lebih ke Marc,
    keliatan waktu race tadi malem rear end nya Marc ga stabil bgt, apalagi waktu battle dgn Alex,

  7. Wak mau tanya
    Sebetulnya pengembangan motor dari tahun ke tahun, based on request rider, apa sekarepnya pabrikan ya?
    misalnya saja,dan ini kenyataan bukan misalnya, rcv versi 2022 dan Ducati GP22 terbukti terseok2 kala balapan
    Itu rider sekelasnya Peco, Marquez loh..
    Justru M1, GSX RR , GP21 yang masih mengandalkan ‘roh’ 2021 bisa moncer
    El Diablo yang ngoceh power motor kurang, nyatanya masih bisa juara 1

    • seperti itulah kenyataan nya. bisa jadi desmo 22 bakal matang nanti tahun berikutnya, dan yg di untungin satelit nya pake motor udh matang. begitu terus siklusnya bisa2 pabrikan duc cuma ngembangin motor terus ga mikirin jurdun yg penting inovasi teross. tapi ga tau juga sih saya ngarang soalnya

    • Sinichi Sahara berujar bahwa terjadi perubahan besar pada daleman mesin GSX-RR versi 2022 dibanding tahun-tahun sebelumnya sejak kembali ke GP th 2015.

  8. jadi bisa dibilang RCV versi input dari Pedrosa aja yang bisa OK di semua rider y di mana Crutchlow aj bisa juara seri dan sering podium.. terakhir generasi RCV yg masih ada campur tangannya adalah RCV versi 2019 di mana Marc super dominan selain 2014

    dan ini Pol katanya suka motor tahun ini nyatanya cuma di Qatar aja dia bisa di depan 😬

    • Gw udh pernah jlentrehin, pembalap HRC selain Marc cuma pembalap papan tengah dan mereka naik RC213V bukan murni bakat tapi ada unsur2 politis dibelakangnya, jadi wajar mereka ga ada yg bisa kompetitif apalagi konsisten. Apalagi Pol Espargaro, naek motor konsesi aja dikentutin rookie setim mau maksain dibilang bisa berebut gelar klo naik RC213V wkwkwk

  9. masih terlalu dini untuk menilai, baru beberapa seri, nanti kalau udah di Sepang Malaysia baru berkesimpulan.
    bagaimana pun, efek cedera pasti ada.
    so baut fansnya, bisa membaca berita hasil balap tahun 2019 ke bawah agar tetap tersenyum..

  10. Udah keluarin aja motor dgn perubahan radikal yg prnah kau ktakaan HRC…klo rcv psenan khusus ini ga bs juara jg…bangun motor sesuai filosofimu dn biarkan sang juara menghandel….hadeeh gini amat seh marc

    • perubahan radikal??
      itu butuh uang, waktu, pikiran, tenaga dan penyesuaian/adaptasi.
      oke bahwa uang, waktu, pikiran, tenaga bukan masalah untuk HRC.
      kemudian penyesuaian?
      usia MArc sudah 29, untuk seorang atlet, usia 30 itu adalah “limit athleticism/ prime” tentunya apalagi kalo sang juara dalam menghandel memerlukan adaptasi dalam mencari limit dan terjadi Crash, dan kemudian Cedera, pemulihan tidak sama dengan usia 20an awal. dan Saat ini saja dia masih berjuang dengan pemulihan cedera 2 tahun lalu, see?

      • Itu hrc sndri bang yg bilang…bukan ane,entah bneran ape kagak,mngkin jg uda wktunya prubahan…cari rider yg baru aje bkan rider yg matang buat pndamping marc

        • iya memang sudah saatnya pendamping yang berbakat, untuk kaderisasi. Tp mungkin saat ini HRC masih akan memaksimalkan Marc, karena saya yakin dengan Bakatnya , walau mungkin performa kedepan tidak akan sedominan sebelum cedera, masih sangat mampu untuk bersaing untuk kejuaraan.

  11. Ketika motor dibuat lebih “reliabel” ketimbang “valid”. Finish berurutan membuktikan memang di situ levelnya pada race kemarin.

  12. Jujur ja motor Honda RCV213 versi 2022 sekarang itu lemot baik di straight lurus or tikungan.. Mending balikin ke versi base 2019 yg kenceng di straight lurus or 2018 yg balance.. Or perpaduan keduax (2018 n 2019)..kalo ingin kembali ke jalur Champion..

  13. Mending balikin lagi dna rcv utamain front end bukan kah itu senjata andalan mereka sejak dlu? Ckck kalau kek gini gw rasa bakal kagak ada mampu buat rebutan podium

  14. Dan kayaknya ini masih tahun fq20, tapi ngk tau lah kalau udah lewat paro musim, biasanya tim” Sultan pada berbenah di pertengahan musim… Let see

  15. Ketika sudah terjalin keharmonisan terhadap all new RCV, saling mengenal satu sama lain, akan seru pada waktunya, tunggu saja, talenta will speak louder

  16. HRC sudah melakukan sebuah blunder dengan tidak menjalankan filosofi pengembangan motor yg udh dilakukan belasan tahun lamanya, hanya karena 3 rider lain ga bs cara pakai motornya !
    Dan sekarang lihat ?? Mana hasil motor yg di develop berdasarkan arahan rider selain marc ??! Cm sekali podium dan sisanya ampas semua ! Dan yg paling parahnya, poin marc skrg lagi2 tertinggi dibanding rider2 honda lain, padahal marc udh absen 2 serie !! Jadi sebenernya, ini yg salah motornya atau emg rider2 selain marc yg ga bs pake ?? Asli blunder HRC ninggalin filosofi pengembangannya sendiri demi rider2 yg emg dasarnya ga bs bawa motornya !! Apa mereka ga inget kali yak, dominasi mereka selama ini juga karena filosofi mereka itu sendiri ? Hadeehhh

  17. “Maksud saya bukan hanya saya, bukan hanya motornya. Itu lebih ke konsekuensinya.” katanya kuncinya Konsekuensinya!!! Ketika membangun motor berdasarkan pembalap yg tidak pernah menggunakan segenap tenaga dan pikiran untuk tujuan gelar juara dunia(konsekuensi 1), mendengarkan orang2 luar yg belum pernah mengelola team/pembalap juara dunia bagaimana membangun motor yg benar untuk juara dunia!(konsekuensi 2), DP26!?(konsekuensi 3)
    Apakah itu yg ingin dilihat Asaka melihat antara arcivi bisa bersaing ketat walaupun hanya untuk P6?!

  18. Year 2023 Puig be like :
    “2022 kami akui kehilangan arah, namun saat ini kami sudah berada pada jalur yang benar”

    Terus aja begitu sambil rekrut no-good rider but ktp spanyol.

  19. RCV tahun ini waktu masuk tikungan bener-bener payah. Keluar tikungan juga biasa aja. Top speed masih oke sih. Tikungan flip-flop (perubahan arah cepat) juga masih oke, cuma masalahnya Marc udah gak sepowerfull dulu buat melahap tikungan flip-flop macam Cota, assen, dsb.

  20. V4 itu dah kodratnya juara di front end nya.. apalagi ada mm93 ditim itu.. mubazir banget kalo ga dimaksimalian..
    Aneh rasanya liat marc masuk tikungan ga ngepot2 ban belakangnya seperti jaman dulu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.