TMCBLOG.com – Kepada Speedweek, team manager Suzuki Ecstar MotoGP -Livio Suppo- mengutarakan beberapa informasi mengenai line-up pembalap Suzuki di musim 2023 dan juga soal strategi team Suzuki MotoGP di tahun depan. Soal pembalap, Livio bilang bahwa Suzuki baru akan memulai pembicaraan dengan manager Mir (Paco Sanches) dan manager Rins (Miguel Galvarriato) mengenai keinginan pabrikan asal Hamamatsu ini tetap memakai jasa kedua pembalap ini pasca musim 2022 bergulir.

“Niat kami adalah mempertahankan kedua pembalap. Saya tahu persis betapa sulitnya mengganti keduanya. Alex Rins menjalani musim 2021 yang sangat sulit. Tapi dia sekarang membuktikan dia bukan Alex yang kita lihat tahun lalu. Dia sekarang sekuat ketika di 2019 dan 2020. Saat ini kami sangat senang dengan penampilan kedua pembalap kami.”

“Kami akan segera mulai berbicara dengan manajer. Kami belum menghubungi pembalap lain karena kami ingin mencari tahu dulu apakah kami bisa menemukan solusi baru dengan duo pembalap saat ini. Sejauh ini kami tidak memiliki rencana cadangan jika kami membutuhkan pengemudi baru.”

Selain soal line-up pembalap, Livio juga berbicara mengenai strategi team yang akan dipakai Suzuki di mana kemungkinan besar tahun 2023 pun Suzuki hanya akan hadir dalam 1 team saja. Belum akan ada team Suzuki satelit tahun depan. Livio pun menjelaskan alasannya.

“Tidak ada yang akan terjadi untuk 2023 karena semua tim satelit (masih) terikat dengan pabrikan mereka,” kata Suppo. “Pertama-tama, kami tidak ingin menimbulkan masalah. Kedua, Suzuki sudah lama merencanakan tim satelit. Tetapi kemudian situasi Covid dan hal-hal lain mengintervensi. Jadi, bersama Sahara-san kami harus membuat rencana bisnis baru untuk Suzuki dan menjelaskan pro dan kontra dari proyek semacam itu (team satelit). Bagi saya hanya ada plus. Tapi kami harus menjelaskan mengapa kami pikir rencana seperti itu masuk akal, sesuatu untuk masa depan.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

14 COMMENTS

      • Bukan alergi Suzuki, dia alergi ama yg harga sewanya mahal. Maklumlah Avintianya era skrg. Malah kayanya klo harga sewa M1 makin ga kejangkau kayanya opsi mereka ya jadi tim satelit salah satu pabrikan dgn biaya sewa termurah aka Aprilia. Lagipula utk kasus Suzuki, kayanya mereka baru mau bikin satelit setelah mereka rasa bener2 butuh, itu jg besar kemungkinan polanya bakal kaya LCR ato kaya KTM, Suzuki sendiri yg bakal bentuk timnya bukannya sewain motor ke tim independen, selebihnya tinggal cari owner tim terbaik buat kelola timnya.

    • ya tim satelit tetep penting. selain akselerasi data pengembangan sejumlah rider juga meningkatkan peluang kemenangan suatu pabrikan. klo suatu pabrikan bisa dapet rider yg bagus didukung motor yg bagus ya semakin besar peluang jurdunnya.
      mungkin untuk sekarang juki belum melihat tim satelit sebagai sebuah kebutuhan dan lebih fokus ke motornya untuk saat ini dan proyek moto2 klo jadi dibuat.

  1. Di semua Event balap Suzuki memang bukan tipe pabrik yg boros, irit tp tetep berprestasi di Motogp, Ama Supersport, Ajang Ketahanan mesin dan jg Isle of Man TT, hemat tp tetap berprestasi ciri khas Suzuki.

  2. fokus pengembangan motor saja dulu, mudah2an kerjasama Sahara-Kawauchi-Suppo menghadirkan paket yang lebih baik lagi untuk Rins-Mir musim2 mendatang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.