TMCBLOG.com – Satu pekan yang lalu team Stylo Bike Team mengunggah sebuah foto di media sosial Instagram dengan caption yang bisa dibilang menimbulkan kisruh di Indonesia terutama di kalangan pecinta MotoGP. Dalam caption unggahannya tersebut, team yang pernah menjadi tempat bernaung Dimas Ekky Pratama di ajang Moto2 CEV ini menuliskan kalimat seperti sindiran kepada pihak sponsor team Mandalika Racing Team Indonesia menyoal tunggakan dana sponsor. Kini, sang penyokong dana yakni PT. Pertamina (Persero) angkat bicara menanggapi kekisruhan yang terjadi.

 

Team Stylo Bike mengaku belum mendapatkan dana dari pihak sponsor, sebelumnya bahkan Dimas Ekky berbicara secara publik mengenai hak dirinya sebagai pembalap yang belum didapatkan. Dimas sempat berbicara cukup banyak di beberapa kesempatan podcast, hingga kebanyakan dari kita mengetahui bahwa ada yang tidak beres dari team Mandalika Racing Team Indonesia selama berkiprah di ajang CEV.

Tidak ada respon dari Team Mandalika Racing. Bagaimana dengan Dimas? Pembalap Indonesia dengan Indonesia Sponsor? (Pertamina Mandalika) Apakah Anda berencana untuk membayar tim untuk musim 2021? Saatnya untuk mengatakan yang sebenarnya.” tulis Team StyloBike di akun Instagram.

Semenjak berita itu heboh di jagad media sosial dan media massa, pihak MRTI memilih bungkam dan tidak cepat merespon/menanggapi. Beberapa hari lalu, presiden dan direktur team MRTI akhirnya menanggapi. Tetapi mereka hanya menanggapi persoalan terkait hak di tahun 2021 yang belum Dimas terima, dan enggan berbicara mengenai apa yang dipersoalkan Team StyloBike soal tunggakan dana sponsor.

Sobat sekalian bisa membaca di portal media mainstream soal tanggapannya, kami tidak mempublikasikan di sini detil tanggapan yang terkesan ‘cuci tangan’ itu ya sob. Kemudian ada beredar surat keberatan resmi dari PT Pertamina yang mengkonfirmasi bahwa Pertamina sendiri telah membayarkan dana sponsor yang disoalkan kepada pihak PT. Mandalika Motorbalap Indonesia atau MRTI, untuk kemudian dipercayakan kepada pihak team untuk dikelola sesuai dengan porsinya. Ya pasti untuk kegiatan operasional balap, termasuk juga membayar pembalap dan pemenuhan hak-hak para crew team yang bekerja beserta semua partner yang bekerja pada MRTI sesuai apa yang tertuang dalam kontrak.

Terus terang kami -TMCBlog- pada awalnya tidak tertarik ikut membahas masalah ini, tetapi kami merasa tidak tega hati jika tidak membantu meluruskan masalah ini terlebih lagi sudah diterbitkannya pernyataan resmi dari Pertamina selaku perusahaan nasional Indonesia yang ikut terlibat dalam polemik ini. Dengan demikian kita semua sedikit banyak paham bahwa jika Pertamina selaku penyokong dana sudah memenuhi kewajibannya yakni penyaluran dana sponsorship kepada pihak MRTI, bisa ditarik kesimpulan bahwa bola panas kini ada di pihak MRTI selaku pengelola dana yang ada. Untuk itu jika MRTI ingin masalah ini selesai dengan baik, perlu memberikan pernyataan resmi dan disebarkan secara publik agar tidak terciptanya asumsi buruk di masyarakat. | –Nugi

75 COMMENTS

    • hahahha

      see udah paling bener berkarir di luar, kagak usah ada campur tangan dana dari pemerintah.
      perusahaan swasta di indonesia masih sanggup, liat AHM YIMM walaupun belum ada rider yang sukses hingga saat ini, setidaknya mereka jelas gak malu maluin kaya gini

    • BUMN si gak masalah, yg bermasalah biasanya di negeri kita tu pengelolaan keuangannya, terlalu sering gelap mata liat duit

    • Padahal sudah jelas dan sudah dijelaskan pada artikel bahwa melalui surat resminya, sponsor bumn tersebut telah menyalurkan dananya sesuai kontrak kerjasamanya. Aneh, darurat membaca ini terkesan sepele tapi kalo ada banyak orang yang darurat membaca, bisa membuat kisruh makin besar.

  1. bisa keliatan kan bedanya MRTI dgn SRT, perusahaan hasil latah2an krn ngeliat tetangga bisa ngelakuinnya dan kalo berhasil lumayan utk dongkrak brand image orang2 dibelakangnya, tapi sygnya ya gitu, ga beda dr kepengurusan cabang2 olahraga lainnya, ngerti pencitraannya tapi ga ngerti ngurusnya,

  2. Kebiasaan negeri kita liat duit banyak gelap mata, mending nilep doang lah kebiasaan negeri ini juga mengkambing hitamkan orang juga

    Sebenarnya aneh aja si kok bisa sponsor gak bayar, bukannya dana sponsor di awal tahun masuknya??
    Kalo belum masuk gimana bisa tim berjalan, secara tim kan butuh dana sponsor utama

    • Kasian, malah sponsor nya yg disalahin 🤣

      Baca dan pahami lagi paragraf terakhir, “Dengan demikian kita semua sedikit banyak paham bahwa jika Pertamina selaku penyokong dana sudah memenuhi kewajibannya yakni penyaluran dana sponsorship kepada pihak MRTI, bisa ditarik kesimpulan bahwa bola panas kini ada di pihak MRTI selaku pengelola dana yang ada.”

    • Selain “Kebiasaan negeri kita liat duit banyak gelap mata”, kebiasaan negeri kita yang lainnya adalah malas antri dan darurat membaca 🤭

      • Kebiasaan negeri kita gak dipahami dulu, gw bukan nuduh pihak Pertamina, tapi pihak MRT kenapa sampe bisa polemik gini

        ” Kebiasaan negeri kita ngeliat duit gelap mata ” tu yg nerima duit sponsor kan pihak MRT

        Paragraf ke 2 gw nanya mangkanya ada tanda ?
        Paragraf terakhir setau gw itu

        Pahami dulu maksudnya baru komen bro
        Wah pada darurat pahami isinya, cuma baca doang

        Yare yare

        • Yare yare

          Tulisan sendiri malah ga paham
          Yare yare

          Kan situ nulis “Sebenarnya aneh aja si kok bisa sponsor gak bayar, bukannya dana sponsor di awal tahun masuknya??
          Kalo belum masuk gimana bisa tim berjalan, secara tim kan butuh dana sponsor utama”, dan di sini yang namanya sponsor utama ya si Pertamina, dan udah jelas dibayar

          MRTI mah pihak pengelola dana, mereka bukan sponsor

          Yare yare

        • Soal pertanyaan paragraf Kedua lu itu sebenernya udh dijawab di artikel. Liat di surat edaran Pertamina dan paragraf Kedua terakhir artikel ini bahwasannya Dana sponsor dari Pertamina itu udh cair dan tinggal realisasi untuk akomodir keperluan balap oleh MRT ini.

          So
          Jadi Pahami dan juga telaah yah. Kalau perlu baca ulang lagi artikelnya

        • Ayam geprek, komen Rio d atas itu arti ny kurang lebih gini, klau memang sponsor (Pertamina) blum byar uang sponsorshipny bagai bisa tim tsb balapan, sperti yg kita tahu tim tsb membalap semusim full tahun lalu. Msih blum bisa juga memahami kata2 sperti itu,???
          Itu lebih mempertanyakan pemikiran orang2 yg dgn mudah ny percya klau pihak sponsor belum bayar

        • Yare yare yare yare wibu telek

          Darurat membaca soksok ngatain orang darurat membaca wkwk

  3. Moal komen ah, cuma ek mere nyaho
    .uing kamari teu jadi piknik, duitna kaburu beak pake meuli baju bedug

  4. ada untungnya juga Andi Gilang ga jadi deal dgn Mandalika,yg ada entar belum jg selesai 1 musim udah nganggur gegara carut marut pembayaran sponsor disono

      • iya makanya ane kasih kata “pembayaran”

        atau biar lebih jelas “pembayaran uang sponsor dari Pertamina yang dikelola oleh MRTI untuk kebutuhan stylobike dalam mengelola tim”

  5. Urusin harga bengsin sj dulu, gk usah poya2…
    Dari pada dihamburkan bikin polemik, mending buat masyarakat lebih sejahtera

    • Harga bensin di banyak negara juga naik bung…bukannya dari dulu pertamax series udah biasa naik turun ngikutin harga pasar…ini juga udah nahan2 biar pertalite gak ikut terkerek naik juga harganya

    • Wkwkwk subsidi subsidi bensin, padahal jelas keliatan swasta aja harganya juga menggila buat pembanding

      Gamau mahal, tp kalo subsidinya dari utang eh dia protes wkwk

  6. “pihak MRTI memilih bungkam dan tidak cepat merespon/menanggapi” ini aja udah sinyal..
    jangan jangan uangnya diputar dulu buat trodang trading… TERHARU !

  7. Jadi terkesan karbitan ah. Bikin team balap dengan harapan cepat balik modalkah? Daripada bikin team balap mendingan bikin manajemen “broker” aja buat pembalap Indonesia untuk promosi pembalap agar dilirik oleh team besar, meningkatkan skill & menjamin karir atau bikin aliansi fokus jadi penyuplai bahan bakar & pelumas. Kenapa seakan rakus? Segala yg berbau Indonesia harus jadi “aktor” utama dengan memaksakan diri. Kalo udah kaya gini kasian pembalap Indo, serasa karir diujung tanduk setiap race. Nanti kalo performa ga maksimal pembalap mah tinggal putus kontrak/tidak diperpanjang aja, berujung jeleknya nama pembalap di kancah internasional padahal perlakuan team/sponsor yg menyebabkan vibes negatif kepada pembalap.

  8. Gayanya sok2an ngurusin tim moto GePe….tpi kelakuan kyak ngurus tim balap tarkam….asyuuu emang kelakuan orang2 sono klo sah liat duit

  9. Kalo mau image , sekalian sponsorin tim MotoGP kayak Federal Oil/Aspira/Antangin
    Nyeponsorin tim yang dibesut pembalap kemarin sore , main di kelas medioker,ujung-ujungnya duit habis tapi gak dapat nama

  10. Komen saya masih sama dengan komen di artikel jaman awal terbentuknya tim ini. Bikin tim balap buat apa?

  11. Sudah kuduga,
    Ane percaya sm pertamina, dr yg udah2 nyeponsorin tim balap dr jaman gp250, wssp 300, f1 manor, sampe skrg sponsorin lamborghini squadra corse dll jg fine2 aja,.
    Nah ini manajemen mrti yg buta liat duit milyaran, dr awal kbentuk tim ini jg dh ga respek, bkn apa2, waktu itu SAG msh sm ONEXOX, tp MRTI dh umumin deal dgn SAG

  12. Alurnya kan
    Sponsor (pertamina) -> mrti -> stylo
    Kasian pertamina.. Seakan semua salah di mereka, padahal gak mungkin mereka belom bayar karena mereka bukan perusahaan kmaren tadi dalam hal sponsoship
    Sedangkan si rapsel ali di pihak mrti gak ada tanggapan

  13. Yg memperumit keadaan siapa, yg namanya jadi jelek siapa. Gw bukan bela ato ngejilat ya, tapi biasanya perusahaan gede (apalagi BUMN) klo urusan ama duit selalu clear di awal, nah eksekusinya ini yg kadang ‘nyendat’ tapi byk yg lsg judge sendiri entah tujuannya bikin keruh suasana ato ada agenda tertentu, ditambah masyarakat yg mudah disetir. Liat aja contohnya di kolom komentar sini, udh ada jelas2 artikel yg jelasin duduk permasalahannya aja masih ada yg entah ga baca ato ga paham ama yg dibaca, masih nyalahin Pertamina. Fatal sih ini udah. Padahal udh bagus ada BUMN yg mulai sponsori lg pembalap/tim rekanan dari negara kita, eh baru seumur jagung udh ada citra begini.

  14. Ditambah byk oportunis, sok2 jadi temen, sok2 ngajak podkes padahal cm nyari traffic ama atensi, segala resiko setelahnya ditanggung narasumber wkwkkwk. Tapi untung Pertamina gercep lurusin masalah ini, selebihnya biar MRTI yg selesein apa yg udh mereka mulai.

  15. duitnya dikemananin tuh sama mrti wah wah diamanatin kaga beress…kedepan pasti banyak yg gamau kerja sama dengan tim dr indonesia..kacau

  16. Goodjob TMCBLOG, keep #uptodatemotogp. Hal kayak gini kalo dikekep in wah…kedepan nya mau kaya gimana nie…KACAUUUU

  17. Ini yg dulu koar2 menyalahkan sistem penjenjangan di Indonesia salah kaprah. Sekarang pada tau siapa yg siap buntung, dan siapa yg cuma cari untung… Mental tempe!!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.