TMCBLOG.com – Dalam perjalanannya ke batas 1/3 musim pertama 2022 MotoGP pindah dari trek yang umumnya penuh dengan kepastian dalam hal cuaca yakni Jerez yang umumnya cerah dan hangat ke sirkuit yang umumnya memiliki ‘banyak kepribadian’ dalam hal cuaca – Le Mans di Prancis. Ibarat kata pada umumnya, pergi ke sirkuit kandang bagu Quartararo dan Zarco ini artinya persiapan yang lebih banyak dan lebih kompleks secara kita harus bersiap buat menahan dinginnnya bulan Mei di pagi hari, sesuatu yang ringan untuk bisa aktif di sore hari yang hangat, sampai kebutuhan akan outfit khusus yang tahan akan terpaan hujan (waterproof ) yang memang biasanya jadi trademark Le-Mans dari tahun ke tahun. Namun bagaimana 2022 ini?

Dilihat dari tata letak dan layout dari sirkuitnya, banyak opini yang mengatakan Le Mans memiliki reputasi sebagai sirkuit yang sebagian bersifat stop-and-go walaupun tidak terlalu parah seperti misalnya Motegi. Tikungan ganda T8 Garage vert yang mengarah ke back straight begitu juga tikungan 13 dan 14 Recordement yang sedikit ‘patah patah’ memang beraura stop and go sekali.

Namun begitu ada banyak tempat di mana lintasannya juga mengalir/flowing. Kombinasi T1 dan 2 yang menakutkan, speed corner T5 La Chapelle yang mengalir dan menuruni bukit siap nge-prank pembalap pembalap yang tidak fokus dan tentunya T13  Musée Speed corner yang merupakan tikungan kiri panjang yang juga kembali berpotensi menciptakan jebakan bagi pembalap yang tidak waspada.

Secara umum, mungkin lebih tepatnya Le-Mans memiliki karakter yang hybrid dan memberikan layanan terbaik dan adil baik bagi mesin V4 yang memiliki karakter menikung V-Style dan mesin inline 4 yang ngeri saat bertemu tikungan panjang. Karakter adil ini lah juga yang mungkin menjelaskan mengapa trek tersebut telah melihat begitu banyak kemenangan oleh pembalap Honda dan Yamaha, meskipun karakter kedua motor tersebut sangat bertolak belakang.

Kesimpulan awalnya,  Le Mans adalah trek di mana sepeda motor dengan keseimbangan terbaiklah yang akan bisa ambil keuntungan. Bicara Yamaha, walaupun mereka memiliki beberapa spot di mana senjata andalan cornering speed bisa sangat efektif digunakan, terkadang hambatan cuaca seperti hujan akan sangat berpotensi merusak performa mereka. Walaupun bisa dibilang saat ini Fabio Quartararo adalah pembalap yang paling memiliki kapabilitas menangani edge grip ban belakang M1 saat berakselerasi, namun saat trek hujan dan suhu turun drastis, maka sihir grip Quartararo tersebut pun sulit untuk memberikan perbedaan.

Bagaimana oerkiraan cuaca race weekend MotoGP Le Mans 2022? Dilihat dari beberapa laporan perkiraan cuaca, kondisi Le Mans akhir pekan MotoGP ini akan sangat menguntungkan Yamaha. Cek deh perkiraan dari BBC untuk race weekend MotoGP Le Mans 2022 berikut ini.

Yes pada saat pagi sampai selesai sesi MotoGP di ketiga harinya (Jumat, Sabtu dan Ahad) keadaan cuaca diperkirakan akan cerah dengan persentase kemungkinan turunnya hujan yang lumayan kecil.

Le Mans adalah tempat spesial buat Quartararo. Ia bisa dibilang akamsi di sini. Dengan perkiraan cuaca yang sangat mendukung, tingginya mental kemenangan, dan hybridnya karakter dari sirkuit ini tentu akan membuat Aace rider Yamaha yang tahun lalu hanya bisa merebut posisi podium 3 di Le Mans ini akan mencoba sekuat tenaga untuk tampil maksimal semenjak sesi FP1 esok hari. Johann Zarco juga jangan dilupakan.

Dari sudut pandang supplier ban, Michelin mengatakan bahwa sirkuit 4,185 kilometer (2,6 mil) yang ketat dan berkelok-kelok, dengan sembilan tikungan kanan dan lima tikungan kiri, dan lintasan lurus pendek 674m (0,419 mil) berarti ban depan akan mengalami banyak pengereman keras ke tikungan dimana motor biasannya akan turun sampai ke gigi rendah dan kemudian bagian belakang akan menahan gaya berikutnya yang diberikan oleh akselerasi keras di exit tikungan.

Alokasi ban Michelin di MotoGP Le Mans 2022 akan terdiri dari ban Michelin Power Slick dengan kompon soft, medium dan hard untuk depan dan belakang, dengan ban depan semuanya simetris, dan semua opsi belakang menjadi asimetris – dengan sisi kanan yang lebih keras untuk mengatasi tikungan lebih banyaknya jumlah tikungan ke kanan.

Dua straight dan back straight Le Mans walaupun nggak begitu panjang merupakan sumber potensi kekuatan Desmosedici. Tahun lalu saat balapan kering Ducati juara disini via Miller dan Zarco pun finish podium dua, tentu kemenangan ini akan jadi motivasi tersendiri buat pembalap yang pernah berada di pole position dan podium di venue tetapi belum pernah menjadi yang teratas di Le Mans ini. Bagnaia juga dalam keadaan mental terbaiknya setelah menjuarai seri Jerez dua pekan yang lalu.

Aprilia sampai seri ke enam selalu konsisten Berada di top-5 dan memasuki Le-Mans bukan hal yang tidak mungkin mereka akan melanjutkan konsistensi ini via Aleix Espargaro. Sementara itu buat Maverick Vinales, seri seri seperti Le Mans ini harus ia jadikan bukti bahwa ia pantas bersanding di sisi Aleix Espargaro untuk tahun depan. Maverick akan mencoba selangkah demi selangkah untuk bisa lebih baik diatas RS-GP.

Melihat hasil test Jerez, sepertinya belum akan ada perbedaan pace yang bisa ditunjukan oleh Marc Marquez dan tiga pembalap HRC lainnya di Le Mans dibandingkan pada enam balapan pertama 2022. Perubahan radikal RC213V memang sangat masif sehingga Marc Marquez sendiri harus secara masif mengubah gaya balapnya. Namun tentu Itu hanyalah prediksi berdasarkan test Jerez dan race sebelumnya. Kita tidak pernah tahu apa yang akan ditemukan oleh HRC pada hari jumat dan Sabtu dirangkaian latihan bebas. Namun yang pasti Marc akan mencoba berusaha untuk bisa berada fight di barisan Terdepan dan berharap agar bisa menambah jumlah tiga kemenangan GP Prancis dan total empat podium sebelumnya di sirkuit Bugatti ini pada kelas utama.

Suzuki pasti akan juga menjadi salah satu sorotan utama di awal race weekend. Seuruh jurnalis dipastikan akan bertanya soal perkembangan berita rencana hengkangnya pabrikan Hamamatsu dari MotoGP di akhir musim ini. Namun bicara Le Mans sendiri menurut TMCBlog, mungkin Suzuki GSX-RR merupakan motor yang lebih balance dibandingkan Yamaha M1 di sini. Kalau saja Mir dan Rins bisa mencoba lepas dari bayang-bayang prahara yang menerpa mereka semenjak test Jerez, seri Le Mans nanti mungkin bisa berakhir indah buat keduanya. Tapi apakah bisa tampil dengan tenang kalau otak merasa nggak tenang?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

26 COMMENTS

  1. Kesempatan bagi Mir dan Rins unjuk perforna dan buktikan ke HQ suzuki bahwa cabut dari MotoGP adalah keputusan yg salah

  2. Rider suzuki yg finish terbaik disini berarti otaknya tenang dan bisa mengendalikan pikiran dan dialah yg jadi incaran pabrikan jika jadi bubar 😄

  3. Wak gk bahas Yamaha lagi paten kan design Yamaha Jupiter MX 135 di indo ?.

    Trend pasar Indo lagi demen Sama Jupiter MX 135 ini kayakny yg habis di rilis di Malaysia 🤤

    • masa sih?… bukannya anak2 muda Malay sana lagi pada berburu Raider 150 ( aka Suzuki Satria)?..
      sebab menjelang pelarangan penjualan Raider justru makin banyak yg berburu…
      yg punya satria aja mulai masang iklan lepas protolan….

  4. Jangan lupa karena t1 itu speed corner jadi kemungkinan kayak sedikit yg mau berani masah RHD saat start nanti
    Jadi buat Fabio posisi kualifikasi bakal menentukan juga jalannya balapan jika dia punya Pace lebih cepat dari pembalap lain

  5. Jadi ga semangat lagi ngikutin motogp, biasanya smangat kalo ada bahasan teknis, compare2 sma yg dipunya Suzuki motogp..
    Sekarang kaya hampa..kaya diputusin pacar tanpa alasan..wkwkwk..

  6. masa sih?… bukannya anak2 muda Malay sana lagi pada berburu Raider 150 ( aka Suzuki Satria)?..
    sebab menjelang pelarangan penjualan Raider justru makin banyak yg berburu…
    yg punya satria aja mulai masang iklan lepas protolan….

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.