TMCBLOG.com – Sobat Seklaian ditengah Ruwetnya Silly Season memang ada beberapa Jenis tipe manager pembalap yang vokal dalam artian, demen Cuap cuap Ke media mengenai segala hal dan ada Juga Manager yang bekerja dibawah kesunyian. Paco Sanches adalah salah satu Manager pembalap yang bisa dibilang Paling Vokal, paling Aktif dan Suka banget cerita kesana kemarin. Awak Media Pun senang sekali sama beliau ini karena memang banyak banget Konten berita hadir dari Paco Saches ini . . Mulai dari Mir Yang kebetulan Mendapat ‘ musibah ‘ akan hengkangnya Pabrikan Yang menanunginya di akhir Musim ini sampai ke keberaniannya mengeluarkan statement mengenai Kinerja Man-Management Tech3 KTM, Tim tempat salah satu Pembalap yang diasuhnya berlabuh – Remy Gardner.

Yes pada dasarnya Paco Sanchez mengungkapkan Sesuatu yang meng-iritasi Pihak Tech3 dan KTM dengan menuduh tim tidak melakukan Pekerjaan Yang baik . . Mendengar Kritikan ini, BUkan Pemilik Tech3 Herve Poncharal yang senewen, Melainkan Pit Beirer Direktur Motorsport KTM yang terlihat Nggak terima Tim Satelitnya dicaci maki Oleh Manager Pembalap Rookie yang ( walaupun Juara dunia Moto2 2022 ) sebenarnya Punya performa yang tidak Exceptional banget di 7 Balapan pembuka 2022 ini.

Secata Umum Pit Beirer bingung menentukan apakah kerjasama lebih lanjut dengan Gardner akan terjadi. Ia berharap agar Gardner tidaklagi berkomunikasi dengan KTM soal Kontraknya Via Manager tersebut dan bahkan Menyebut personal seperti Pecco Sanchez seperti ‘ Wabah ‘ Terbesar Yang menjangkiti Paddock MotoGP dalam beberapa tahun terakhir selain Corona.

Pit Beirer : “Dia mengoceh tentang KTM, tim Tech3 dan kontrak yang kami tawarkan kepada pembalapnya Remy Gardner untuk tahun 2023. Saya punya banyak masalah dengan pernyataan seperti itu. Karena Remy dan Raúl hanyalah pemula di kelas ini. Pada hari-hari yang baik, Remy telah menunjukkan bahwa dia dapat terpicu dan melaju di depan para pemula lainnya dalam kategori ini. Itu sebabnya tidak ada yang hilang dalam perjalanannya di MotoGP, baik dalam hasil maupun di jalur yang dilalui pendatang baru. Tapi untuk pemula di kelas ini perlu sedikit kesabaran sampai hasil pertama datang.”

“Paco Sanchez menuduh kami tidak melakukan pekerjaan dengan baik dengan tim Tech3. Maaf kata nih ya, pemilik tim Hervé Poncharal telah berada di paddock ini selama 30 tahun dengan sukses, dia  Presiden IRTA selama lebih dari 20 tahun. Dia memiliki lebih dari 50 karyawan yang dia bayar setiap bulan. Hervé adalah pemimpin tim dan profesional.”

“Kami melakukan pekerjaan yang baik dengan Remy di Kejuaraan Dunia Moto2, dia naik ke MotoGP bersama kami sebagai juara dunia dan mendapat kesempatan MotoGP bersama kami, dengan kontrak yang dibayar sangat baik. Kemudian saya harus membaca pernyataan dari Pak Sanchez di media bahwa KTM dan Tech3 memberikan kontrak yang buruk. Anda menerima pernyataan ini dari seseorang yang mungkin tidak melakukan apa-apa sepanjang minggu selain bermain-main dengan telepon mereka. Kami, di sisi lain, mempekerjakan lebih dari 100 orang di departemen MotoGP sehingga kami dapat memberikan performa terbaik di setiap Grand Prix.”

“Apa yang terjadi sekarang sehubungan dengan Remy adalah gangguan besar. Ini juga merugikan pengemudi. Tentu saja, mereka adalah pahlawan kami yang sebenarnya, karena merekalah yang harus tampil. ”

Waduh, Gawat ini . . Secara umum dari kata kata yang diucapkannya terlihat memang Pit Marah besar dan Mungkin saja akan berefek pada Pembalap pembalap yang berada di bawah kendai Paco Sanchez ke depan. Dengar Dengar Joan Mir tidak masuk List Pembalap KTM gegara ini dan Bisa jadi Satu tempat Kosong di tech3 siap diisi Oleh Pembalap pembalap Seperti Miller, Rins ataupun Pol Espargaro gegara perkataan Paco Sanchez ini.

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

31 COMMENTS

    • Di moto3 saja motor termasuk mesinny udah disewakan tdak bisa lgi tim membeli aplgi MotoGP mana mau mereka menjual motor prototype kpda tim lain yg bakal jadi saingannya

  1. Kalo di translate English nya omongan Pit Beirer ini terasa lebih serem loh, terutama statement soal peran manager yg hanya menjadi wabah penyakit di lingkungan MotoGP dan nyindir kerjaan manager yg cuman main hape doank, wkwkwk,

    • ya sebenernya manager itu nambah cost tapi susah juga.
      pembalap tanpa manager di tekan abis2an lu mau ga gaji sekian kontrak sekian.
      tar yang ada kontrak per 3 bulan kalo ga ada manager yang bisa nego.
      gaji pas2an UMR.

  2. Kalo mir beneran masuk Repsol jangan harap bisa ngoceh kayak gitu, Crutchlow yg cuwawakan tanpa tedeng Aling-Aling bisa anteng disana

  3. Remy,mir jadi kena sial gara gara managernya 😅😅😅

    Coba tiru nakagami yang managernya sang ibu… Emak emak biasanya yaa gitulah… 😆

  4. Emang manager itu kadang bawa sial, mirip Zarco waktu masih sama fellon kan? Dipaksa ke ktm akhirnya runyam…

    Sekarang zarco nyaman gak ada manager 😆😆😆

    Bebas tentukan masa depannya

  5. Kayak nya bos bos motoGP sekarang cukup baperan ya, baik Puig, Jarvis, Ciabatii/ Tardozzi (lupa yang mana), dan sekarang Pit Beirer…wkwkw.
    Jangan terlalu open mic lah buat petinggi tim, cukup para rider aja. Para rider panas panasan juga pembuktian di sirkuit.
    kayak nya cukup Aorilia aja yang kalem kalem bae…

    • Kalem apaan, trio great Britain Redding lowes Smith pensiun dri MotoGP gara2 mnager aprilia. Terkhusus Redding dan lowes yg mengkritik motor Aprilia langsung d tendang

  6. Pak bos sensi aja nih, kan itu kerjaan penjual kecap profesional. Penjual macam ini bakal disayangi dorna. Bikin meriah. Hehe

  7. Team moto gp harusnya nyari pembalap dr moto2 yg biasa2 aja atau jrng podium. Pasti di motogp bs lebih baik & greget. Macem fabio waktu di moto2 kan dia tergolong pembalap tdk kompetitif..bukn jarang tersorot kamera. Nyatanya pmbalap dr moto2 yg yg konsisten..di motogp jeblok hasilnya. Contoh: luca merana,remi gardner,raul fernandes,bezzechi dan masih bnyak lg.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.