TMCBLOG.com – Walaupun dalam prakteknya Ducati umumnya sering melakukan psywar ke Honda, namun jika ada pabrikan lain yang cukup sering dan gencar membidik dan berseteru frontal dengan Ducati malah biasanya datang dari pabrikan Eropa sendiri. Sebut saja misalnya Aprilia dan KTM. Khususnya KTM dalam setahun belakangan memang cukup sering berseteru dengan Ducati, walaupun entah kenapa Ducati jarang memberikan respon yang kuat jika ke KTM. Namun walaupun biasa berseteru seperti misalnya dalam hal sendok swingarm dan front ride height devices, baru-baru ini, Direktur Motorport KTM Pit Beirer akui salut dan sepakat dengan Ducati soal 2 hal berikut ini . . .

Yang pertama adalah soal bagusnya basis notor dari Desmosedici baik GP22 maupun GP21. Untuk hal ini Pit mengatakan ke Speedweek bahkan katakan ia harus angkat topi buat Ducati. “Anda harus angkat topi dan mengucapkan selamat kepada rekan-rekan Anda di Bologna. Ducati saat ini memiliki basis yang sangat baik. Juga, pada saat yang sama ketika motor menjadi begitu kuat, mereka juga memiliki delapan pembalap di empat tim di MotoGP untuk melengkapi mereka.”

“Tentu saja ada ketidak-seimbangan tertentu ketika delapan pembalap memiliki motor yang begitu kompetitif, Tapi kita harus hidup dengan itu. Manajer Ducati melakukan pekerjaan dengan baik. Kami sekarang harus menyatukan kepala dan bekerja keras untuk melawan superioritas Ducati.”

Hal kedua dari kesetujuan Pit Beirer kepada Ducati adalah ketika bicara soal kenapa ada fenomena kesepakatan dari masing-masing pabrikan untuk tidak menghukum pembalap yang kedapatan tekanan bannya diluar angka yang diregulasikan. Hal ini sempat tercuat pasca test Jerez dan sebenarnya sudah selesai setelah Dorna turun berbicara dan memberikan klarifikasinya. Namun tetap saja, Pit Beirer berani menjadi pabrikan kedua yang berbicara masalah ini dan secara umum mendukung apa yang dikatakan oleh Gigi Dall’Igna sebelumnya.

“Saya sangat setuju dengan Gigi Dall’Igna. Dia dengan tepat menyebutkan bagaimana keadaan dengan masalah ini. Memang benar bahwa ada kebulatan suara di aliansi pabrikan MSMA untuk tidak menjatuhkan hukuman ketika [pembalap kedapatan] di bawah tekanan udara yang direkomendasikan. Karena sensor sangat jauh dari akurasi sehingga nilai pastinya tidak dapat ditentukan dengan andal.”

“Tahun ini pabrikan memiliki platform terbuka tempat kami mengirimkan semua data kami. Tapi bukan untuk mempermalukan tim mana pun di media atau di depan umum, tetapi untuk belajar bersama. Kami ingin mendapatkan pengukuran untuk tahun depan sedemikian rupa sehingga hukuman dapat dikenakan jika tekanan ban turun di bawah tingkat yang ditentukan.”

“Diskusi baru-baru ini setelah balapan Jerez tidak adil untuk Ducati. Juga sangat tidak profesional bagi pabrikan mana pun untuk membicarakan hal ini sekarang, meskipun kami dengan suara bulat memutuskan untuk tidak menghukum pembalap atau tim mana pun untuk itu pada tahun 2022.”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

17 COMMENTS

  1. sulit utk KTM utk bisa sekompetitif Ducati saat ini, itupun masih belum cukup krn sampai skrg rider Duacti belum juga merasakan juara dunia sejak 2007, mungkin tahun ini

    • Politik motogp udah mendekati Formula 1 . Menarik sih ..
      Ducati jadi public enemy karena jadi pionir ,
      Pembalap satelit paket motor factory
      Winglet , RHA , Design motor Radikal

      Lebih ke iri aja sih KTM ngekor apa yg selalu dimulai . Design aero ktm aja mirip ducati .
      Coba kalau menang , si aki² ngag bakal bacot² ..

  2. deketin, deketin ,caplok!

    jadi nanti kan bisa
    husqy= mesin Desmo ,sasis rc16,fairing desmo
    gas gas gas=mesin rc16 ,sasis Desmo,fairing rc16
    cfmoto dan qjmotor= fusion salome

    • Wheelie 2004 krn elektronik masih tradisional, ecu inhouse malah makin nempel itu ban depan ke aspal tanpa perlu sayap.

    • Ini serius mw hobi motor wheelie kek zaman dulu banget ?

      Rider rider alakadar bisa ngamok ngamok di media nanti 😂

      “Motor kami terlalu liar, turunkan power”
      *Jadi makin lemot
      *Rider bertalenta makin ngacir
      “Performa antar pabrikan terlalu timpang, tontonan jadi membosankan, batasi kemampuannya”

      Akwkawk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.