TMCBLOG.com – Selama ini Memang fabio Quartarrao selalu mengumandangkan Kepada Iwata betapa Yamaha m1 butuh tambahan Top Speed. Namun Secara umum jika diulik di mesin Nggak akan terlalu banyak yang bisa diharapkan, paling hanya perubahan /Update dari Setup elektronik FR Ratio, timing dan lain lain. Mungkin Kurang bisa diandalkan untuk mengerek Top Speed Yamaha M1. Di Surkuit lain Seperti Lusail Qatar, Yamaha M1 Bisa kalah 9 km/jam dari Desmosedici . . . Lah Gimana  di Ujung Straigt jelang tikungan San Donato akhir pekan ini. Bisa tambah banyak beda Top Speednya Jika tidak ada update yang di bawa

Medio Maret 2017 yang lalu Lin Jarvis mengatakan Bahwa Yamaha Sebenarnya Buka Mata dan Buka telinga terhadap apa yang diinginkan Quartararo. namun ya Memang kalau Paket Mesin nggak banyak Yang bisa dibuat. Mugello dijadwalkan untuk agenda perubahan kami. Di Mugello, lalu di Catalunya ada straight yang panjangnya 1 km lagi. Jadi Yamaha mungkin membutuhkan winglet yang lebih kecil saat itu agar tidak kehilangan lagi 9 km/jam top speed.” Begitu Kata Lin Kala itu.

Mugello, Sirkuit di Tuscany – Italia yang begitu kental dengan karakter, legenda, dan mitos Kejuaraan Dunia FIM MotoGP yang sungguh unik dan tidak ada duanya. Ini bukan hanya Balapan Kandang dari Pembalap Italia, Namun Juga balapan Kandang Untuk dua Pabrikan Italia yang kebetulan keduanya tidak memiliki Paritas performa yang etrlalu jauh seperti Tahun tahun sebelumnya.

Ducati dan Aprilia Bisa dikatakan hampir Sepadan saat ini dan Baik keduanya memiliki potensi fight untukmemperlihatkan Siapa Pabrikan Italia terbaik di Kandang . . Mugello seperti Juga Misano, merupakan El-Clasico Tersendiri buat Ducati dan Aprilia. Ducati sendiri tentu siap dengan Top-end Power mereka yang beringas, sementara Aprilia khususnya Aleix Espargaro bersiap mengahdirkan Konsisten mereka kembali . . .

Namun Apakah Fight keduanya akan diganggu Oleh Yamaha yang berencana Mengadirkan Aero-Fairiang baru? Bisa saja sih Dalam 1 dekate terakhir ( etermasuk 2022 Mugello yang absen ) Yamaha telah menorehkan kemenangan 5 kali dan Terbanyak dalam 1 dekade terakhir. Ducati Tiga Kali dan Honda Hanya sekali. Dan patut dicatat tahun 2021, Fabio Quartararo berhasil Menjadi Juara dengan talenta Eksepsionalnya yakni dua Mode Metronom yakni Performa dan Konservatif.

Namun begitu tmcblog sendiri sangat percaya Bahwa Modal konsistensi race Pace seperti metronom punya Potensi Kurang bila diaplikasikan di Musim 2022 ini. Ducati Bukan Hanya Kencang di straight saat ini, dengan bantuan seperti Down Wash Duct yang disinyalir bisa menciptakan Semacam ground Effect ketika pembalap Menikung Plus beberapa Pembalapnya Seperti Johann Zarco tetap menggunakan Front Ride height Device . . akan membuat Level balapan di Mugello disinyalir Kuat akan meningkat tahun 2022 ini.

Oleh karena itu, Yamaha Memang harus serius menghadapi tantangan Bahaya Laten ini. Jika Yamaha Jadi menghomologasikan Aero fairing abru maka ini adalah Desain Homologasi Terakhir Karena MotoGP hanya memperbolehkan dua kali Homologasi AeroBody.

taufik of buitenzorg | @tmcblog

34 COMMENTS

  1. Kunci utama Fabio kalo mau menang di Mugello adalah dia harus P1 saat kualifikasi dan start yg luar biasa kayak tahun lalu karena setelah T1 Mugello bakal banyak speed corner yg jadi makanan Yamaha biasanya
    Karena tikungan terakhir Mugello lebih ke speed corner maka pakai winglet kecil atau low drag Aero mungkin bisa lah buat fabio

  2. Masalahnya sekarang kalo sudah dibelakang knalpot pembalap lain, ban depan terlalu panas, grip berkurang,
    Ke samping sulit nyalip kena turbulensi

  3. bener neh wajib turing, susah2 nyalip di tikungan pas lurusan dibalesnya gampang banget, langsung jauh pula

  4. Permisi Wak Haji,numpang tanya ya.Apkh bnr jk skrang sdh suara2 yg mngarah ke plrangan “down wash duct” srta revolusi total atran aero fairing di MotoGP?Apkah bnr jk Dorna skrang sdng mnggodok aturan “cost cap” (akbat ksus Suzuki)?Jk hal2 tsb bnr,sdah smpai sjauh mna prkembangannya?Menurut Wak Haji pribadi,apkh mmang bnr jk “down wash duct” ini nanti brpotensi akan mmbuat motoGP tdk mnrik (sperti yg dkatakan kbnyakn org) dgn alsn nambah cost R&D,ada yg blng pmblap akn kslitan overtake krn “dirty air & turbulensi” shngga race cuma lap 1-2 lalu jd touring (monoton) ?Atas jawabannya,terima kasih🙏

  5. Tertinggal jauh dari kompetitornya dalam hal development, sudah konsekuensinya Yams, berat kayaknya di Internazionale Autodrome del Mugello bisa podium

  6. Menarik liat bestie vs pikolo bakal duel atau pikolo rebahan lagi.
    Lalu duo suzuki setelah sebelumnya rebahan semua.
    Taro musti start front row kalo gak dibully disini.

  7. Jadi males nonton gp semenjak tidak ada rossi dan marc yg sering absen.. Skrg gak ada jagoan yg bisa dipastikan menang setiap racenya. Hufh

    • Ya tinggal gausah nonton aja. Repot amat. Lagian nonton gp bukan kewajiban wni kok, ga nonton jg ga bikin lu dideportasi ato diphk wkwkwk

  8. Gp 21 dengan up grade terbaru ditangan pebalap tepat masih memiliki peluang menjanjikan di mugello.
    Cekidot kita liat perkembangan dari Fp1 sampai race berakhir.

  9. mungkin perlu dicontoh suzuki, biar bertahan dimotoGP gak perlu lagi banyak keluar biaya untuk riset mesin, toh performa sudah baik. riset part2 ringan saja, saya rasa riset fairing dan winglet bukan hal yang “mahal” untuk suzuki. yang penting di balap sekarang bagaimana TIM meramu SETUP motor dan membuat strategi yang baik dan benar di balapan

  10. itu kan data lama , justru itu skrg dgn adanya winglet cmn menguntungkan motor yg punya engine power full… dan cm ducatilah yg untung… honda yamaha gk pernah punya engine yg power full cm mereka punya agility yg bagus…

    • Kata siapa engine Honda ga powerful? Ngaco ini. Sejarah RCV di MotoGP lumayan kenceng jg mesinnya di MotoGP. Tp emg ga dibikin terlalu ganas krn terlalu liar jg susah. Di F1 jg kan Redbull dibikinin mesin kenceng jg oleh Honda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.