TMCBLOG.com – Berbarengan dengan Kawasaki KLX230 Series, hari ini Kawasaki Motor Indonesia resmi memperkenalkan sebuah kendaraan bermodel sepeda atau motor mini dengan tenaga listrik yang dinamakan Kawasaki Elektrode. Dirilis pada ajang Jakarta Fair 2022, saat perilisan KMI mengaku belum membuka keran inden dan pembelian model kendaraan yang sekilas mirip Push Bike ini. Walau begitu KMI berencana menjualnya nanti dengan harga 20 juta Rupiah (Off The Road).

Pengalaman berkendara pertama seorang anak adalah hal yang istimewa, dan Kawasaki Elektrode dirancang untuk menawarkan hal itu. Elektrode, kendaraan listrik pertama Kawasaki yang dapat digunakan anak-anak berusia mulai dari 3 hingga 8 tahun, menjadikannya langkah pertama menjadi seorang rider yang sempurna.

Dengan penampilan dan proporsi yang mirip untuk sepeda biasa, anak-anak akan segera merasa nyaman duduk di atasnya, dan motor listrik 250 watt sebagai penggeraknya dalam berarti tidak ada knalpot yang keras dan tidak ada rantai seperti minibike tradisional, mendorong anak-anak untuk mencobanya dan menyenangkannya untuk dikendarai serta dikendalikan.

Dirancang dan dibuat sendiri oleh Kawasaki khusus untuk anak kecil, Elektrode menawarkan kualitas rakitan dan keandalan Kawasaki yang teruji. Saat anak-anak melihat cat Lime Green yang ikonik, plat nomor dan grafis yang terinspirasi dari motorcross, mata mereka akan terpukau di versi mini dari motor Kawasaki favorit mereka ini.

Orang tuanya juga tak perlu khawatir. Meskipun Elektrode terinspirasi dari balapan, bobotnya cukup ringan, pusat gravitasi yang rendah dan memiliki mode kecepatan yang dapat dipilih. Elektrode juga bisa muat di jok belakang atau bagasi mobil kompak seperti layaknya sepeda mini biasa.

Baterai lithium-ion bisa digunakan hingga 2.5 jam dalam sekali charge, dan butuh 2.5 jam pula untuk full recharge. Ini artinya Elektrode bisa dimainkan oleh anak-anak setiap harinya. Baterai dari awal dirakit ke dalam rangka aluminium Elektrode, yang menjauhkannya dari kotoran, debu, dan batu serta melindunginya dari potensi kerusakan akibat jatuh atau penggunaan keras oleh anak- anak, menambah masa pakai baterai secara keseluruhan.

Dan yang makin membuatnya aman adanya tiga mode kecepatan yang dapat dipilih (Rendah: maks 8km/jam, Sedang: maks. 12km/jam, Tinggi: maks. 21km/jam) memberikan berbagai performa untuk mengakomodasi anak-anak agar tumbuh dalam keterampilan dan kepercayaan diri. Pada layar LCD pemilih mode memerlukan kode sandi dari orang tua sehingga orang tua dapat mengontrol berapa banyak daya yang bisa digunakan.

ELEKTRODE™

Frame Type Aluminum
Front Suspension/Wheel Travel 28.8 mm steel fork / rigid
Rear Suspension/Wheel Travel Rigid
Front Tire 16 x 2.125
Rear Tire 16 x 2.125
Front Brakes –
Rear Brakes 160 mm mechanical disc
Handlebar Clamp Size 22.2 mm
Steering Stem Size 28.6 mm
Seat Post Size 27.2 mm
Motor Type Air-cooled, brushless, in-wheel
Power Modes 3 modes (High / Mid / Low)
Max Speed by Mode – H / M / L 13 mph / 7.5 mph / 5 mph
Drive System Direct hub motor
Battery Type Lithium-ion (in-frame)
Battery Voltage/Capacity 36 V 5.1 Ah (187.2 Wh)
Battery Rated Output 250 Watts
Battery Running Time 150+ minutes
Battery Charge Time 2.5 hours (approx)*
Maximum Battery Charge Cycles 500 (after which 80% of original charge capacity)

Rake 25 deg / 2.95 in (75 mm)
Overall Length 48.6 in (1,235 mm)
Overall Width 22.9 in (582 mm)
Overall Height 30.2 in (767 mm)
Ground Clearance 5.5 in (139 mm)
Seat Height 16.1-20.5 in (410-520 mm)
Wheelbase 32.75 in (832 mm)
Curb Mass 31.97 lbs (14.5 kg)
Color Choices Lime Green
Appropriate Rider’s Age 3~8 years old
Rider Weight (max) 99.5 lbs (45 kg)
Footrest Yes (footpeg, foldable)
Charging power source 110-V Single Phase AC (Home)
Charging connector Under the frame
Number plate STD

18 COMMENTS

  1. sepeda bocah idatten jump seharga 20jt? mainannya rafatar dan sejenisnya ini mah

    kalo ide dream kid dokitto dibangkitkan lagi dimana orang tua merakit motor anaknya sendiri tapi diganti listrik agar tidak kontroversial lagi sepertinya akan lebih menarik

    • Kid daito? Fix orang tua ini.. :v
      Tetaplah hidup & sebarkan cinta pak tua.
      Kalau bukan orang tua, atau yg banyak baca ga tau ini.

  2. Wak haji, boleh request artikel gk? Terkait perbandingan biaya dalam penggunaannya, motor Bensin vs motor listrik. Kan motor listrik ngecasnya di rumah tu, nah listrik dirumah kan bayar tuh.. terutama yang listriknya pake token. Makasih wak

    • Gak usah dibandingkan, udah pasti mahalan motor listrik, bukan karena penggunaan biaya listrik yg banyak tapi karena biaya penggantian baterai sekitar 5 tahun sekali yg harganya 1/3 harga baru motor listrik, misal gesit baterainya harga 7jt

    • Yang sudah punya mobil listrik saja pada ngeluh dan kemaren sangat ramai dibahas (live) di salah satu radio paling berpengaruh di Jawa Timur terutama Surabaya.
      Ternyata banyak ruginya dari pada manfaatnya untuk saat ini karena disamping biaya perawatan yg sangat mahal juga listriknya harus ada tersendiri dan minimal 7700watt dan lebih parahnya yg tesla saja (turbo charhing) ngecasnya 2,5jam baru bisa sampai penuh jadi gak bisa buat yg tergesa² dan atau mobilitas tinggi belum lagi harus hitung²an kilometer pada kemacetan kuatir kehabisan setrom dijalan akhirnya malah capek mikir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.