TMCBLOG.com – Setelah resmi mengumumkan melepas Jack Miller, di sela-sela acara pra-pembukaan World Ducati Week yang akan diselenggarakan pada 22-24 Juni 2022 nanti, CEO Ducati Claudio Domenicalli kepada GPOne memberikan sedikit penjelasannya mengenai tandem masa depan Pecco Bagnaia dan reviewnya mengenai Ducati yang sampai seri ke 9 MotoGP 2022 dengan 8 pembalap namun mereka bahkan tidak berada di top-2 klasemen sementara.

“Tentu saja (posisi di) klasifikasi (MotoGP) belum membayar upaya yang telah kami lakukan. Di awal musim, kami juga membuat kesalahan dari sudut pandang teknis. Motornya belum siap dan Bastianini diuntungkan karena dia mendapati dirinya dengan motor yang sudah siap. Pembalap membuat kesalahan lain, Enea mengalami crash dua kali berturut-turut dan sangat sulit untuk membidik gelar ketika ada pembalap lain, seperti Fabio dan Aleix, yang tidak melakukan kesalahan sehingga kami juga memiliki kesalahan.

Kami mengalami banyak nasib buruk, karena pada balapan terakhir (Catalunya) sulit untuk menyalahkan Pecco, namun kami mencetak nol poin pada saat penting untuk berhasil dan ketika Bagnaia sangat kuat, kami kalah dengan Quartararo.”

Konfirmasi hengkangnya Miller tahun depan menegaskan hadirnya kursi kosong di samping seat Pecco Bagnaia. Sampai saat ini yang jelas ada dua nama yakni Jorge Martin atau Enea Bastianini. Domenicali pun memberikan penjelasannya ketika didesak untuk memberikan clue siapa di antara mereka berdua yang akan naik ke tim pabrikan tahun depan.

“Mereka adalah pembalap profesional dan mereka bagus. Kami ingin Bastianini dan Martin bersama kami untuk masa depan, mereka adalah dua orang yang merupakan bagian dari rencana kami dan kami sedang bekerja untuk ini.”

“Saya pikir saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua evaluasi, juga karena tidak ada yang memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri sepenuhnya. Jorge dioperasi minggu ini dan motornya belum siap pada awalnya, mari beri mereka waktu. Bagaimanapun, mereka berdua akan memiliki peluang yang sama tahun depan karena mereka akan memiliki dua motor yang benar-benar identik. Dari sudut pandang olahraga (tahun depan) mereka akan memulai dengan cara yang sama, dari sudut pandang teknis yang sama.”

Ketika kembali didesak untuk menjelaskan kapan kira-kira Ducati akan mengambil keputusan, Domenicali menjawab “(keputusan) Itu tidak akan diambil di dua balapan berikutnya (Sachsenring & Assen), kami ingin mengambil sedikit lebih banyak waktu, dan kebangsaan tidak akan penting, evaluasi ini ekslusif soal poin poin performa dalam olahraga.”


 

Karena Assen akan menjadi gelaran terakhir sebelum masa Summer Break, tandem Bagnaia tak akan diumumkan sampai akhir paruh pertama MotoGP 2022. Opini kami adalah mencoba melihat apa yang diucapkan oleh Domenicali di atas adalah sebenarnya saat ini (sampai seri ke 9) secara fakta dan angka, jelas dan tak terbantahkan bahwa Bastianini berada dalam posisi teratas untuk menempati posisi di samping Pecco. Namun karena mungkin semenjak awal Ducati sudah berencana menaikkan Jorge Martin di 2023 ke tim pabrikan, maka fenomena melonjaknya performa Bestia dengan angka-angka yang sangat jauh dibandingkan Jorge (terlepas dari cederanya Jorge) tentu mengejutkan buat mereka dan tidak diperkirakan sebelumnya oleh Ducati Corse.

Buat TMCBlog . . . Pernyataaan Domenicali tentang “..Bastianini diuntungkan di awal karena motornya lebih siap..” terlihat bahwa seakan Domenicali mengesampingkan sisi talenta dari Bastianini dan lebih melihat bahwa raihan kemenangan di awal musim Gresini Racing ini karena motornya, dan satu lagi tentang kalimat “..juga karena tidak ada yang memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri sepenuhnya..” terlihat seperti mengacu pada semua, ke kedua pembalap untuk memberikan kesan ‘keadilan’. Namun menurut TMCBlog kalimat tersebut hanya mengacu ke Jorge Martin dan hal ini diperkuat dengan kalimat “..kebangsaan tidak penting..”. Kamu bisa mengunyah-ngunyah sendiri maksud dari Domenicali di atas sob . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

33 COMMENTS

    • kalo saya sih yakin duet Duo Itali yang bakal naik pabrikan,,
      gak tau kalo mas anang.

      so, Martin Stay di Pramac, oliveira ke Gressini.
      untung banget Sponsor Indo, hilang bestia datang Oliveira, bukan pembalap kaleng” jelas.

  1. Yg pasti klo Martinator yg naik, seat dia di Pramac utk Bestie (otomatis dpt Desmo spek pabrikan). Smntara tim Gressini tetep Desmo spek tahun sblmnya (lagi).

    • Ga ada yg pasti bro. Kalo Marini aja bisa dpt spek pabrikan kenapa Gresini tidak?
      Bisa aja malah slotnya yg digeser.

  2. Domenicali: ” . . saat ini bukan waktu yang tepat untuk melakukan semua evaluasi ~~ . . mereka berdua akan memiliki peluang yang sama tahun depan karena mereka akan memiliki dua motor yang benar-benar identik.”

    Berarti kamsudnya Bestia dan Martin baru akan direview Domenicali untuk posisi seat tim pabrikan mulai tahun depan karena dianggap dalam posisi yg seimbang secara teknis (?) Kayaknya ada pembalap non Italia [bisa jadi pembalap Spanyol atau Portugal] yang dikontrak cuma setahun sambil nunggu hasil review performa Enea dan Jorge di musim 2023 nih. Hmmm

  3. Agak riskan memakai pembalap yg habis cidera parah, performa kadang keganggu, melihat kasus marquez & morbidelli
    Kalo merujuk semua clue, arahnya ke martin tapi kalo ducita seneng sandbagging siapa yg tau…

  4. Kalo perlu jelang 5 race terakhir,
    Biar aja enea n martin unjuk kemampuan dulu,
    yg penting udah dijaga stay di duca
    sehingga disatu sisi mereka udah ngerasa dijamin seatnya
    n disatu sisi duca gak perlu khawatir bakal dibajak

  5. “. . . juga karena tidak ada yang memiliki kesempatan untuk mengekspresikan diri sepenuhnya.”
    maksudnya mungkin penilaian secara adil belum bisa dilakukan krn kedua calon (Enea dan Martin) masih belum memiliki kondisi yg sama.
    – Enea diuntungkan dgn motor yg udah jadi sdgkan Martin sempat struggle di awal musim krn kesalahan teknis GP22 dan cedera yg masih ada yg membuat dia ga bisa 100% perform (dr sini aja udh ga adil sih, mungkin Ducati ga mau salah langkah)
    – meskipun sering juara, Enea masih belum menemukan konsistensinya meskipun dalam keadaan 100% fit dan motor yg udh jadi, masih sering crash baik di sesi latihan maupun race, mungkin Ducati inginnya nunggu progress Enea sampai dia bener2 bisa konsisten at least konsistensinya setara Pecco dan Martin di kondisi fit-nya,

    idealnya sih pengumuman di akhir musim aja biar lebih banyak data yg terkumpul, tp ntahlah Ducati maunya kyk gmn,

    • Sebenarnya bisa saja akhir Musim, toh sebenarnya kontrak kedua pembalap sudah di teken Oleh Ducati Corse, tinggal Posisi saja yang dikonfirmasi

      • wak pernah bilang di channel mbak lucy, kalo martin pakai data pecco untuk gp22, makanya struggle sdangkan gaya balap mereka berbeda. apa bner itu wak.

  6. Sampai nanti akhirnya diputuskan siapa, bastiono dan martil disinyalir tersugesti push over the limit. Untuk membuktikan siapa yang lebih pantas. Resikonya ya rentan jatuh. Kalo udah begini, yang rugi ya ducita juga. Gimana mau ngurung taro 😂

  7. Sudah tradisi di dukduk, ketika di tim “junior” mentereng lalu pindah ke tim Factory malah masuk angin.

  8. yg harus dipikirkan ducati juga team gresini nya jangan sampai team yg masih sangat muda gresini harus kehilangan maskot ridernya yg menjadi magnet sponsor, ntar enea pergi sponsor pada cabut efek dr motor ducati gresini jarang kesorot kamera kan berabe juga ga baik untuk kelangsungan team secara keseluruhan…sekarang mending sering kesorot kamera otomatis sponsor cairrrr bonus dapetttt, team operasional jalan…lha kalau nyungsep dibelakang terus apa ga ketar ketir sponsornya.efek domino,yg paling logis yah martin yg naik enea di gresini, oliviera masuk pramac…sangat sangat logis, win win solution

    • Sebenarnya selain MS Glow (dan mungkin beberapa sponsor yg sy gatau) deal sponsorshipnya udah lebih dulu sebelum Gresini secemerlang ini. Aspira dan Federal oil udah hampir karatan itu nempel di fairing Gresini, sampai bikin Fausto bolak balik ke Indo beberapa tahun lalu. Disusul Bold dan Antangin, syg Respiro malah cabut.
      Jadi ya kyknya suara sponsor tidak dijadikan acuan utama sih ya, semua pengiklan pada dasarnya berharap brand-nya kena sorot kamera kok. List di atas aja yg dpt hoki warbyasa tahun ini.

      Kalopun pada akhirnya nanti Enea cabut dan Gresini jadi tim medioker, sejak jaman Gibernau sampai Simoncelli ya memang kodratnya mereka di situ. Sambil satu atau dua kali menang.

  9. Yang pasti dukati masih menilai dari hasil paruh musim ini, dan untuk meyakinkan ke dua pembalapnya, bahwa mereka nanti akan menggunakan motor dan spek yg sama
    Tinggal naruh dan milih tempatnya
    Antara di factory atau pramac

  10. Bukannya Martin memang anak emas kedua setelah Pecco di Ducati ya wak? Ditambah Martin lebih ngebet pake motor warna merah daripada Enea.

    Ducati Lenovo: Pecco & Martin
    Pramac Ducati: Zarco & Enea
    Gresini Ducati: Oliveira & Diggia

  11. Gak salah sih ceo ducati ngomong begitu (menang karena motor lebih siap). Sekarang saat ini hampir semua pembalap ducati bisa berjuang untuk podium dan bahkan untuk menang.
    Beda kalau ada pembalap ducati yang konsisten dan dominan. Fakta dan nyatanya pembalap ducati angin2an.

  12. Emang ducati gak jualan motor di australia ya ..slalu mengedepankan pembalap italy seh. Jack akan malah mirip Pedrosa yang ke KTM. Bisa bikin KTM tambah gahar. Karena pengalaman JackMiller diducati bisa diambil. Ducati mulai panik kayak KTM yang panik pertahankan pembalap mudanya.

  13. dari komentar ducati, jelas klu mrk masih kasih wkt buat JM, krn EB sdh aman dan lebih mudah menempatkannya spt yg EB bilang klu dia hanya minta spek pabrikan, sdgkan tim manapun tdk soal baginya
    ducati g pusing sbnrnya, yg pusing adalah JM bgmn caranya ngalahin point EB 😁😁😁

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.