TMCBLOG.com – Jelang rehat musim panas MotoGP 2022, kabar mengenai salah satu pembalap With-U RNF Yamaha yakni Andrea Dovizioso juga sempat menghangat. Sudah bukan rahasia lagi, Dovi sepertinya sulit beradaptasi dan butuh waktu lebih lama lagi untuk bisa menyatu dengan Yamaha YZR M1. Memulai dengan M1 ‘warisan’ Morbidelli, Dovizioso mulai memakai motor bermesin CP4 ini sejak lima balapan terakhir MotoGP 2021 lalu. Namun, sampai dengan seri ke-sembilan balapan musim 2022 ini, pembalap Italia ini baru mampu mengemas 12 poin.

Dovizioso terakhir mengungkapkan bahwa Yamaha M1 sudah kian sulit untuk dimengerti oleh pembalap pembalap selain Quartararo. Seluruh arah pengembangan dan setup fine tunning dari M1 sudah sangat terkonsentrasi ke Quartararo yang mampu menguasai M1 dengan gaya balapnya yang khas terutama soal mendapatkan grip ban belakang saat menyapu tikungan cepat bahkan di saat kondisi trek dan cuaca tidak bersahabat sekalipun. Hasilnya? Dovi bahkan kesulitan dalam empat balapan terakhir dimana ia tidak mampu menuai poin sama sekali.

Melihat sulitnya musim yang dialami Dovi ini, rumor paddock banyak yang mengarahkan bahwa Dovi akan ‘menyerah’ di tengah musim. Bulan April 2022 yang lalu, media asal Inggris -BT Sport- sempat mengungkapkan kemungkinan perubahan komposisi pembalap di RNF musim ini dimana nama Jake Dixon yang pernah menggantikan Morbidelli tahun lalu mencuat kembali dan kini rumornya ia akan didaulat sebagai pengganti Dovi.

Update terakhirnya, Richard Jove, mantan manajer Maverick Vinales yang kini menjadi komentator Dazn Spanyol pun kian menguatkan rumor ini, namun juga sekaligus membuyarkan potensi viralitas info ini. Via cuitannya di Twitter Jove menuliskan “Anda ingin tahu sesuatu yang menarik? Bagaimana bila saya ungkap bila Jake Dixon belum lama ini menerima tawaran untuk menggantikan Andrea Dovizioso di RNF Yamaha dan berlaku secepatnya?”

“Mengejutkan, bukan? Well, tetapi itu (Dixon ke RNF) tidak akan terjadi karena pembalap Inggris tersebut sudah menolak proposal yang diajukan kepadanya.”

Jove dulu adalah orang yang pertama kali mengungkap potensi Vinales hijrah ke Aprilia dan sudah terbukti benar. Silahkan juga simak info-info menarik dari Jove ini seperti bagaimana terakhir ia mengungkapkan bahwa Pedro Acosta tidak akan naik ke MotoGP pada musim depan walaupun sempat diincar oleh HRC. HRC makin dekat dengan Joan Mir yang tengah mencari tim untuk musim 2023 menyusul keputusan mundur tim Suzuki Ecstar adalah salah satu sinyalemen kuat penyebab HRC menahan rencana mereka soal Pedro Acosta.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

41 COMMENTS

  1. Suka gak suka bener juga sih pernyataan Dovizioso soal M1 khusus quartararo, karena gak ada yang mampu bawa ke front row selain quartararo

    Sekalipun ada lorenzo, rossi, pasti kepayahan bawa M1

    Karena ini sudah dibuat khusus untuk taro menari nari di tikungan

    Yamaha lakukan ini karena sudah tidak punya Nama besar sepeninggalnya Vale, lorenzo.

    Crutchlow sebagai test rider kita jarang liat yaa?? Atau test rahasia di sirkuit tertentu tanpa terendus media?! 🤔

    • Apa jangan2 selama ini Crutchlow ngetesnya dijalanan pantura…
      Kan pake wearpack lengkap, jadi tidak keliatan….
      Heehhehehe….

    • Kadang lucu yg pada sewot ama ace rider centris, terus jadi alasan oleh rider yg lemot

      Mm datang ke hrc dengan warisan setup Daped Stoner bisa jurdun sampe akhirnya dominan sendiri, disewotin

      Taro datang ke Yamaha dengan warisan development rossi-vinales, sampe akhirnya dominan sendirian, disewotin

      Seakan akan ace rider yang salah.

      Mana dovi dikentutin ama binder itungannya, lebih zonk dari MM kalau ku bilang mah 😂 jual mahal ke aprilia yg dah effort, eh ujungnya ke satelit dan dikentutin ama rookie

      • Sedikit ralat, Marc itu dariawal pake motor yang didesain bener bener Marc sentris, Stoner punya preferensi beda sama Marc yang suka front end, sementara Stoner itu tipikal rear-end

      • Dulu klo saat masih ada JL dan VR atau VR dan MV saya sering komentar yamaha salah jalan dengan membiarkan pembalapnya bersaing yang ujung-ujungnya dari sisi tim unggul poin, tapi dari sisi pembalap kalah. Apalagi Dovi dan MM sudah menjadi andalan tunggal dimasing-masing timnya. Keunggulan sedikit dari apa yg bisa di raih dengan mengkhususkan 1 pembalap bisa memberikan perbedaan.
        Catatan tambahan Pendamping ace rider paling sempurna DP26, bisa selalu fight di depan dan sesekali menang tapi tidak mengganggu hegemoni ace rider, tambah sebagai deplover yang handal. Klo di yamaha ben spies, Vale dari pengakuannya selalu mereferensi pemilihan ban yang dipakai ben spies.

      • Mukegile mah cuma mau ngeroasting Yamaha aja, padahal junjungannya sendiri jg cuma bergantung ke Marquez aka Marquezentris wkwkwk suka ga suka bener ga bener

    • Menurut saya gak juga…mesin i4 memang pas buat pembalap lembut yang suka speedcorner bukan pembalap yang bergaya agresive atau kadang kadang lembut kadang agresive kayai Mv12. Liat saja bagaimana performa mv12 kadang naik turun di yamaha. Yamaha saja kurang pintar ambil pembalap setelah zarco maupun fabio. Harusnya ambil mir atau pembalap didikan vr46 yang latihan pake R6. Bukan malah ambil pembalap yang terbiasa pke motor liar. Soal morbidelli…dia sebenarnya pembalap hebat didikan vr46. Cuma karena cedera ataupun kurang digawangi sama forcada.

  2. Good choice Dixon… Nunggu sekalian aja tahun depan, daripada naik motor uncompetitive…
    Tapi kalau dikontrak 2 tahun, naik M1 sekarang dan Aprilia tahun depan sih mending diambil…

  3. Mungkin Diskon sependapat dengan Dovi, motor m1 hanya dibuat untuk FQ dan hanya dia yang mampu memaksimalkan potensinya…
    Jika Dovi yang sudah pengalaman di motogp dan jadi 3 runner up saja tidak mampu, apalagi saya….(begitu mungkin dalam hati Diskon)…
    Padahal Dovi juga dulu pernah bawa m1 juga sebelom ducati…
    Diskon mungkin takut jika hasilnya jeblok akan berpengaruh pada harga pasaran dia kedepannya, jadi mending tidak usah sekalian….

    • Bawa m1 zaman dlu terus ketutupan sama motor v4 ampe bosen berapa musim ya jelas dah lupa lah 😂 masi aja diharepin nostalgia

      Kalau diskon mw optimis bisa tengok Darryn binder. Dia progress tuh

    • Bawa m1 zaman dlu terus ketutupan sama motor v4 ampe bosen berapa musim ya jelas dah lupa lah 😂 masi aja diharepin nostalgia

      Kalau diskon mw optimis bisa tengok Darryn binder. Dia progress tuh

  4. masih beresiko sekarang kalo pake M1 moncong tinggi,tapi Jake diskon jg ga terlalu spesial sih di Moto2,udah start paling depan biasanya abis itu makin mundur, padahal udah berapa tahun disana

    • susah klo ini atau itu dibuat patokan untuk jaman sekarang yang cukup dinamis, Marc di tahun pertama di kelas 125cc dulu juga ga terlalu menonjol sedangkan Acosta bisa langsung jurdun tapi itu semua ga bisa ngejamin dia bakal se-sukses Marc nantinya dan Fabio juga anomali mirip seperti Stoner dulu meskipun Fabio sempet viral di CEV

      • Petronas itu merk oil pak bukan tim!
        Tolong di inget tim razali dulu itu SRT SEPANG RACING TEAM, petronas itu sponsornya, tolong di inget baik2

  5. Ganti di tengah musim tapi kedepannya ga jelas mau gimana, ya mending tolak fokus di moto2 kontrak bisa lebih panjang, dapur terjamin utk ngebul. Mana yg nawarin tim yg bisa dibilang paling bokek pula wkwkwk

    • nah ini bener juga, kalo setengah-setengah kyknya cmn matiin karir aja, dia udh punya kontrak dgn aspar moto2, dan kalau dia milih gabung ke RNF, si Razali harus memberikan komitmen lebih ke Dixon, at least kursi tahun depan udh jadi jaminan,

    • pusing pusing adaptasi 1000cc inline 4, musim besok disuru pusing pake v4. Pusing pusing dah tuh khususnya Darryn Binder akwkakw

  6. Sepertinya bijak anak ini. Lbh baik berada di level yg dia mampu daripada buru² hny krn ada sedikit hembusan angin surga..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.