TMCBLOG.com – Di Blog yang ditulis Oleh manuel pecino kita telah melihat bahwa Fakta penonton lansgung MotoGP yang hadir di Trek Khususnya Di Mugello yang selama ini menjadi bechmark turun Drastis. Keadaan ini jelas mengkhawatirkan dan berujung pada pertanyaan apakah penyebab sebenarnya? apakah Ini efek tidak adanya Vale atau Marc Marquez ?

Dorna sepenuhnya menyadari Merosotnya angka Penonton yang dialami oleh Grand Prix Italia Mei lalu, sebuah Race weekend yang secara Normal biasanya dihadiri oleh sekitar 140.000 orang setiap tahun untuk menikmati tontonan Kejuaraan Dunia Sepeda Motor di lingkungan yang unik seperti  Sirkuit Mugello yang terletak di jantung kota Tuscany. Tenyata pada 2022 selama tiga hari Race weekend,  Grand Prix Italia hanya berhasil mengumpulkan 74.078 penonton, kita kira sekitar 50% dari ‘normalnya’ penonton MotoGP Mugello.

Penonton Race Day       2019 / 2022 Penonton Weekend        2019 / 2022
MotoGP Jerez 75.000 / 58.000 151.000 / 123.000
MotoGP Le Mans 104.000 / 110.000 206.000 / 225.000
MotoGP Mugello 83.000 / 43.600 139.000 / 74.000
MotoGP Catalunya 92.000 / 60.000 158.000 / 115.00

 

Via Motociclismo, CEO Dorna Sport, Carmelo Ezpeleta mengeluarkan analisanya dimana menurutnya mayoritas disebabkan beberapa faktor, terutama kurangnya promosi balapan dan bentrok jadwal (berbarengan) dengan Formula 1 GP Monaco. ” Kami tidak mengalami banyak kegagalan tahun ini selain di Mugello dan Portimao, yang lainnya sempurna.”

” Yang terjadi adalah Anda [wartawan] juga menyukai cerita itu. Ya, saya sudah berada di sini selama tiga puluh tahun dan saya sudah terbiasa dengan keadaan ini, dan dari sini saya akan memberi tahu Anda bahwa itu Tidak benar. Jika Anda menganalisis: Qatar, sama seperti yang selalu terjadi; Indonesia, penuh; Argentina, penuh; Amerika Serikat, jumlah penontonnya melebihi dari waktu sebelumnya; Portimao buruk . . buruk karena mereka mempromosikannya dengan buruk. “

” Ya, itu masalah promosi. mereka mengatakan bahwa karena ( Portimao) juga dekat Jerez dan mungkin itu juga (jadi penyebabnya) . Dan jika ada kegagalan, mereka harus dikenali dan diselesaikan untuk tahun berikutnya. Seri MotoGP berjalan dengan baik. Tidak benar bahwa penontonnya lebih sedikit.

” Tidak benar bahwa Jerez buruk: Jerez sangat baik. Setelah itu kami pergi ke Prancis: sukses total. Sukses total yang ketika tidak ada Quartararo atau Zarco juga sukses, Namun tidak sehebat sekarang, mereka juga sukses,Le Mans dipromosikan dengan baik. Mugello: buruk. “

Dan mengapa Mugello buruk? Carmelo menjawab ” Ada berbagai alasan, beberapa disebabkan oleh mereka ( penyelengara) dan yang lain disebabkan oleh Kalender F1 yang berubah dan (GP Mugello) bertepatan dengan Grand Prix Monaco. Di Italia segala sesuatu yang berhubungan dengan Ferrari adalah penting. Itu adalah kesalahan. “

Fans MotoGP Sudah ‘Move On’ dari Vale

Satu pertanyaan Penting, Mungkinkah di Mugello absennya Valentino di trek memiliki pengaruh? Dan untuk ini Carmelo Menganalisa ” kami akan melihatnya di Misano. Karena memang di Mugello promosinya sangat sedikit. Kami melakukan seremoni untuk 46 pada hari Sabtu, dan orang-orang banyak yang datang. 

” Sejujurnya, saya pikir orang-orang telah pindah ke Halaman lain ( Move-On) . Valentino telah pensiun selama beberapa tahun dan itu memiliki pengaruh. Kita lihat, Valentino juga tidak hanya berada di Italia. Saya melihat seperti apa tribun, dan masih banyak orang yang berpakaian seperti Valentino dan banyak orang masih membeli merchandise Valentino. Valentino punya tim, dia ada di sana, meskipun tidak sama seperti dia di atas motor, dan menang, karena dalam beberapa tahun terakhir dia belum menang.”

Saya pikir kami harus melakukan banyak pekerjaan promosi di Italia karena sangat tidak dapat dimengerti bahwa negara yang memiliki Aprilia dan Ducati, dan para pemain yang bisa menang dan menang tahun ini di MotoGP, yah, tidak memiliki lebih banyak penonton, dan kami harus mempelajarinya dan melihat bagaimana kami dapat membantu. “

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

38 COMMENTS

  1. Greget dan h3boh motogp mmg sdh turun…
    Skrg saya pun sdh gak bgtu kecewa ketika kelewatan gak nonton race,
    Apalagi tim2 jepang dah mulai kedodoran dibanding tim eropa, bikin aroma kompetisi di lokal kita gak sehebat dlu saat rivalitas yamaha – honda mendominasi

  2. Seperti yang ane bilang, pebalap MotoGP sekarang kurang berkharisma. Italiano yang menonjol sekarang ya Pecco dan Enea, tapi susah bener konsisten. Motor Italia paling depan malah Aprilia yang rider-nya mantan penghuni papan tengah kebawah.

  3. Alesan aja nih opa. Kapasitas tiket monaco gp kan dikit. Grandstand cuma sekitar 40rb. Belum lagi buat para fans, monaco gp itu membosankan. Cuma nonton mobil baris. Jualannya itu gengsi dan glamor.

  4. Dulu gak usah pake berita di luar race moto gp di tmcblog, moto gp pun udah sangat rame.. Sekarang berita race plus berita di luar race seperti berita perpindahan pembalap dll pun belum mampu menaikkan rating motogp lagi

  5. gw inget ada komentator yg komen di sebuah artikel, kalo skrg rider Spanyol dan Italia ga ada yg bener2 mendominasi atau berkharisma, Marc lagi cedera, Rossi pensiun, sebaliknya di Prancis mereka skrg punya rider akamsi superstar, juara dunia dan charming juga (setidaknya bagi kaum hawa), makanya kemaren ramai dan mecahin rekor,

  6. sepertinya memang faktor VR46 .
    dan Dorna tidak siap melapisi kegokilan VR46, JL99, MM93 , liat aja deh kalo mereka bertiga menang , selebrasinya unik,selain kemenangan yang didapat juga dramatis.
    Now, liat kalo El Diablo, Peco, bastianini menang…biasa aja🤣✋
    Penonton butuh hiburan, gak cuma liat motor ngebut tanpa ada aksi salip-salipan

  7. Meski Opa Ezpeleta 30 thn di Motogp orang lain jg punya analisa, bisa saja berpengaruh krn selain F1 di Monaco di Indonesia Formula E jg sedang Race. Bisa saja bilang ga ngaruh tp Nyatanya F1 Monaco dan FE Jakarta penonton penuh.

  8. Event Balap Dunia saat ini ada 4 yg sdh saling berebut penggemar, F1, Motogp, WSBK dan Formula E. saya rasa WSBK dan Formula E sekarang sdh memberikan tekanan penggemar F1 dan Motogp. saya sih melihatnya begitu.

  9. Klo ada orang Jakarta E-Prix 2022 pnonton penuh itu karena tiket dibeli parpol mungkin dia sedang sangat Baper. F1 Monaco dan Jakarta E-Prix 2022 penonton penuh itu realita bkn setingan.

    • Yang dibahas motogp vs f1

      yg dibahas Formula E, Jakarta pulak, perkara penonton penuh vs settingan pulak, jauh jauh lu mw ngeracunin pake unsur politik di siini

      • hehe panasan begitu kakak ini, nyebur di kolam dah biar dingin, FE kan jg ajang Balapan, Jakarta E-Prix 2022 jg itu ajang Balap Dunia om. situ Jakarta E-Prix Alert ya, bukan maksud saya meng Giring kan ke gol sono itu ya.

  10. Setidaknya Fans Honda masih bisa ngetek sama Redbull F1,, Factos’ Honda F1 start dominated until 2024 ,,
    Hehehee

  11. Sama seperti banyak komentator lainnya, level adiksi nonton Motogp skrg terus terang memang tidak sebesar beberapa tahun lalu. Ini yg saya/kita rasakan sbg penonton layar kaca. Apalagi penonton ke track di saat ikon motogp dan local hero udah pensiun (Mugello).
    Turun ke sirkuit itu untuk merasakan atmosfernya, menikmati balapannya jauh lebih paripurna kalo duduk di ruang tv.
    Ya kalo magnetnya (Vale) udah ga ada apa gunanya? Toh ttp masih bisa nonton lengkap jg di rumah. Ada fitur rerun/tonton ulang pula.
    Eh kok ditambah dgn naikin harga tiket di saat baru pulih dari pandemi. Strategi yg ngaco dari pengelola event.

    So, jika saya orang Tuscany dan sekitarnya, Vale udah ga ikut balap, ya mending duduk di ruang tv nonton bareng keluarga. Bisa nonton dua layar, Motogp dan F1 GP Monaco.
    Semua variable ini ada pengaruhnya.

  12. Mirip era motor 2 tak jadul, 4 tak di remehin eh ternyata 2 tak saat ini jd mesin motor antik, F1 (Motor bakar) saat ini dipuji Formula E (Mesin Listrik) di remehkan yakin nantinya mesin F1 jd mobil balap antik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.