TMCblog.com – Bicara GP Sachsenring, berarti bicara sirkuit yang selama ini merujuk ke 1 nama yakni Marc Marquez bahkan semenjak pembalap spanyol ini di GP125 dahulu. Namun Sachsenring 2022 adalah Sachsenring yang ‘ Marc Marquez Free’ . Sirkuit spesial dengan karakter counter clock dan rentetan tikungan kiri mulai T4 sampai T10 bukan hanya butuh pembalap yang piawai nikung ke kiri, namjn juga butuh pembalap terbaik dalam hal gaya manajemen ban khusus Karena jumlah tikungannya yang sangat kontras 10 kiri berbanding 3 ke kanan. Di tahun tahun lalu, Sachsenring ini, termasuk sirkuit yang sulit buat Ducati . . Namun di tahun 2022 ini terlihat agak sedikit berbeda. FP1 jadi sinyal pertama dimana Jack Miller menjadi yang tercepat dengan menorehkan laptime tercepatnya 1:21,479

Potensi Ducati untuk memberikan perubahan tahun ini juga diperkuat dengan hadirnya Pecco di posisi kedua. Fabio quartararo, hadir diposisi ke tiga dengan beda 0,078 detik saja dari Jack. Hadir dari salah satu sirkuit ter ‘licin’ di kalender motogp seperti Catalunya dan memenanginya terlihat cukup membuat mentalitas Fabio membumbung tinggi di awal race weekend ini. Ia terlihat sangat konsisten Laptimenya di FP1 ini.

Kehadiran Zarco di posisi ke empat membuat gambaran bagaimana GP22 yang pada dasarnya lebih mudah nikung dibandingkan GP21 memberikan banyak perubahan dan potensi mengubah kekuatan Sachsenring di 2022 ini. Nakagami hadir sebagai Honda tercepat di FP1 ini pada P5

Tidak adanya GP21 di posisi top 10 memunculkan opini liar bahwa memang faktor GP21 yang bermasalah di Sachsenrinng ini buat Ducati. ALEIX espargaro tahun lalu menjadikan Sachsenring sebagai titik balik Aprilia ketika membawa RSGP start front row pertama kali semenjak Aprilia balik ke MotoGP dan bahkan semenjak sejarah pabrikan Noale ini masuk ke era 4 tak. So dengan hadir di posisi 6 pada sesi FP1 ini, mengartikan bahwa Papa Max dan Mia ini terlihat tetap berupaya menghadirkan konsistensi untuk mempertahankan asa gelar Juara Dunia 2022. Kejutan lainnya di FP1 adalah Dovi yang masuk Top10.

Taufik of BuitenZorg

30 COMMENTS

  1. Wakakaka..kalo winglet ducduc terus memberikan efek yg ngga baik buat Samurai.bisa2 mereka all out cabut nih dari.mgp

    • Itu kalau orang Indonesia yg berkendara di sebelah kiri.
      Kalau orang eropa daratan, berkendara di sebelah kanan.
      Jadi di jalan raya lebih enak belok ke kanan.
      Diperparah dgn mayoritas sirkuitnya clock wise alias searah jarum jam.
      Beda dgn sirkuit amerika yg mayoritas counter clock wise.
      Jarang pembalap eropa yg jago di sirkuit counter clock wise.
      Salah satu dari yg sedikit itu adalah marwoto.
      Makanya dia jadi king of cota & king of sachsenring.

      • itu mah urusannya sama mobil (setir kanan-kiri) donk.
        klo belok kiri lebih enak karena klo ke kanan ada tuas rem belakang, makanya kan ada thumb brake tuh biar tetep pede pas nikung kanan tapi kaki ga standby di pedal rem

      • Bagi saya pribadi riding harian kalau nikung kanan mau ambil sisi luar atau dalam tetap ga pede rasanya mau jatuh saja beda dengan nikung kiri lebih pede melibasnya

  2. Konsistensi bos 🙄🤭 memang ducduc pimpin FP1 tp secara Pace QUARTARARO stabil 1:31:xxxx selama 17 lap putaran dan yg lain 1:32xxx kadang 1:32:xxx 🤣…

  3. Fabio quartararo konsisten gitu ..
    Dovi mulai terpecut sepertinya,kalo bisa nyodok 5 besar d race oke punya

  4. Kemarin dorna ngasih survei buat penikmat motogp. Jadi kira2 apa sindiran honda berpengaruh atau gmna wak? soalnya bnyak banget pertanyaan survei ny.

  5. Hati hati buat rider yg deket taka ntar pas race. Ntar alesan lagi gara gara winglet 😂😂😂 padahal bertahun tahun winglet dah dipakai

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.