TMCBLOG.com – Seperti kita ketahui mulai musim 2021 yang lalu, gelaran balap Grand Prix sepeda motor sudah menggunakan sistem elektronik saat menentukan pembalap yang melewati batas luar sirkuit (Track Limit). Saat itu MotoGP bilang sistemnya berbeda dari sistem penentuan sebelumnya, lebih canggih, lebih bisa dipercaya dan lebih cepat dalam mengambil keputusan.

Saat itu direktur teknologi MotoGP -Danny Aldridge- bilang : ”Kami memiliki sistem baru yang menggunakan sensor tekanan di trek pada posisi di luar kerb. Sehingga kami dapat mendeteksi dengan sangat akurat, apakah pembalap keluar limit. Ini adalah sistem yang lebih akurat.”

“Sebelumya kami menggunakan kamera untuk menentukan apakah ini di dalam ataukah di luar sekarang hanya masuk atau keluar, sudah sangat akurat. Sekarang satu ban saja keluar dari trek maka akan dianggap keluar Track limit. pada masa lalu harus kedua ban yang berada di luar trek.”

Kayak apa bentuknya? Kebetulan Peter Bom sempat memperlihatkan bentuk fisik dari sensor tekanan yang dimaksud tersebut. Nih dia bentuknya sob.

Terhadap sensor tersebut, Peter menambahkan keterangan Di sini, di Assen itu adalah selang hitam yang, ketika terkena ban, menciptakan gelombang tekanan yang memicu sensor track limit. (Selang tersebut diletakkan) Sekitar 100 mm di belakang kerb. Ban belakang MotoGP memiliki lebar sekitar 200 mm, sehingga ban belakang yang hanya setengah jalan di atas trotoar sekalipun dapat memicu pemicu sensor trek limit ini.”

Menarik melihat peletakan dari kabel sensor tidak persis menempel di ujung kerb, namun berjarak sekitar 10 cm. Karena kalo menempel mungkin malah nggak terdeteksi ya, tekanan dari ban motor MotoGP karena kabelnya pasti akan terlindungi oleh perbedaan ketinggian antara kerb dan permukaan luar trek.

Kenal dengan Pressure Sensor / Sensor tekanan

Sensor tekanan atau pressure sensor merupakan sebuah alat yang mampu mengukur suatu tekanan dengan cara mengubah tegangan mekanis menjadi sinyal listrik. Biasanya tekanan yang diukur dalam suatu zat tersebut memiliki tekanan yang sangat kecil sehingga sulit untuk diukur apabila menggunakan alat pengukur biasa.

Jujur belum ada foto tambahan mengenai detail bagian di dalam kabel hitam tersebut, namun perkiraan TMCBlog adalah prinsip kerja dari sensor track limit yang berbasis sensor tekanan ini yaitu dengan mengubah tekanan mekanik menjadi listrik. Berubahnya nilai ketegangan listrik didasari pada prinsip bahwa sebuah tahanan pengantar berubah dengan panjang dan luas penampang.

Gaya yang diterima saat ban melindas kawat kabel hitam tersebut mengakibatkan kawat menjadi berubah bentuk/terdeformasi walaupun mungkin kecil. Ini akan menyebabkan ukuran kawat berubah dan mengubah ketahanannya (nilai resistansi listrik) sehingga akan mengubah tegangan yang bisa dikonversi ke angka oleh sebuah analog to digital converter.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

23 COMMENTS

  1. Pelanggaran yg paling dibenci penonton balap seluruh dunia, hahaha.
    Mengenang keseruan masa lalu hard racing sampai keluar track yg penting ga jatoh dan kenceng. Ah, good old days.

    • @Smoke Beda, mas bro, jaman dulu area luar kerb di kebanyakan sirkuit (gak semua sirkuit) angsung rumput atau gravel, jadi pembalap kalo sampe berani keluar kerb ya mikir2 mau kenceng. Lah sekarang kebalikannya, kebanyakan sirkuit pake area hijau diluar kerb, malah kadang ada kerb tambahan di area hijau itu. Bahkan Sirkuit Monza yang sekarang aja lebih bisa digeber, beda sama dulu yang di area luar Tikungan Parabolica langsung rumput, gak banyak area hijau kek sekarang.

    • Justru jaman sekarang lebih susah jatuh dibanding jaman dulu yang minim area hijau diluar kerb (bukan rumput). Tujuan aturan Track Limit adalah biar pembalap gak mendapat keuntungan kecepatan dari motor atau mobil yang keluar dari Kerb atau Motong tikungan. Karena keluar kerb dikit aja ngaruh di kecepatan motor, baik masuk maupun keluar tikungan. Beda 0,05 detik aja ngaruh di hasil balapan. 0,05 detik kalo dikali 20 lap udah dapet 1 detik.

  2. Di indonesia udah banyak dipakai untuk sensor traffic light, namanya loop sensor, kalo 3 detik ngga diinjek otomatis kirim sinyal untuk trigger lampu merah

  3. Itu kayaknya didalam selangnya g ada isinya apa2 wak, tapi di ujung selangnya itu yg ada sensor pembaca Tekanannya..
    Sama kayak tensimeter merk Omron yg digital itu..
    Saya lihat dri hand cuff sampe ke ujung selang dia g ada kabel apa2 yg menuju ke alat, murni cuma selang aja..
    Nah sensornya itu ada di alatnya yg bisa membaca perbedaan tekanan yang ditimbulkan oleh denyut nadi kita..
    Alus banget itu kepekaan sensornya..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.