TMCBLOG.com –  Bagnaia dan Ducati Memasuki liburan musim panas dalam kondisi mentalitas yang positif. Setelah kepahitan Nol Point di GP Jerman, Pecco menebus dirinya sepekan kemudian di Belanda dengan akhir pekan yang sempurna: ia merebut pole, memecahkan track record dan tak tersentuh mendominasi balapan dari putaran pertama hingga terakhir.

Sebuah penampilan yang memberikannya asa kembali dalam mengejar Quartararo, pemimpin klasemen, yang kebetulan mengalami kemunduran di Assen dengan finish tanpa Point setelah Dua Kali crash di sana. Paolo Ciabatti Ducati Corse Sporting Director menegaskan bahwa Bagnaia benar-benar masih memiliki harapan dalam perebutan gelar di sisa 225 point maksimum yang diperebut pada sisa Musim 2022 ini

“Pecco menang dengan cara yang fantastis, Quartararo jatuh, sehingga berakhir dengan nol poin: jaraknya dari pembalap Prancis ini sekarang 66 poin, sebelum Assen itu 91. Masih banyak tapi itu bisa dilakukan – jelas direktur olahraga Ducati, yang berbicara di Sky Sport 24 -. Kami menganggap bahwa (kejuaraaan Sudah ) tetutup hanya ketika kami tidak lagi memiliki kemungkinan aritmatika untuk memperjuangkan kemenangan.

“Kecelakaan Bagnaia di Spanyol dan Jerman sangat membebani , juga karena kami telah menunjukkan bahwa kami kompetitif di semua sirkuit. Kami memiliki masalah di balapan pertama musim ini karena kurangnya pemain muda dengan motor baru, tetapi ada sembilan balapan tersisa dan ada banyak poin yang tersedia, kejuaraan masih terbuka.”

“Bagnaia, dia adalah pengendara yang sangat berbakat, tetapi dia juga seorang anak laki-laki dengan kapasitas introspeksi dan kritik diri, karakteristik yang telah membawanya untuk menemukan kekuatan untuk kembali bersama dengan tim. Kecelakaan antara Quartaro dan Aleix Espargaró jelas membuat segalanya lebih mudah, tetapi Pecco mengelola balapan dengan sangat baik, finis di depan Bezzecchi, yang merupakan kejutan positif lainnya akhir pekan ini.”

Tanpa Bosen Bosen, Kembali Ciabatti ditanyakan kembali Pasca Assen apakah sudah ada Update Mengenai progress pemilihan antara Jorge Martin dan enea bastianini untuk menemani Pecco Tahun depan  “Kami ingin Bastianini dan Martin bersama kami pada tahun 2023, mereka berdua sangat berbakat. Enea membuat awal yang fantastis untuk musim ini, kemudian dari Mugello dan seterusnya dia sedikit tersesat.

“Martin memulai kejuaraan dengan beberapa masalah fisik, tetapi dalam beberapa balapan terakhir dia melakukannya dengan sangat baik. Ini adalah pilihan yang sulit, baik Bastianini dan Martin adalah calon juara dunia untuk masa depan, kami memutuskan untuk menunggu balapan di Inggris dan Austria pada bulan Agustus sebelum memutuskan. Keduanya akan mendapat dukungan resmi ( factory ) kami musim depan, dengan motor yang sama dengan yang akan dimiliki Bagnaia pada 2023 “.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

42 COMMENTS

    • Lah kan uda fix dua2nya akan dapet full support pabrikan dgn GP23. Justru ini lebih adil utk keduanya dgn memberi tambahan waktu utk menunjukkan kompetensi diri mereka, siapa yg lbh layak masuk tim utama.

  1. Harapannya adalah dgn sedikit mempersulit jalan Enaena wkwkwk malu kali yak klo Enaena kompetitif terus melebihi ace hardware esalah mangsud gw ace rider. Gw curiga jgn2 performa Joko 2021 di paruh musim kedua menurun dan Piccolo tetiba jadi title contender jg krn Ducati sedikit ngehambat rider satelitnya kaya yg (gosipnya sih tapi biasa bener) mereka lakuin ke Enaena akhir2 ini. Mau Ducati tapi heran, ehhh mau heran tapi Ducati.

      • Ga segampang itu sih, lagian dia jg tetep punya chance selama Piccolo ga konsisten maoa Ducati mustahil cuma bertumpu ke Piccolo.

      • Ditunggu aja beritanya nanti. Klo ada berita turun ngebahas faktor internal knp Enaena menurun boleh lah komen gw tadi dianggep spoiler, klo kagak ya anggep aja opini gw pribadi wkwkwk namanya komentator kan penuh asumsi dan opini.

    • Paling kocak yang lorenzo lagi didepan dovizioso, ehh tiba-tiba ndlosor manja ngasih jalan dovi 😆😆😆

      • Itu sih masih mending, di Sepang taon pertama Lorenzo gabung aja udh dikasih jalan tetep aja gagal jurdun, itu jg Dovi nunjukin gesture ga tau terimakasih. Iri ama gaji bikin dia merasa lebih tinggi.

  2. Ducati udah punya banyak pembalap yg bisa menangin balapan. Tp blm ada yg bener2 konsisten. Menurut gw sih mereka harusnya nyoba rekrut Mir. Siapa tau modal rider konsisten mereka bisa juara. Trus ngpn jg mereka pertahanin Zarco? Udah ga konsisten ga pernah menang pula. Pecco Mir di factory, enea martin di pramac. Itu sih idealnya menurut gw.

  3. paruh akhir musim Pecco mulai mendominasi, tapi di waktu2 krusial biasanya ini anak bakalan crack under the pressure, ujung2nya gagal lagi jurdun,

  4. Kalo kata lord jorge, pecco ini memilik mental lemah tidak bisa menerima tekanan besar mentalnya, kalo dia dapat tandem yg lebih bagus dari dia pasti drop nantinya.

    Btw dukungan pabrikan ke enea dikurangin berarti itu bener yak ? Dimedia luar juga sempet dibahas soalnya.

  5. Jikapun FQ gagal jurdun tahun ini, better Pak RT aja yang jurdun dehh…
    Penasaran liat ducati kayak apa jika aprillia tahun ini yang jurdun….
    Terlepas masalah tim konsesi, kayaknya lebih nampar banget deh buat ducati kalo april jurdun…
    Sesama tim italia dengan hanya 2 pembalap ngalahin 8 pembalap….

  6. Yakin banget….karena segala macam cara dilakukan untuk mengejar ketertinggalan..termasuk penalty untuk fabio

  7. Kata kunci “Kecelakaan antara Quartaro dan Aleix Espargaró jelas membuat segalanya lebih mudah”
    Sebab kalo gak jatuh sangat sulit
    Napa gk support lebih jarko, yg jelas posisi 3. Sekarang enea juga jadi memble.

    Tapi tenang masih ada Mapping 8, wkwkwk

  8. Harapannya adalah Dorna dan Steward bisa menghambat Quartararo agar gap poin makin tipis
    Chuakkkkkss!!!

  9. 3seri terakhir saya tak melihat enea yg sebenarnya, bukan 3seri terakhir sih tepatny setelah enea duel dengan pecco dan pecco Kena mental crash dari situ sperti ada yg tdak beres dengan pecco. Mengingat Ducati bhkan d lintasan aja ketika race berani terang2an memberi kode yg lain mengalah pda Ace rider ny bukan hal yg tdak mungkin mereka melakukanny dari dalam, memperlemah senjata enea, Ducati ahli dlm bidang ini

  10. yg jelas harapan Pecco msh ada, tapi selama king F¼20 masih seger buger dan masih lincah nunggang M¹, dia msh unggulan untuk kejuaraan musim ini🤭

  11. Maunya pecco yang juara dunia
    Padahal ada pebalap ducati laen yang lebih menjanjikan secara performanya dan rutin raih poin 😁

    Kok gimana gitu cara mikirnya

    Gak bisa bersaingan dengan pabrikan Jepang, ehh aturan dimainkan harus ikut cara mereka, dengan alasan Keterbaruan regulasi.

    Si Paling Juara ya ducati!! 😆
    Si 1x Juara dunia

  12. Ini banyak spekulasi ya negatif ya, soal pecco. Entah ducati melemahkan enea, atau bahkan ada yang bilang, penalty FQ20 itu karena ducati ingin pecco jurdun. Enea kan emang crew chief nya kena covid, gua baca di motrsport. Yang FQ kena penalty, seharusnya yang paling diuntungkan aprilia, bukan ducati.
    Belum lagi, cerita ban goib buat FQ20. Kalau memang iya, gampang kok, pabrikan lain tinggal boikot moto GP. Pasti banyak promotor olahrga yang siap nampung, buat bikin MotoGP perjuangan.
    Btw, Demen banget sih berspekulasi negatif. Bahkan, setahu saya, FQ20 sam Pecco santuy santuy aja sama pemberitaan atau gosip aneh.
    Kalau soal ducati pabrikan masih yakin pecco juara juga, sah sah aja, karena di dunia ini, tidak ada hal yang pasti soal sebulan, dua bulan, atau 1 tahun ke depan. Never say never.
    Maju terus pecco, semoga bisa jurdun tahun ini. Tinggal konsistensi aja supaya podium terus dan beberapa kali menang sampe Valencia, sama keberuntungan juga.

    • Anda ini komentator kemarin sore dan fans kemarin sore tapi masih pake sudut pandang yang sama sekali bukan fans motoGP

      • Harap maklum jaman skrg anak 7 taon jg udh bisa nyalurin opini ke dunia maya, menurut gw wajar klo masih ada anak2 yg anggap semua org baik ga ada intrik ato politik, justru gw salut ke ibu ato bapanya bisa ngedidik anaknya utk berpikir positif, masa depan negara kita bisa membaik dgn anak2 berpola pikir begini. Tapi gw komen gini klo si ts beneran anak2 yak, klo udh tua masih mikir begitu mah berarti kurang peka ama keadaan lingkungan manusia wkwkwk

  13. Ciabatti harusnya gak perlu berbicara demikian
    Toh dia bukan Manajernya Pecco Bagnaia toh?? …

    Padahal ada johann Zarco pebalap Ducati pramac di P3 klasemen dengan 114 poin tertinggal 58 poin dari Pemuncak klasemen Taro. Atau enea bastianini yang tertinggal 67 poin dari Taro.

    Harusnya netral dan dukung semua pebalap ducati untuk raih juara dunia.

    Kenapa musti gengsi jika gelar jurdun diraih satelit ducati? Toh motornya merk ducati bukan Ducai 😆😆😆

  14. Dgn permainan yurop vs jepun, bs jadi paruh kedua nanti suzi&sayap bakalan membackup taro dibelakangnya dari kepungan genk yurop. Karena darno sdh mulai duluan permainan melalui regulasi &keputusan penalty, trio jepun jg siap melayani.

    Lu jual gua beli…gitu lah kira²

  15. Om Ciabat bilang selisih 66 point pecco msh punya harapan. Secara matematik ya mmg. Kita lihat saja 3 race ke depan spt apa kondisi klasemennya. Bila selisihnya masih 40 an….selamat tinggal peco utk ikut perebutan jurdun. Mungkin hanya tinggal 20 dan 41 sj yg memperebutkan jurdun.

  16. Ciabatti dan banyak orang lainnya masih ttp berpikir perebutan gelar hanya antara Fabio dan Pecco. Seolah-olah Espargaro dan Zarco serta pembalap lainnya ikhlas ngasih jalan gitu ya.

  17. Pesimis sebenarnya, pecco berulang kali crash nol poin, quartararo baru 1 kali crash.
    Ducati sebenarnya punya kutukan karena Dorna memaksa semua pabrikan memakai ECU Ducati, yg jelas jelas menguntungkan Ducati

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.