TMCBLOG.com – CEO Dorna Sport Carmelo Ezpeleta berhasil diinterview Jurnalis Mela Chercoles dari spanyol dengan beberapa Pertanyaan Pedas dan Dalam khususnya mengenai banyak masukan dari beberapa orang mengenai arah tontonan MotoGP Yang dapat berakhir di karakter menjemukan akibat sulitnya mengaplikasikan salah satu faktor kesenangan dalam Balapan yakni Dog-Fight aksi salip salipan setelah masifnya kehadiran alat alat mekanis yang berkembang selama ini seperti Shape shifter dan tentunya Perangkat Aero-dinamika. Jawabannya cukup Seru, Secara umum Carmelo bersikukuh masih akan tetap menjalankan Format regulasi teknis yang saat ini berjalan paling tidak sampai akhir masa kontrak Pabrikan – Dorna di akhir Musim 2026 nanti.

Saat ini di Musim 2022 ( sampai 2026) Secara umum menurut regulasi, Kecuali hal tersebut menyangkut masalah Safety yang sangat Urgent dan menyangut nyawa seseorang, Klausul Detail Regulasi teknis MotoGP Seperti misalnya mengenai Perangkat tambahan Aerodinamika hanya bisa diubah/ diganti/ diubah jika ke-semua Pabrikan yang berada di dalamnya secara mutlak setuju – tanpa satupun yang menolak. Namun setelah 2026 Dorna telah menyiapkan kejutan baru nih . .

Sebelum kita Bicara mengenai Bocoran Draft regulasi Mulai 2027 MotoGP. Secara umum semua pertanyaan Jurnalis Mela mengenai pendapat pendapat yang mengarahkan ke Arah penjemuan dari MotoGP selalu dapat ‘dipaksa’ untuk dimentahkan Oleh Carmelo . . Misalnya Gini . . yang pertama adalah ketika dikonfrontasi apakah MotoGP saat ini sudah mulai ‘ membosankan’ Opa Carmelo menjawa ” Saya tidak merasa bosan. Olahraga adalah olahraga. Keadaan, orang-orang didalamnya dan tekananlah yang membuat beberapa balapan bisa menyenangkan dan yang lainnya tidak.”

“Apa yang harus dicapai adalah keseimbangan dan yang terbaik menang. Lucu, karena ada orang yang mengeluh bahwa yang satu tidak selalu menang dan yang lain mengeluh bahwa yang sama selalu menang. Itu Tidak jadi masalah. Kita tidak bisa menyentuh itu dan cerita bahwa mereka lebih maju atau kurang maju biarlah menjadi sebuah cerita saja. “

Ketika dikonfrontir lagi dengan beberapa keluhan pembalap yang merasa kesulitan dalam Mencoba menyalip, Opa Carmelo mengembalikannya ke regulasi ” Saya tidak tahu apakah menyalip itu sulit atau tidak, tetapi memang begitu adanya. Ini adalah beberapa standar teknis yang disetujui untuk periode lima tahun ini oleh pabrikan, dan hanya itu. Hal hal Itu hanya dapat diubah jika semua produsen setuju untuk mengubahnya.”

” Dengan regualasi yang kami buat sesuai dengan kesepakatan mereka ( Pabrikan ) Kami telah mencapai situasi yang stabil di kejuaraan ini dengan banyak merek yang bisa menang dan semuanya bisa kompetitif. Dan itu tidak akan berubah jika mereka tidak semua setuju. Dan itu saja. “

Ketika Mela Bertanya lebih tegas Bahwa apakah Dorna tidak melihat hal hal ini sebagai masalah, Opa Carmelo mengatakan TIDAK dan Bahkan Ia mengungkapkan bahwa Dorna saat ini sedang dalam upaya Membuat Sesuatu yang baru Untuk regulasi MotoGP Mulai 2027 nanti. . . Bakal Seperti apa Kisi kisi regulasi Baru Nanti ?

” Jelas, kami ingin Top Speed menjadi sedikit lebih rendah dan lebih sedikit part. Kami punya ide, kami akan mengomunikasikannya ke masing-masing produsen. Mereka akan memberi tahu kami apa yang mereka pikirkan lalu kami akan mengolahnya dan dari sana kami akan melihat apa yang keluar. Yang benar adalah bahwa pada tahun 2027 saya tidak memiliki kewajiban untuk mengikuti pedoman apa pun.

“FIM dan kami dapat menetapkan beberapa standar teknis yang, jika semua pabrikan yang hadir di kejuaraan saat itu menentangnya, kami dapat membuatnya. Untuk menyetujuinya tidak diperlukan kebulatan suara yang diperlukan untuk perubahan. “

Wah ini dia nih ..  Secara umum Baik Dorna Dan FIM Mulai 2027 ingin mereka lebih berkuasa dalam mengatur balapan. Saat ini Keduanya seperti ‘terlebenggu’ dalam melakukan tindakan Yang bersifat regulasi karena regulasi teknis saat ini butuh kesepakatan Mutlak Jika ingin disetujui atau dibatalkan.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

52 COMMENTS

  1. Wajar sih..
    Ibarat perusahaan yg dipimpin oleh org2 tua, bkn sbg penasihat namun sbg pengambil keputusan..kolot..
    Biasanya cpt atau lambat akan tumbang atau minimal kelabakan ketika ada perusahaan lain yg lbh agresif berisi anak2 muda berpengalaman dan open minded.

  2. Harusnya emang gt.. tambah seru n kompetitif atau tambah keluar satu satu tu produsen nya, kita lihat saja 2027

      • Saya malah ga suka open supplier ban.. ban itu segalanya di motobiji..
        Ketika ada ban yg mendominasi,,maka yg menang bakal itu2 aja

      • sebenarnya open suplier ban juga ga jadi solusi pasti,karena kalo udah terlihat ban yg paling unggul pasti bakal banyak yg pindah kesana pula kayak sasis kalex kemudian pesaingnya pada mundur semua,terus supplier bannya bisa saja ga kasih pelayanan yg sama merata antar tim bahkan antar pembalap satelit dan pabrikan,kayak Michelin jaman dulu kalo gasalah yg dapat pelayanan paling top adalah 5 pembalap teratas sedangkan yg lain dapat update sekiranya saja

  3. Jangan lupa syarat dan ketentuan berlaku,plus jgn nunggu 2027 pun sprtinya bkln dirubah ni regulasi..kita liat aja ntar krn makin kesini gregets nya kurang

  4. ‘Lucu, karena ada orang yang mengeluh bahwa yang satu tidak selalu menang dan yang lain mengeluh bahwa yang sama selalu menang.’
    HAHAHA tau nih siapa yg dimaksud…merah oh merah sudah semua keinginan di turuti masih aja belum

    • Salah sangka kayanya samlean, itu si risol kayanya yg ndak menang memang sampe bikin artikel ngeluh

    • @Total belon tentu maksud dia Ducati, krn Honda kan corporate colornya jg merah, biarpun di beberapa produk pake warna bendera Prancis tapi secara umum warna mereka merah. Bisa diliat dari jaman Soichiro masih aktif ngurusin balapan yg merah silver, ampe waktu Honda ikutan garuk tanah yg merah putih. Merah Honda, Biru Yamaha, Ijo Kawasaki.

  5. Jujur aja udh ngga pernah nntn motogp sejak berita suzuki mau cabut tahun depan. Paling cm baca berita result motogp di tmcblog hari seninnya.

    Krn bbrp thn terakhir suzuki selalu bs bikin balap lbh seru. Joan Mir start dr tengah, balap motor di depannya satu persatu sampe akhirnya muncul di podium. Suka gak suka, harus diakui bahwa prinsip motor suzuki yg durable sampai akhir balapan akhirnya bikin balapan lbh seru.

    Keseruan itu berkurang dan akan hilang permanen saat musim depan suzuki cabut dr motogp.

    • Gimana gimana? itu yg Joan Mir tadi, kejadian cuma di 2020 aja bukan? Sebelum dan setelahnya mana ada.

      “Keseruan itu berkurang dan akan hilang permanen saat musim depan suzuki cabut dr motogp.” ajegileee, ahaha

    • Gw ga perduli merk apa yg gabung di MotoGP. Selagi aturannya fair bagi semua kontestan, pasti seru.

      Siapapun ridernya. Apapun merk pabrikannya.

      Tanpa Rossi tetap seru. Tanpa Marquez tetap seru. Yang penting rider yg balapan sportif.

    • Menurut opiniku ini mah udah masuk ke fansboy garis keras sih
      Kenapa girang banget ketika ada motor suzuki yang bisa dari belakang finish d depan…
      Dulu marquez udah sering lakuin ini, mbah oci pun gitu, apa lagi setelah clash ama marq dan kena penalti start buncit si mbah ngamuk bisa finish d depan walaupun banyak yg bilang rider lain pada ngasih jalan tapi ttp harus d akui tanpa race pace yg bagus gak mungkin bisa bertahan d posisi depan

      Dan yg terbaru apa gak liat kemaren gimana hebatnya aleix espargaro ketika dia d paksa ngeluarin extra skillnya ?
      Dan masih banyak lagi keseruan d motogp walaupun banyak juga boringnya

      Gw pun merasakan begitu, hal paling bikin exited ketika pembalap/pabrikan kesukaan q bisa d baris depan apa lagi jurdun
      Ketika jagoan q jatoh nonton jadi bosenin

    • Formula 1 silverstone minggu lalu .
      400.000 att
      Balapan paling seru , banyak overtake .
      5 mobil sempat saling attack .

      Dorna hatus dibeli sama orang amerika sih 🤣🤣 , supaya bisa enak tontonan dan banyak gimmick .

  6. Eropa yang menyelenggarakan motoGP. eh yang juara dunia pabrikan jepang. 2027 bikin regulasi yang pro pabrikan eropa. 100%

    • Menurutku kecurigaan bahwa Dorna lebih berpihak kepada pabrikan Eropa masih sebatas asumsi. Pun kalo secara teknis terbukti lewat dukungan support Ducati untuk keempat timnya, maupun kebebasan dalam riset aero device plus juga pengebirian teknologi kelistrikan, semuanya pada dasarnya tetap sama-sama berangkat dari titik nol.
      Satu-satunya pendekatan yang membuktikan kedekatan asumsi ini hanyalah fakta bahwa Ducati sudah bertahun-tahun menggunakan Magneti Marelli, tapi apakah pabrikan lain tidak punya pondasi masing-masing dalam bentuk yang berbeda? Dukungan ketersediaan SDM misalnya. Jepang punya tambang University of Tokyo yg bisa dipanen setiap tahun. Bukti outputnya apa? Ya kecanggihan ECU (+software) mereka sebelum dikebiri ini. Iya benar memang akhirnya akhir-akhir ini software engineer dari Eropa lebih banyak digunakan, tapi potensi ini pun juga terbuka, yang artinya semua tim punya kesempatan yang sama.
      Secanggih-canggihnya aero Ducati dan Aprilia sekarang, itu hanya karena tim lain tidak lebih pintar “mengakali” regulasi seperti mereka. Yang salah bukan Ducati atau Aprilia, tapi mereka yang tidak mampu beradaptasi.

      Apapun regulasi baru yang akan dimunculkan 2027 nanti, itu tidak akan ujug-ujug efektif berlaku dalam jangka waktu semalam. Semua tim dan pabrikan pasti akan diberikan cukup waktu untuk riset.

  7. top speed diturunkan emang jadi poin pas ikut poling mgp kemarin. sering bgt diulang2 pertanyaannya. masih berkaitan dgn cedera armpump juga

  8. Saat ini seperti abah bilang , susah sih buat ada perubahan aturan .
    Dgn adanya keputusan bulat pabrikan ini yg buat regulasi ngag bisa flexibel .

    Seharusnya bkn 2027 .
    Tapi 2024 supaya motogp ngag semakin redup , 2023 untuk develop

    Dimana f1 silverstone mencapai 400.000 att dan balapan palong seru beberapa tahun ini .

  9. Kelamaan 2027
    F1 hampir tiap tahun direvisi biar tetep menarik termasuk ganti pejabatnya
    Sebenernya gak pengen compare dg f1, tapi apa daya, 2 disilipin ilmu resing tertinggi didunia

    • Ya krn kontrak ama anggota MSMA berakhir 2026, di kontrak itu selaen ngiket pabrikan buat tetep ikut jg Dorna harus tunduk ama Perjanjian2 salah satunya aturan baru ato reviai aturan marus melalui musyawarah pabrikan peserta dulu.

    • Kejauhan.

      Rider yang jurdun rider Eropa. Motor yg jurdun motor Jepang.

      Penjualan terbanyak juga udah motor Jepang.

      Ngapain mikir sejauh itu ? Sales motor Jepang udah yg terbaik. Motor yg menang di MotoGP juga udah motor Jepang.

      Mau rider non Eropa yg menang ? Bagusin kompetisi domestiknya dulu dong…

      Sampai nanti-nanti yg juara juga pabrikan Jepang kok. Lah pabrikan Jepang juga hire SDM eropa terbaik kok.

      • cuma pendapat doang gan… ga usah terlalu serius ah
        motor jepang emang paling banyak, dan semua punya pasara masing-masing, tapi untuk pabrikan eropa jika mereka bisa juara itu punya brand image tersendiri bagi mereka.

  10. organisasi manapun yg dikuasai boomers memang akan selalu berjalan otoriter dan old school termasuk dorna… mulai dri ceo dorna sampai stewards yg pimpin smw boomers.. ga bakal berubah konsep keputusannya sampai mereka lengser

  11. Copot winglet maka secara umum lap rime akan turun.. krn kluar tikungan bakal njengat²…🤣 teorinya top speed mmg bkal naek.. tp sapa pst g brani pol2an tkut g bs brenti di ujung..wkwkkw

  12. Hapus kewajiban pake ECU “PIRELLI”
    Hapus semua winglet
    Wes gak akeh-akeh penjalukan biarkan motor prototype murni kayak dulu lagi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.