TMCBLOG.com – Dorna pada dasarnya selalu memberikan reportase mengenai Keadaan/ status mesin mesin yang telah diPakai Oleh Para pembalap Pasca Sesi Kualifikasi pada seriap serinya. Dan dari data yang tmcblog peroleh juga terlihat bahwa sesuatu yang berat sepertinya memang sedang terjadi di Honda. Hingga saat ini setelah 11 dari 20 Grand Prix MotoGP selesai diselenggarakan Honda telah menarikan 8 mesin dari alokasi untuk keempat Pembalapnya.

RC213V-2020

Bisa sobat Lihat di Video Vlog bahwa Khususnya untuk kedua pembalap LCR Honda Alex Marquez dan Takaaki Nakagami, masing masing dari mereka sudah ada 3 mesin yang dibuang dari alokasi. Alex dan taka Musim 2022 ini masing masing memperoleh 7 alokasi mesin. Sementara Jika dibandingkan Pembalap Lain, Umumnya maksimal baru satu Mesin yang dibuang dari alokasi. Apa yang terjadi di Honda, dan lebih khusus lagi, di LCR?

Nakagami , Mulai dari Qatar Sampai seri ke 6 di jerez hanya menggunakan dua Meisn Yakni Mesin No#1 dan No#2 . . pas masuk di Seri ke 7 kedua mesin ini lansgung dibuang Dari alokasi dan Taka Lansgung membuka dua mesin Yakni mesin No #3 dan No#4 sampai akhirnnya Mesin No #4 dilepas dari alokasi pasca Sesi FP4 di Seri Assen yang lalu.

Jika Takaaki Nakagami mungkin ke soal Strategi Rolling pemakaian mesin, Di sisi lain Pit Box, Alex Márquez agak sedikit sulit dianalisa karena Mesin No#1 Alex dibuang dari alokasi sebelum sesi Sabtu Seri ke 4 di Austin, Menandakan bahwa Mungkin ada kerusakan di mesin.

Sementara itu Mesin No#3 Alex lebih aneh lagi dipakai hanya satu setengah seri ; Portugal dan setengah Seri Jerez, lalu setelah itu dibuang dari alokasi . . Ini juga diperkirakan Karena Kerusakan Internal Mesin. Pun Begitu Mesi No#2 tiba tiba dinyatakan dibuang dari alokasi setelah sesi FP1 di Assen.

Untuk team factory Repsol Honda Baik Mesin atas nama Marc Marquez maupun Pol Espargaro Masing masing hanya satu Mesin yang dibuang dari alokasi setelah 11 seri. Dalam daftar itu ada 13 pembalap lain yang belum melepas satu mesin pun. Di antara mereka, pemimpin kejuaraan saat ini Fabio Quartararo dan Pecco Bagnaia.

Sementara Untuk Aleix Espargaró, yang Masih memiliki alokasi 9 Motor karena diawal Musim Aprilia Masih berlaku sebagai team Konsesi hanya 1 mesin yang sudah dibuang dari alokasi mesin. Silahkan simak Full report penggunaan mesin via Audio Visual di Vlog yang tmcblog juga sudah sertakan sob . .

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

35 COMMENTS

  1. kirain tenaga dikurangi dan digeser kebelakang bakal lebih awet dan jinak ternyata malah banyak yg di recall dan tetap bikin crash brutal

  2. 2 dekade lebih Repsol Honda mendominasi balapan. Gak heran ketika 3 tahun saja mengalami masalah maka jadi bullyan. Macam Barcelona yang ditinggal Messi.
    Tapi sepertinya Honda tidak kehilangan banyak akibat “ketersesatan” di MotoGP dan WSBK, karena kenyataannya pendapatan perusahaan tetep aja besar, bahkan mengalahkan rival kompatriot Jepang nya.
    Sebetulnya ketersesatan itu bukan pertama kali (baca sejarah NR500). Tapi kemudian semuanya bisa teratasi dan menjadi dominator dan melahirkan sang juara Doohan, Criville, Hayden, Stoner, Rossi, dan Marquez. Beberapa lejen pun pernah di sana, seperti Biaggi, Pedrosa, dan Lorenzo. Juga para runner-up terkenal lainnya macam Okada, Gibernau, dan Dovisioso.
    Mungkin gak masalah dengan 3 tahun ini ( kecuali bagi karir Puig ), karena dominasi sudah banyak diraih.

    • Pertama, selain karena tidak adanya keberlanjutan dari core Xavi-Iniesta-Messi, imo Barca hancur juga karena masalah kebobrokan finansial mereka. Pemain akan tetap datang dan pergi, tapi klub sebesar Barca (harusnya) akan selalu menemukan jalan tetap berada di habitatnya sbg salah satu klub teratas di dunia. Di era sepakbola sekarang, kesehatan finansial adalah hal fundamental.

      Kedua, sy setuju bahwa Honda akan selalu menemukan jalan keluar. Hanya butuh waktu sampai mereka kembali ke statusnya sbg pemimpin Motogp. Dengan atau tanpa Marc. Itu kalo mereka masih mau pol-polan tempur di balap ICE. Awas aja kalo tiba2 kabur kyk Suzuki atau Honda F1. Ini sudah menjadi trahnya Honda sejak jaman Soichiro dan Fujisawa masih ada.

      • Plus jg duo Aytekin sama Ovrebo sdh pensiun makanya Barcelana sdh kembali jadi medioker plus bentar lagi mau kolaps efek terlalu songong ingin mengejar La Decimocuerta nya Real Madrid 🤣🤣🤣

        • Satu dua kali diuntungkan wasit itu pasti pernah terjadi, tp mau bilang Barca hebat karena wasit?
          Tampaknya jam nonton bola Anda kurang banyak bro. Atau cuma modal medsos, highlights yt, dan livescore?
          Ini sama juga mengatakan Honda juara di 2013 karena diuntungkan regulasi.

          Sy bukan fans Barca, tp nonton Barca saat beneran main bagus (terutama saat era Xavi-Iniesta masih ada) itu adalah tontonan yg mengagumkan.
          Di bukunya, Fergie bahkan mengatakan bahwa Barca 2011 adalah tim terbaik sepanjang masa.

        • Wah jauh bro, permasalahan MU ga serumit Barca. Selain masalah regenerasi yg payah, Barca juga diambang kebangkrutan karena buruknya manajemen keuangan serta dampak instant pandemi.
          Permasalahan MU cuma terjadi di lapangan (mari kesampingkan dulu Edd Woodward, Glazers, n co), lebih mirip Honda yg cuma payah di track. Di luar itu mereka masih tim dengan struktur yg solid yg bisa come back anytime soon.
          Kartu As-nya Honda ada di diri Marc, kartu As-nya MU ada di (mungkin) ten Hag, Barca? boro-boro punya kartu lengkap.

  3. Pantesan Pol udh jarang ngeluarin kalimat2 pongah, timnya skrg hilang arah dan acakadut krn ulahnya yg pengen ono ini tapi malah zonk, itu jg ga bisa dia keluarin potensinya. Justru Marquez yg sambungan tulangnya agak geser dan nyeri berkepanjangan malah masih bisa maksimalin motor yg arahnya dia rusak.

  4. Nunggu 2026 sampe kru engineer lengkap balik dari F1, masalahnya yang dikirim ke F1 itu pak Bambang ahli metualergi

  5. Honda dan Yamaha sekarang seperti Ducati dulu, tergantung pembalapnya
    Honda bergantung pada M Marquez
    Yamaha pada Quartararo
    Ducati pada Stoner
    Tambah lagi, KTM tergantung pada Binder.
    Semua tentang skill pembalap.
    Kalau sekarang motor terbaik adalah Ducati yg bisa membawa hampir semua pembalapnya masuk 10 besar, beberapa podium dan juara.
    Motor berikutnya yang sangat berkembang adalah Aprilia, terlepas dari statusnya yg masih konsesi, tapi Aprilia konsisten membuat rider medioker macam Aleix Espargaro sangat kuat musim ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.