TMCBLOG.com – Semua orang kayaknya setuju bahwa tanpa mengecilkan upaya Sang Juara Pecco Bagnaia, Namun Pembalap terbaik pada seri terakhir di paruh pertama Musim MotoGP 2022 adalah Aleix Espargaro. Start bagus, Dilanggar Oleh Quartararo namun Bisa kembali ke trek Walau harus berjibaku turun sampai Posisi Ke 15 sampai akhirnnya Finish di Posisi 4. Tak ada orang yang memiliki tingkat Keheranan paling tinggi selain Crew Chief Alex Antonio Jimenez

Kepada Jurnalis Mela Chercolez, Toni sampai agak sedikit berlebihan melihat fenmena kembalinya Aleix dari P15 ke P4. “Saya tidak tahu apakah itu Marc Marquez yang menyamar sebagai pembalap Aprilia. Namun, apa yang terjadi agak disayangkan, karena kejadian itu menunjukkan bahwa kami sebenarnya memiliki kecepatan untuk memenangkan balapan.  Sebelum balapan dimulai, awalnya kami menargetkan hanya berada di tiga besar, tetapi dengan pace itu, jelas bahwa Aleix adalah yang tercepat.”

Mungkin yang dirujuk Toni adalah kembalinya Marc Dari posisi ke Bawah sampai hampir mendekati Posisi tiga pada race MotoGP Jerez 2022  . . race terakhir Marquez dalam keadaan Fit 100% sebelum akhirnya Crash saat mendekati buntut Vinales dan Malangnya . . . Motor yang jatuh karena high side itu membentur tangan kanannya yang menjadi penyebab Cidera humerus berkepanjangan sampai sampai Pembalap RHT ini harus 4 kali menjalani operasi. Kembali lagi Ke Aleix Espargaro, Toni meneruskan penjelasannya mengenai apa yang menurutnya terjadi di Aleix setelah insiden dengan Fabio

” Bagusnya dia tidak jatuh saat tertabrak Quartararo dan dia keluar dari gravel secepat mungkin. Saya tidak ngerti bagaimana dia melakukannya, karena motornya sedikit tenggelam, tetapi dia berhasil kembali ke trek. Dia menutup matanya, pembuluh darahnya membengkak dan dia tahu dia punya motor untuk melakukan sesuatu yang baik. Tidak akan merasa rugi sebesar apapun, karena ketika kehilangan poin, yang Anda inginkan hanyalah mendapatkan apa pun yang bisa diperoleh. Motornya merespon dengan sangat baik dan Aleix, yang biasanya hanya naik 20% jika, kali ini dia seperti memasang gear ketujuh yang tidak ada di motor”.

Ketik Toni diajak melakukan Role-Play ala bani andai andai . . . apa yang terjadi di akhir Balapan Jika misalnya Quartararo tidak menabrak Aleix Esparagro, Ia berkata “Jika tidak ada kontak dengan Quartararo, keduanya akan finis di podium dan pengurangan poin akan lebih kecil dari 13 poin yang dia peroleh saat itu “

Dan di akhir Toni mencoba Membuat kesimpulan bernada Psy War ke semua Penguhuni Paddock MotoGP ” Saat ini kami adalah tim terkuat. Fakta bahwa Maverick telah naik podium memberi kami lebih banyak kekuatan, karena itu berarti dia telah ‘datang’ dan dia dapat membantu kami dalam perebutan gelar. Tujuan selanjutnya adalah Finish pertama dan kedua” . . . apa Nggak serem tuh Aprilia di paruh kedua Musim 2022 ?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

38 COMMENTS

    • Virus hypocrite ala jurnalis barat udah menular ke kolom komentar. Orang2 menganggap M1 –sebagai motor juara dunia tahun lalu– bisa dibawa ke podium hanya karena kehebatan Quartararo, tapi menolak fakta bahwa Aleix Espargaro juga bisa podium semata karena motornya yg kompetitif. Pffft.

      To be honest, sy saat ini sulit membagi proporsi peran terbesar pembalap vs motor untuk menentukan raihan juara, di saat banyak pembalap teramat kesulitan beradaptasi dengan motor.

  1. motor nya yang bagus apa pembalapnya yang bagus ya? yang jelas keduanya berpengaruh, kita lihat musim depan sama2 gak konsesi duo spain di apriliano bisa bicara banyak atau tidak

  2. Mav bisa podium dengan lumayan cepat sih termasuk gegewepe lah itu. Bisa smooth di tikungan, koreksi dengan cepat kalau lakukan kesalahan, much less chattering.

  3. Anjayy… Ga pembalapnya, gak crew chief nya, samaan ha-ha… Kmrn CEO nya juga ikutan sih. Yaa goodluck deh, semoga bisa manfaatin momentum paruh musim kedua dgn maximal.

    • Sama aja kaya efek OKB, biasa miskin begitu dapet duit gedean dikit sesumbarnya kaya udh yg paling kaya. Gitu juga tim, biasa jadi tim gurem begitu moncer dikit sesumbarnya udh kaya yg paling kompetitif.

      • seperti Marquez, infonya.

        Memang A Esp the true GOAT. Satu-satunya yg bisa menggebrak MotoGP hanya dalam kurun 1 tahun belakangan bukan hanya berhasil bawa pabrikannya pindah status konsesi tapi langsung jadi title contender berjibaku dengan Top class rider & top class manufacture! Sekaligus masuk jajaran rider paling konsisten meraih poin maksimum. That was just the beginning!

        Siap aja sambut Legenda MotoGP yg baru lahir. Top markotop. Karena Rossi dan Markez aja belum tentu bisa sehebat A Esp kalo senjatanya Aprilia. Bisa dipastikan kalo A Esp bahkan selevel dgn legenda Agostini.

  4. Berarti tinggal nyari alien yang mau nunggang, tapi harus perkasa juga ototnya biar konsisten dengan motor Segede gaban gitu sayapnya

  5. Kayanya kemarin bisa ngejar karena pake engine yg fresh baru buka bungkus, secara aprilia jatahnya 9 engine

  6. Eleh! terlalu banyak pihak yg memaksakan menjadikan dia seperti superhero

    kalo saja lebih merunduk seperti padi dibanding pujian setinggi langit mungkin malah akan lebih banyak dapat simpatik orang

    • Gak bisa tendensius begitu dgn A Esp the true GOAT.

      Seorang GOAT memang sudah sepantasnya memiliki rasa kebanggaan dalam dirinya yg harus dipublikasikan pada khalayak sehingga punya pencapaian aktualisasi diri dan bisa memantaskan diri berada dalam catatan sejarah sebagai salahsatu rider yg paling perkasa dalam sejarah.

  7. Pengen liat se friendly apa Asep musim2 depan kalo rider april yg laen rutin naik podium bahkan nyalip doi. Musim depan ada rider alumni kandang di rnf, yg secara skill diatas doi. Ia Vina juga diatas doi, tapi mentalnya gak bisa di bet.

    Ini rider ama kru saling lempar psy war, ya oke2 aja buat motivasi diri. Rivola yg bisa dibilang sosok kunci performa april aja slow2 ae.

  8. yah selama berada di atas sih bebas aja ngomong apapun,
    yg penting ingat quote legend ini
    “everyone has a plan, ’till they get punched in the mouth”

  9. Oke faktanya motornya bagus, bisa di ajak barbar juga. Emang si alexnya aja ngehandle motornya alakadar. Buktinya saat dibawa agresif tu kotor bisa dari p15 ke p4(bukan saat start). Coba kalau kedepannya lebih agresif lagi gausah takut jatoh. Gak usah terlalu maen aman. Mungkin bisa jadi pebalap yang bisa ganttin marques minimal SEMENTARA dia gak ada.

  10. Dibilang kebantu status konsesi, tapi dari data penggunaan mesinnya ternyata masih setara pabrikan non konsesi. Artinya mesinnya masih di-tune wajar.
    Free to disagree, talenta Aleix bukan lagi pembalap ala kadarnya. Sedikit terlambat melihat usianya, tapi ya gpp.
    Balapan motogp emg tentang cocok-cocokan sama motor, dan Aleix baru nemu jodohnya sekarang.
    Mau pake propaganda citranya digedein sama Dorna atau sama timnya kek, tetep aja rujukannya hasil balapan. Sebagai penonton udah nikmati aja.

    • namanya konsesi,sebelum jebol tuh Jeroan mesin udah diganti total apa kagak kita gak tahu

      walaupun tetap praduga tak bersalah,mungkin saja racikan mesinnya emang udah ciamik

      • Salah satu kelebihan konsesi, bisa seenaknya rubah jeroan mesin krn ga di segel. Itu poinnya. Bahkan klo dikasih jumlah alokasi mesin sama dgn non konsesi sekalipun, tetep klo mesin ga di segel punya kelebihan. Gampangnys gini, lu balap IRS tim larn pake cbr standar ga boleh dibuka head nya. Sementara motor lu awalnya standar tapi krn sadar kelemahan mesin lu dimana, menjelang seri berikutnya lu ganti kruk as piston, noken, klep, dll. Hasilnya gimana? Tim laen lajunya gitu2 aja motor lu jambakan torsinya nampol, top speed dapet, napasnya panjang. See?

        • Emang jago montir paddock kelas dunia yg satu ini.
          Ajakin ane maen paddock moto gp jg dong om, pake pass tukang ngelap velg juga gapapa deh

    • Anyway, yg sy tekankan adalah sikap respect terhadap pembalap, siapapun itu. Karena bahkan dengan keistimewaan yg sama, ga semua pembalap bisa meraih raihan yg sama.
      Cuma agak jengah dengan penggiringan opini yg makin ke sini makin kebawa sikap mendiskreditkan peran pembalap–Aleix Espargaro.
      Sikap seperti ini yg saya benci dari lingkungan untuk tumbuh kembang anak-anak Indonesia. Tiap ada yg ngomong, “halah gitu doang,” rasanya pengen nampol.

      Apresiasi itu harus dibudayakan tanpa harus berlebihan, vibes positif untuk kehidupan yg lebih sehat. Offline atau online, kenal atau ga kenal.
      Cukup kritik sewajarnya.

      • Yg lu tekankan di awal lu mau mendiskreditkan kelebihan konsesi. Btw klo lu paham, justru media resmi motogp sendiri yg lg berusaha ngegiring opini dan jadiin Espargaro seolah tokoh utama. Publik ga bisa disalahin, apalagi pembalap yg tadinya terkenal cuma pelengkap grid dan byk omong byk pula musuhnya sesama pembalap (Lorenzo, Petrucci, Miller, dan masih byk lg) tiba2 dapet eksposure melebihi pemimpin klasemen. Klo yg dapet eksposure Quartararo, Zarco ato Bastianini pasti publik jg B aja krn emg wajar mereka dapet itu. Klo lu mau ngatain ngegiring opini, media resmi sendiri yg ngegiring opini tapi publik ga semudah itu accept. Klo soal respect, harusnya lu balikin lagi ke Aleix yg bahkan motogp legend kaya Lorenzo aja pernah dia musuhin.

        • sejauh ini komentar lu yang selalu gua tunggu tunggu, tapi gua bingung sama komentar yang lu lontarkan buat smoke. karena yang gua baca disini, smoke cuma ngomong agar jangan terlalu mendiskreditkan terhadap rider siapapun itu dan itu positif maksudnya apa yang jadi masalah? soal mendiskreditkan konsesi yang gua baca diatas juga dia nampaknya pro dengan april meskipun diberikan konsesi tapi dari data masih setara sama non konsesi.

        • Klo lu tanya yg salah apa ya salah satu yg mau gw Highlight kali ini adalah tuduhan ngegiring opini. Padahal klo lu baca opini orang di semua platform internet, mereka ya beropini sesuai opini mereka, ga ada yg ngegiring kearah tertentu kan? Gw cuma nulis seadanya. Silahkan klo mau disagree feel free to disagree tapi kasih bukti giringan opini yg dimaksud dari media apa, semasif apa. Klo ada Apa sebanding dgn upaya penokohan yg narasinya secara tersirat jadiin dia tokoh utama ampe dipuk2 CEO? Bahkan seorang Patterson pun pernah viral gegara reflek ngatain idi**, itu pendapat dia kan? Apa dia korban giringan opini? Nah skrg gw balik blogger sekaliber dia aja yg sebenernya csan ama Espargaro bisa ampe keceplosan gitu, apalagi publik biasa? Ada yg ngegiring opini mereka? Gw yakin ga ada. Balik lagi opini publik ya opini mereka. Klo ada komentar yg bersebrangan ya jangan salahin publik, apalagi nuduh ada yg ngegiring, kan itu juga luapan kejengahan mereka? Knp Pedrosa gatot mulu tapi lebih byk yg muji? Knp Iannone kadang bagus tapi lebih byk yg bully? ada yg ngegiring? No. Semua opini yg beredar ya alami, siapa orangnya, gimana perangainya, itu yg mempengaruhi.

        • menurut pendapat saya, anda hanya butuh tidur,
          biar pas bangun anda sadar kalo semua ini hanya entertainment dan memakluminya

        • lu pernah turun balap real ga si ? atau seenggaknya hobi motor dan bisa “bawa” motor ?

      • good point ni. saya juga salut kok sama aleix, top 5 di motoGP tuh udah hebat banget lho, apa lagi bisa 2 di klasemen.
        si akang ini kayanya ada dendam pribadi sih sama aleix.
        yang saya bingung kok masih lolos moderasi aja ya?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.