TMCBLOG.com – Di akhir balapan seri Belanda di sirkuit Assen, Dorna telah merilis data crash/jatuh disetiap kelas dan bahkan secara detail data-data crash setiap pembalap dan terjadi di titik tikungan mana terjadinya crash tersebut. Dan sepanjang yang bisa TMCBlog lihat Marco Bezzechi adalah pembalap yang sering jatuh yakni sebanyak 15 kali crash di sepanjang 11 seri balapan yang telah berlangsung. Kalau Bezzechi lumrah karena dia adalah seorang rookie yang tentunya terus mengeksplorasi limit dari Desmosedici GP21-nya. Namun pembalap kedua yang paling sering crash adalah Enea Bastianini yang sudah tidak rookie lagi dengan mengalami 14 kali crash di sepanjang paruh pertama musim 2022 ini.

Secara umum dengan delapan motor (8 pembalap) di lintasan, Ducati mengalami 79 kali crash atau 42,5% dari total jumlah crash sepanjang 11 seri pertama. Namun para pembalap Ducati tentu telah banyak mengonfirmasi langkah maju secara teknis dengan jumlah crash ini dalam upaya mengetahui titik limit dari motor sehingga bisa dibilang menjadi salah satu motor paling kuat saat ini. Secara umum rerata jumlah crash pembalap Ducati adalah 9,875 kali per pembalap.

Angka rerata crash per-pembalap ini nggak ada apa-apanya bila dibandingkan dengan angka yang sama untuk pabrikan Honda yang membuktikan bahwa mereka selalu mencari jalan yang sulit setiap saat. Dengan statistik 44 kali crash atau 23,6% dari total jumlah crash. Ini adalah hasil yang cukup signifikan karena jika dihitung rata-rata maka hasilnya adalah 11 crash per pembalap, atau rata-rata satu kali crash per pengendara dan seri Grand Prix.

Masih soal Honda, Alex Marquez memimpin dengan 12 kali crash di sepanjang 11 balapan yang diadakan sejauh ini. Dan mungkin ini juga jadi faktor penguat keputusan adik dari Marc Marquez ini untuk hengkang ke Ducati tahun depan. Pol Espargaro dan Marc Marquez masing-masing 10 kali crash sementara Takaaki Nakagami mengalami 6 crash di 11 seri ini.

KTM memiliki total catatan 21 kali crash, 11 di antaranya terjadi di tim Tech 3 atau secara rata-rata 5,23 kali crash per pembalap KTM. Yamaha mengalami 16 kali crash, dengan secara khusus Andrea Dovizioso hanya mengalami satu kali crash. Secara rerata Yamaha mengalami crash sebanyak 4 kali per pembalap. Sementara Suzuki mengonsolidasikan dirinya sebagai salah satu tim dan merek yang memiliki kecelakaan paling sedikit sejauh musim ini, dengan total 14 crash. Juara dunia MotoGP 2020, Joan Mir, mengalami 9 kali jatuh, sedangkan Alex Rins 5 kali jatuh. Namun jumlah rerata crash Suzuki adalah 7 crash per-pembalap.

Aprilia memiliki dua pembalap permanen yang berbeda jumlah crashnya. Di satu sisi, Aleix Espargaro mengoleksi 7 kali crash sepanjang 11 seri musim, sementara tandemnya yakni Maverick Vinales memperlihatkan angka statistik yang paling mencengangkan yakni belum pernah crash sepanjang paruh pertama MotoGP musim 2022 ini. Secara rata-rata Aprilia mengalami crash sebanyak 3,5 kali per pembalap dan merupakan catatan paling sedikit di segmen statistik rata-rata crash per pembalap ini.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

15 COMMENTS

  1. Sejak tahun lalu Aprilia sudah mewanti2 aleix buat alon alon, emab engine baru. Makanya vinales juga di pesenin buat yang penting nyampe finish.

  2. Kalau marquez masih balap pasti crash terbanyak. krn kebiasaan cari limit motor sampai nyium aspal belum lagi crash waktu race

    • Klau bicara itu mah performa yg d tunjukan bagnaia 2019 2020(waktu d tim satelit) jauhhhhhh lebih tidak layak masuk pabrikan musim berikutny. Atau boleh dibilang semua pmblap Ducati dari setengah musim ini blum ada yg layak buat pabrikan gak ada yg konsisten sekaliny ada hanya sebatas konsisten finish sekalipun tdak dpt poin yg penting finish

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.