TMCBLOg.com – Seperti kita ketahui selain kelas utama dalam gelaran balap World SBK, hadir pula kelas support pada race weekend Donington Park akhir pekan lalu yakni R3 bLU cRU European Cup Round 4. Di gelaran ini hadir satu pembalap muda dari tanah air asuhan Yamaha Racing Indonesia yakni Wahyu Nugroho.

Di sirkuit Donington Park Circuit yang memiliki lintasan 4.023 Km dan total 24 tikungan, Wahyu Nugroho, yang merupakan rookie atau pendatang baru dapat cepat beradaptasi terhadap sirkuit dan terus melakukan progress dalam pencapaian prestasi yang berlangsung signifikan secara bertahap. Pada sesi kualifikasi Superpole, racer asal Boyolali, Jawa Tengah ini start dari posisi 16 atau row ke 6.

Jumlah row R3 bLU cRU European Cup Round 4 ini hanya berjumlah 7, ini artinya Wahyu start dari posisi lumayan belakang. Namun posisi start ini ditambah karena sebelumnya belum pernah mengenal karakter trek, meski begitu kondisi ini tidak membuatnya gentar.

Hasilnya? Pada dua kali race yang berlangsung 11 laps, Wahyu meraih posisi finish 4 dengan waktu 1:46,214 pada Race 1 dan kembali meraih posisi finish 4 dengan waktu 1:46,664 pada Race 2 di Donington Park Circuit.

Hasil perjuangannya patut diapresiasi karena pada race pertama ia hanya 0,097 detik dari posisi podium 3 sementara pada Race 2 jaraknya dari podium 3 hanya 0,07 detik . . . Yap, sebanyak dua kali Wahyu nyaris bisa mengibarkan bendera Merah Putih di Donington Park.

Dengan 26 poin solid dari seri Donington Park, Wahyu Nugroho telah mengoleksi total 74 poin dan saat ini berada pada posisi 5 klasemen sementara R3 bLU cRU European Cup menjelang 3 seri balapan terakhir.- Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

20 COMMENTS

  1. Klo OMR gini mana menarik, masih mending ARRC, kecuali motor prototipe 125, ga bisa saling counter Ama brand sebelah 😂

    • OMR ada sebagai penjenjangan, seperti dulu ada Asia Dream Cup, biar pembalap punya step step yang jelas dan nggak seperti karbitan bro

    • Yg bikin kurang menarik versi maspronya cuman headlampnya doang sih menurut gw, jujur aja lebih suka model fairing yg simple dari r series timbang cbr

  2. Yg heran di kelas pembibitan banyak pemvalap Indonesia yg tampil impresif,to tar pas naik ke kelas 600cc mulai dah PD susah bersaing bahkan buat masuk 20 besar.

  3. Sepertinya ada yg salah dengan proses developmen pembalap Y di Indonesia.
    jangankan yg hampir podium, yang pernah podium 1 aja sekarang nasibnya kok kayak gimanaaa gitu.
    Mending kalo berbakat diambil KTM aja deh apa Honda biar jelas pembibitannya naek motor prototype sejak awal….

    • Kalo mau dibandingin dengan tim sebelah, mereka punya struktur yg jauh lebih profesional sampai bisa kirim talent ke sana sini. Puncaknya ya Honda Team Asia. Plus didukung adanya balapan kadet pake motor dengan merk yg sama. Eh kok ditambah Pak Anggono promote ke HRC, makin-makin.
      Yamaha? alhamdulillah masih ketolong prestasi satu dua orang wakil. Abis itu kyk ayam ilang induknya karena ga ada di circle yg profesional macam AHRT.

  4. Harus jelas dan berkelajutan…
    Dana keuntungan jual velg megalitukum harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk penjenjangan para pebalap muda binaanya…
    Seperti halnya penjualan kampas Rem sebelah..

Leave a Reply to Smoke Cancel reply

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.