TMCBLOG.com – Moncernya Performa Aprilia tentu adalah andil dari Kombinasi banyak hal ; Pembalap, Motor dan Juga Tim. Nah evolusi Detail Motor Aprilia RS-GP adalah salah satu yang cukup menarik untuk dikepoin dan tentunya juga terdiri dari berbagai macam Kombinasi evolusi detail teknis yang diberikan. Salah satunya adalah yang sempat di pincai oleh Mata elang paddock GP yakni Gantungan Mesin dengan Ide mirip seperti yang sudah semenjak awal dilakukan Suzuki MotoGP pada GSX-RR mereka.

Pict : Marc Seriau/Paddock-GP

Cek deh sob gambar diatas, terlihat Gantungan mesin samping terbuat dari Bilah Logam yang dibaut tiga titikk ke Sasis Utama dan ini tuh mirip dengan yang semenjak lama diguniunakan Oleh Suzuki GSX-RR pada mesin 4 silinder segaris mereka seperti yang bisa dilihat di Foto bawah ini

Kalau di Suzuki tampak dengan jelas bahwa dibagian bawah ada tiga lubang baut yang siap dipakai untuk memvariasikan titik mounting engine yang disinyalir merupakan sebuah cara yang digunakan oleh para engineer untuk mem-variasikan load dari mesin jika memang ada yang mau diubah bergantung pada variasi beban Flex yang mau diberikan kepada sasis untuk membentuk kelenturan tertentu bergantung pada karakter dari sirkuit. Sementara untuk Aprilia RS-GP dari foto yang disupply paddock GP belum bisa dipastikan adanya variasi dari Posisi lubang Baut mounting di bawah bilah gantungan mesin ini.

Pict : Marc Seriau/Paddock-GP

Namun begitu, secara umum tingkat Fleksibilitas atau kekakuan Dari sasis secara keseluruhan disinyalir masih bisa diperoleh dengan cara memvariasikan tingkat Kekencangan dari kombinasi ketiga Baut yang menyatukan Bilah gantungan mesin ini ke Sasis Utama ( Main-Frame ) – Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

15 COMMENTS

    • Hadehhhh mazzeeehhh….
      Pake torque wrench dong ahh…
      Jangan dibandingkan dengan bengkel pinggir jalan main getok aja

  1. Gantungan mesinnya mirip dengan yang dipakai di cb150r…
    Generasi awal pake besi tubular, generasi berikutnya pake semacam aluminum atau besi cor…

  2. Ke-sotoy-an sy justru ini dampaknya meminimalkan part engine sbg bagian inti dari kekakuan frame. Sangat bertolak belakang dengan ide mesin sbg bagian integral dari chassis-nya Ducati jaman monocoque.
    Intinya sih sebisa mungkin mesin tidak ambil bagian dari kekakuan frame, melainkan hanya sbg “bandul” untuk mencari cog yg tepat sesuai karakter sirkuit.

    Menarik untuk sebuah pabrikan yg tidak menjadikan chassis sbg pondasi membangun motor. Alias ga pede-pede bgt dgn chassis yg dipunya, biar sewaktu-waktu bisa cerai sama mesin.

  3. salah satu cara ngirit dana pembuatan sasis jadi sewaktu² dirasa kemampuan motor mulai rada gimana gitu bisa di ganti² posisi mesinnya, beda sama H yg sering gonta ganti sasis jadinya menghamburkan duit
    imo

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.