TMCBLOG.com – Sobat sekalian, awalnya Honda dalam hal ini perusahaan balap mereka yakni HRC hanya bermaksud untuk memberikan support teknis penuh untuk musim 2022 ini saja untuk Red Bull Racing untuk kemudian tahun tahun selanjutnya akan diambil alih oleh pihak Red Bull Racing sendiri yang sudah santer diinformasikan akan menjalankannya divisi produksi powertrains mereka sendiri di Milton Keynes. Namun akhirnya HRC menginformasikan beberapa jam yang lalu bahwa rencana ini telah ditangguhkan.

Diinformasikan HRC akan memperpanjang masa support Red Bull Racing Formula 1 sampai dengan akhir musim 2025. Hal ini dikarenakan karena dinamika yang hadir pada tubuh Red Bull Racing di mana mereka mengubah fokus dan target mesin sendiri untuk musim 2026 yang kemungkinan besar akan bekerjasama dengan Porsche. Ini tuh artinya, Honda Racing Corporation (HRC) akan bekerja sama dengan Red Bull hingga akhir siklus aturan mesin F1 saat ini (akhir 2025) di mana ada aturan engine freeze yang artinya sampai akhir musim 2025 pada dasarnya nggak akan ada perubahan mendasar dari mesinnya sendiri di semua pabrikan partisipan F1.

Red Bull powertrains akan resmi diklasifikasikan sebagai pendatang baru mulai 2026 sehingga bisa mendapatkan konsesi nanti. Bos tim Red Bull Christian Horner memberikan statement-nya terhadap perpanjangan masa kemitraan dengan Honda: “Kemitraan Red Bull dengan Honda telah menjadi salah satu yang sangat sukses dan kami senang bahwa ini akan berlanjut sampai akhir era peraturan PU FIA saat ini, pada tahun 2025.”

Koji Watanabe, presiden HRC, menambahkan: “Kami telah sepakat untuk terus mendukung Red Bull Powertrains di Formula 1 melalui HRC, mengikuti permintaan Red Bull untuk memperpanjang perjanjian kami saat ini, yang dapat dipenuhi oleh HRC dengan sumber daya yang ada. Sekali lagi, kami bertujuan untuk menggunakan keterlibatan kami di puncak motorsport untuk pengembangan teknologi dan tenaga kerja kami.”

Perpanjangan keterlibatan Honda juga memungkinkan akan ada branding yang lebih besar untuk pabrikan Jepang pada mobil Red Bull dan Alpha Tauri mulai tahun 2023. Musim ini, logo lebih banyak berbentuk ‘HRC’ ketimbang logo yang bertuliskan ‘Honda’. – tmcblog

39 COMMENTS

  1. Ngeri tenan, Honda ngosak asik Pertarungan jet darat roda 4 liwat powertrain yg dibenamkan di RB18B redbull.
    Joss…
    Jawara di f1 liwat duo Max Verstappen & Benteng pertahanan (tandem) nya Sergio perez

  2. kayaknya setelah liat separuh musim ini honda jadi masih tertarik di F1, apalagi tim sama pembalapnya mimpin klasemen lumayan jauh

    selama ferrari membadut & mercedez belum bangkit, redbull + honda ayem ayem aja di depan

    • gak jadi kayanya, 2026 aja ada kabar kalo redbull kerjasama ama porsche, sampe pembelian sahamnya 50:50, tambah kecil kemungkinan redbull powertrains buat mesin sendiri

      • Mungkin juga dari Hondanya tdk mau menjual license ataupun paten power train nya ya. Jd klo Redbull mau pake mesin tsb harus sepaket dgn support HRC.

        • @badabest
          Mirip klausul kereta cepat jkt-bdg yg tidak dipilih pemerintah karena hal tsb, jadi kereta & sukucadang harus dr japan tdk ada asembling disini maupun transfer of teknologi nya, dan infrastruktur & teknis dari jepang semua

      • tp ada selentingan kabar rbpt bangun bagian ice sedangkan porsche bagian mgu-k dll(hybrid).. ya mirip mirip mercy di mclaren dulu buat mesin bareng ilmor..

    • Nah itulah yang gw takutkan, bagaimanapun juga basic mesin mobil tidak sama dengan motor, peintilannya banyak yang beda, padahal sudah bagus dipegang sama HPD

        • Letaknya di USA tapi unit khusus menangani balapan divisi 4 roda, sedangkan HRC untuk 2 roda, dulu F1 ada di divisi ini namun akhirnya dialihkan ke HRC mulai tahun ini

    • Oalah baru tau juga kirain HPD cuman riset buat mobil yg balapan di US kayak Indycar sama nascar doang. Tapi kayaknya walaupun pindah ke HRC alih teknologinya ga akan begitu susah, ga mungkin juga mereka mau ambil resiko dengan ga ngikut sertain orang” dari HPD rasanya

  3. Ntuh mesin cangkokin aja di rcv biar wush2 bablas angine….tp emang perpaduan verstapen- redbull-hrc sngat klop dn kuat skali selalu tenang dalam mnjalankan strategi…pdhl smpet ktinggalan klasemen lmayan jauh di awal,skrg mreka balik keadaan

  4. mesinnya jg cukup bisa diandalkan sih ga terlalu sering technical failure kayak kuda jingkrak,bahkan kemarin digeber max dr p10 ke P1 sambil spinning to winning pula

    cuman alpha Tauri nya memble sangat sekarang

    • Tapi rumornya PU nya punya max sisa 3lap sebelum failure
      Untuk sekarang PU nya Merc paling realible sih
      Walaupun underpower

  5. Red Bull takut lepas momentum mungkin, lebih baik pertahankan yg bekerja dgn baik saat ini drpd harus melepasnya dan punya masa depan yg ga pasti setidaknya sampai 2025,

  6. Makin membadut kah yang merah merah? … Mungkin definisi mencari jalan sulit cocok banget untuk yang merah merah 😌

  7. Keseruan F1 sdh dimulai sejak FP1.

    Gak cuma adu pembalap, tapi juga adu strategi.

    Hiburan di F1 juga lebih banyak. Apalagi kita bisa dengar komunikasi mereka.

    Kalo membicarakan balapan F1, satu minggu juga gak habis dibahas. Apalagi tiap pembalap punya gaya masing-masing. Kita serasa lebih mengenal mereka.

  8. Ah klasik Honda, keluar masuk sesuka hati. Sebenarnya ini juga udah ditebak banyak orang, saat RBR malah justru sebegitu dominannya saat ini tinggal nunggu waktu aja Honda bakal balik lagi. Apalagi hampir udah ga begitu membutuhkan riset lagi hingga 3 musim ke depan. Power unit, MGU-H dan MGU-K udah perfect bgt saat ini setelah selesai dengan semua masalah PU di awal musim yg bikin mereka berempat DNF bergantian. Apalagi sejak awal musim RBR ga begitu kena masalah porpoising, sy yakin Honda sudah menyesal pamit dari F1 sejak seri2 awal.

    • kan ga jd pamit, itu logo hrc masih nempel di rbr

      kecuali kepanjangan HRC itu yamaHa Racing Corp, Hyundai Racing Corp, daiHatsu Racing Corp

  9. Knp investasi pabrikan di F1 bisa seolah tanpa beban ya? Pabrikan seperti hny fokus adu teknologi, branding, baru ekonomi. Klo GP atau R2 pd umumnya selalu ekonomi jd ketakutan yg pertama..

    • Di F1 biaya yg dikeluarin sebanding ato bahkan lebih dikit klo dibanding keuntungan publisitasnya bagi sponsor2, ya tim mau minta berapa aja pasti cincay apalagi tim papan bawah jg kesorot kamera dan tetep jadi satu dari belasan tim terbaik dunia yg bisa ikut F1

    • AlphaTauri kan cuma rebrand dari Torro Rosso, bukan bikin tim sendiri. Alasannya ya bikin brand AlphaTauri cepet nanjak publisitasnya, jadi langsung meroket bisa mensejajarkan diri ama brand fashion dunia. Bukan AlphaTauri yg bikin tim, tapi empunya RedBull sendiri yg rebrand tim satelitnya biar merk fashion dia cepet dikenal.

  10. Setelah melalui masa kelam di Mclaren sampe dikatain gp2 engine sama Alonso, Honda makin naik performanya bareng Redbull hingga jurdun tahun kemarin. Top lah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.