TMCBLOG.com – Dalam sebuah acara dengan brand kacamata Hawkers sebelum pergi ke sirkuit di mana ia menang dengan mengalahkan Marc Márquez pada 2019 -Silverstone-, Alex Rins bercerita tentang seperti apa harapan harapannya di 9 balapan terakhir dengan Suzuki dan dua tahun kemudian dengan Honda di tim LCR Honda.

“Saya adalah salah satu dari 24 orang di dunia yang memiliki hak istimewa untuk mengendarai MotoGP; tahun ini saya akan melakukannya dengan Suzuki, tim yang baru-baru ini menjadi juara dunia, dan tahun depan saya akan melakukannya dengan Honda, tim dan produsen terbesar sepeda motor di dunia.”

“Kami ingin mengakhiri kebersamaan dengan Suzuki dengan rasa yang enak di mulut kami. Suzuki dan tim manusia di belakangnya pantas mendapatkannya. Meskipun kami telah berusaha untuk tidak membiarkan berita itu terlalu memengaruhi kami, jelas bahwa sejak kami diberitahu bahwa Suzuki akan meninggalkan pabrikan. Kejuaraan dunia, hal-hal belum berjalan dengan baik… Tapi kami masih memiliki setengah musim untuk mendapatkan hasil lagi, nikmati dan bersenang-senang.”

“Berganti tim dan motor selalu menjadi tantangan, terutama antara dua motor yang berbeda seperti Suzuki dan Honda, tapi begitu proses adaptasi selesai saya yakin kami akan kompetitif dan saya bisa membantu membuat motor lebih mudah dengan semua alat untuk menjadi kompetitif dan menunjukkan alasan kami berada di kejuaraan dunia.”

Kembali ketika ditanya kenapa memiih Honda, padahal ajakan untuk membalap dengan motor pabrikan lain seperti Ducati ataupun Aprilia dan KTM hadir di atas meja untuk dinegosiasikan, Rins kembali menjawab ; “Ketika kami melihat opsi berbeda yang kami miliki di atas meja, yang kami cari di atas segalanya adalah kontrak pabrikan [factory] dan motor dengan spesifikasi terbaru, dan itulah yang ditawarkan Honda kepada kami, jadi kami melompat lebih dulu. Saya tidak bisa meminta lebih banyak dari itu.”

24 COMMENTS

  1. setelah paduka dan pol berusaha membuat rcv yg ramah, rins sepertinya akan bernasib sama, ditambah pemilik tim sudah ultimatum agar rcv dikembalikan seperti semula. rins bisa bilang apa

    • jangan samain kondisi jl99 sama rins apalagi pol
      -jl99 kondisinya ke honda dah cedera lumayan parah
      -pol bisa liat sendirilah, di ktm aja masih susah podium, develop motor honda juga ampuradul
      -rins itungannya berhasil develop motor suzuki, sering ngacak² barisan depan, dan bahkan podium 1 beberapa kali

      • JL99 cidera parah justru saat mencoba beradaptasi dgn motor RC213V.
        Gmana bisa dibilang kalau tdk cidera bakal bisa naklukkan RC213V….wkwkwkwkwk

    • Lorenzo kalo ga cidera sih cincay aja naek motor Marquez, dia rider paling adaptif bayangin aja baru taon pertama naek Ducati aja udah bisa nyetel ama itu motor bahkan klo ga krn mapping 8 dia udh menang di Sepang 2017. Mana ada rider selaen Stoner yg bisa adaptasi secepet Lorenzo? Rossi yg kata fansnya pengembang mesin aja zonk di Ducati. Faktor Lorenzo cuma cidera parah dan motivasi yg udh abis aja sih, begitu motivasi dia bertumbuh seiring sembuhnya cidera eh dipadamin ama Jin Larvis. Ditambah Opa Ezpelata ngasih doi gelar legend, sebuah gelar yg secara tersirat udh ngelarang yg bersangkutan balap lg.

    • Lho paduka bilang dia lebih suka RCV versi 2018, yg pertama dia coba saat test.
      Kemungkinan karena citarasa JL99 ama DP26 itu mirip-mirip.

      Meskipun keinginannya selalu direspon cepat oleh H seperti misal model bentuk tangki yg dibuat mirip saat dia di Duc (untuk meminimalisir efek lelah di tangan saat deselerasi) bahkan konon sampai ke permintaan sasis juga. Tapi dia bisa apa ketika Puig bilang “ini motormu, diam dan membalaplah!”

      • “ini motormu, diam dan membalaplah” begitulah perkiraannya. bagus rins sih positive thinking seperti pol waktu gabung, tapi lihat tau sendiri hasilnya

  2. Banyak orang gak tahu setiap motor MotoGP bisa di set up sesuai keinginan si pebalap?? Mulai sasis, swingarm, dll.. (Asal pabrikan mampu)

    MotoGP bukan hanya engine kan? 😌

  3. Ya dibanding Pol Espargaro, ucapan Rins jelas bisa dipegang. Bandingin aja karir Rins selama di Suzuki ama karir Espargaro di KTM, bahkan dibanding Mirs pun Rins lebih layak masuk pabrikan. Cuma sayang CV dia yg sering nyari akik ketutup ama CV Mirs yg katanya jurdun tapi saat gp Eropa itu jg dgn kemenangan sebiji dan hampir kelibas rider satelit saat itu.

  4. Rins tau motor juara itu tidak akan pernah ramah kepada pembalapnya! Dia salah satu saksi bagaimana motor juara dunia 2019 yg dia kalahkan harus sampai detik terakir! Bagi matador, banteng terhebat adalah banteng terliar yg harus dijinakan!

  5. Rins……biasalah orang baru pasti bicaranya yg positip2 tuk meyakinkan bos. Semuanya hrs dibuktikan di 2023 nanti

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.