TMCBLOG.com – Kemenangan Augusto Fernandez yang menggunakan sasis Kalex di race Moto2 Silverstone dua pekan yang lalu menambah 25 poin pada raihan Kalex di klasemen manufaktur Moto2. Finishnya Alonso Lopez yang menggunakan sasis Boscoscuro menambah 20 poin juga untuk pabrikan sasis tersebut. Namun secara umum pada 12 kali balapan musim 2022 Kalex yang dipakai oleh mayoritas pembalap Moto2 telah mengoleksi 300 poin.

Sementara Boscoscuro yang dipakai oleh 2 pembalap (Lopez dan Aldequer) baru mengoleksi 77 poin dan berada pada posisi kedua dengan jarak 223 poin. Dengan 8 seri tersisa mulai akhir pekan ini di Austria sampai Valencia nanti maksimal hanya akan memberikan 200 poin, sehingga dapat dipastikan Kalex telah mengunci gelar juara manufaktur Moto2 2022. Ini adalah gelar ke 10 berturut-turut yang telah diperoleh oleh Kalex semenjak tahun 2013.

Kalex mengikuti kejuaraan Moto2 semenjak kelas intermediate empat tak ini hadir di 2010. Di tahun pertamanya di mana mereka memiliki 9 brand manufaktur sasis lain sebagai kompetitor, Kalex finish di posisi 7 tanpa satupun kemenangan.

Baru tahun 2011 kemenangan balapan Kalex hadir via Stefan Bradl. Namun di 2011 dan 2012 kekuatan manufaktur sasis masih didominasi oleh manufaktur asal Swiss – Suter. Sampai akhirnya di 2013, Kalex memenangkan gelar juara manuktur yang mereka ulang berturut-turut sampai 2022 ini.

Oh ya satu catatan fantastis lagi adalah selain memenangkan gelar manufaktur, perusahaan asal distrik Augsburg yang dibangun oleh Klaus Hirsekorn dan Alex Baumgärtel ini juga sempat menyapu bersih kemenangan musim pada tahun 2016, 2020 dan 2021. – Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

21 COMMENTS

      • Dulu rubah gp250 ke moto2 alesannya menghindari monopoli Aprilia padahal Honda ama KTM jg masih maen disitu. Skrg udh terpampang nyata jadi Kalex Cup tapi adem ayem wkwkwk

        Taon ini wss600 jg diacak2 regulasinya, mesin ga imbang tinggal tunggu waktu yg paling kompetitif bakal dipake paling banyak, ya endingnya omr lageee

        • Logika yg sama bisa ditanyain ke gp250 jg. Bukannya pabrikan laen jg punya kesempatan yg sama? Apalagi 2 tak mesinnya sederhana dibanding 4 tak. Udh hukum alam yg paling kompetitif yg paling laku. Tapi alasan dibukanya moto2 dan nutup gp250 gagal menurut gw krn hasilnya sama aja, satu dominan secara kualitas dan kuantitas, laennya pupuk bawang. Tapi di gp250 masih mending sih, KTM ama Honda masih ngelawan bahkan berebut jurdun. Kallio dgn KTM bisa runner up, Aoyama pake RS250R bekas rider pabrikan taon sebelonnya malah jurdun di taon terakhir gp250. Skrg malah moto2 gengsinya turun jauh klo dibanding era gp250 yg racenya ditunggu penonton. Skrg mau posisi 1-20 saling berebut kemenangan 1 di moto2 tetep aja yg nonton ‘oh’ doang, kecuali yg bener2 antusias yg makin kesini jumlahnya makin menurun.

        • aduh bukannya apa ni om akang, aku nanya nya perkara kejuaraan sasis ini

          perkara zaman gp250, masi sibuk ngempeng mungkin aku ya. Dan ini zamannya mesin macam omr samasama pake triumph punya.

          makanya pertanyaannya “bukannya sasis lain bisa dapat kesempatan yg sama ?” kalo mgkin mereka fokus jadi pesanan khusus berhubung usernya juga dikit, saat dianggap dorna diam doang perkara dominasi sasis kalex

    • Tujuan dorman adalah mengangkat apapun yang berasal dari Eropah untuk jadi terbaik di Grand Prix

      Apa harus di urutkan satu persatu? 😊
      Komentator sudah pintar dan mengerti dengan sendiri pastinyaa

  1. Suter banyak ditinggal setelah MM dpt special support. Padahal tim laen juga banyak yg minta. Sejak MM naek gp masuk masa surem suter di moto2.

    • pas zaman MM di moto2, suter ini termasuk banyak yg make juga ga ? maksudnya yg make suter ini pada bisa kenceng mengisi barisan depan gitu atau ada sasis lain yg ridernya lebih banyak di depan ?

  2. kalex belom masuk ke pasar sini yak ?

    kalo suter kan udah tuh di kopling sama arm nya. via one3 sih, cuma dia pemain besar gada lawan di sini akwkakw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.