TMCBLOG.com – Marc Marquez menjelaskan pada hari Kamis bahwa ada sesuatu yang perlu diubah di Honda, dan juara MotoGP 6 kali yang semuanya bersama Honda RC213V ini mengatakan bahwa masalah utama di Repsol Honda itu bukan terletak pada motor RC213V. “Ada masalah komunikasi, koordinasi antara pihak Eropa dan Jepang”, katanya. Bahkan lebih dari aspek teknis, itu adalah aspek manajerial yang perlu ditinjau dan mungkim membutuhkan solusi yang cepat.

Memang walaupun beberapa kali Marc bilang bahwa kapasitas dirinya hanyalah seorang pembalap di Repsol Honda, namun gaya bicara dan ‘daging’ dari apa yang ia sampaikan saat di Spielberg ketika ditanya oleh para jurnalis sangat memperlihatkan konten-konten yang biasanya diucapkan seseorang di level manajerial.

Apakah ke depan Marc kan memangku jabatan itu, atau itu hanyalah semacam ‘kode’ bahwa mungkin saja Marc sudah mengetahui secara solid perubahan apa yang akan bakal terjadi di Honda dalam beberapa bulan ke depan – tak ada dari kita yang benar benar mengetahuinya.

Marc bilang bahwa konsep Repsol Honda Team (RHT) harus ada yang diupdate. Yang dimaksud ini benar-benar konsep secara keseuruhan atau hanya meneropong ke salah seorang yang mungkin dianggap sumber problem komunikasi dan koordinasi ini? Jikalau pun jawabannya yang kedua hampir semua orang saat ini menunjuk ke satu orang yakni sang team manager Alberto Puig yang mengemban tugas ini semenjak Shuhei Nakamoto pensiun dari MotoGP.

Dan menuruut TMCBlog, tanpa bermaksud memarjinalkan nama-nama lain, saat ini ada dua nama yang mungkin cukup cakap dan memiliki berbagai pengalaman untuk menjembatani komunikasi dan koordinasi trans Jepang – Eropa adalah : Livio Suppo & Davide Brivio.

Davide Brivio jelas telah bisa dibilang sukses memimpin tim di Suzuki. Lalu sekarang ia menukangi Alpine Team di Formula 1. Petualangan di jet darat roda empat, bagaimanapun, tidak semua seperti yang diinginkan Brivio dan terlebih lagi saat ini dia menangani proyek tim junior. Tentu mungkin ini semua tidak seperti yang dia harapkan dan nostalgia untuk kembali ke MotoGP mungkin bisa meggodanya kembali. Dan kali ini mungkin ke Repsol Honda Team.

Livio Suppo memang tidak sementereng Brivio saat ini. Namun ia memiliki segudang pegalaman soal bagaimana intra-komunikasi di dalam tubuh tim pabrikan Repsol Honda yang merupakan gabungan kultur Eropa – Jepang. Bagaimanapun ia juga merupakan salah seorang yang menjadi tim sukses membawa Marc Marquez ke Repsol Honda di 2012 yang lalu.

Tahun 2023 jelas Suzuki Ecstar akan bubar dan Repsol Honda mungkin sedang butuh team manager baru. Ini tuh sudah seperti ‘semesta mendukung’ bagi Livio Suppo. Namun tentunya semua keputusan di tangan Repsol Honda . . Kita tunggu saja kejutannya sob.

Jika diminta opininya, kira-kira kamu lebih pilih Davide brivio atau Livio Suppo jika RHT butuh pengganti Alberto Puig?

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

58 COMMENTS

  1. om Brivio sepertinya masih menikmati dunianya yg baru, kecuali bebarengan dengan kontraknya yg abis.. so pakde Suppo kayaknya lebih realistis digaet, plus dia pernah punya pengalaman di RHT..

  2. Om Brivio deket sama Rossi, padahal Rossi masih dendam sama Marquez sampe sekarang. Paling aman yah Om Livio aja, dah terbukti sukses jg di Repsol

  3. Livio pensiun lalu comeback tapi belum apa2 udh bubaran aja tim nya,
    kyknya berlabuh ke Honda bukan hal yg buruk, apalagi dia punya prestasi tersendiri disana

    • Iya punya prestasi tapi di depak lagi masa jayanya. Misal dipanggil lagi tapi saat masa surem, menurut saya hal yg aneh hehehe

  4. Livio keluar disaat honda memenangkan gelar..jelas disini ada masalah diantara mereka..rasanya agak sulit comeback ke rht..brivio bisa jadi yg paling dekat..asal honDa bisa menggodanya, kemungkinan besar akan kembali ke motogp

  5. Si mak merkez mmg ga tau terima kasih, emang yg proposed gaji dia 15jt euro per tahun siapa?
    Yg nawarin kontrak 4th siapa?
    Yg bela2in adiknya masuk repsol siapa?
    Lha skrg pengen ganti bos lha piye?

    • -Yg buang pedrosa siapa? Pindah ke KTM jadiin ktm bisa podium? Ngalahin honda?
      -Yg ambil lorenzo siapa? 2tahun cuma 1 tahun KO
      -yg ambil pol siapa? Jadi ampas di RHT
      – trus buat apa manager sekelas gini di oertahankan? Mark ga usah ma pluig kalo jurdun pasti di naikin gajinya ma RHT…wkwk gak guna emang pluig

      • Puig datang mah tinggal nerusin kerjaan suppo aja..udah bertahun2 dpt gelar beruntun..eh stelah jalan satu tahun, tahun berikutnya ampas…ampas..dan ampas….

  6. Yamaha saja berani mendepak kakek lejen yang sudah tidak berprestasi lagi, dilengserkan ke team satelit. Padahal siapa yang tidak tahu betapa besar jasanya membawa Yamaha juara dunia? Lha ini Honda masih ngeyel mempertahankan manajer yang sudah tidak punya prestasi lagi…???

    • Puig bukan sekedar orang yang dikontrak HRC😁
      Beliau ini punya ikatan history panjang dengan proyek honda disoal pembibitan pebalap. Mulai Spanish, Asia, dll. Dan bagi honda terbilang cukup berhasil proyek ini.

      Yaa setidaknya Puig di geser posisinya lebih masuk akal, bukan sekonyong-konyong di pecat seperti yang lain.

  7. RHT sebetulnya jangan terbuai one man show ala Marquez, pembalap tinggal membalap saja. Manajerial ndak usah diajarin pembalap, sudah porsinya masing-masing.
    Biasanya sih selama pembalap menang dan selalu di papan atas semuanya akan baik-baik saja. Kalo pembalap menurun prestasinya,meskipun pernah juara dunia ,pabrikan masih kasih kesempatan tapi cuma ke tim kelas dua, makin jeblok silahkan pergi, contohnya Roberts Jr , Criville , satunya gak berani nyebut deh 😂

  8. repsil hodna harus kembali di nahkodai 2 laksamana! bagi ha er ce mereka juga butuh pengembangan motor di tim satelit!

    • Syangny MotoGP ngebut d darat bukan d laut/perairan, mnjadi menunjuk laksamana sekalipun 2 sekaligus terasa janggal😃😃

  9. sebenarnya Cecchinello lebih pas sih,karena loyalitasnya juga di HRC

    cuman entitas LCR jadi ilang sih bisa2, walaupun sangat bisa jika manajerial di limpahkan ke orang lain kayak Pablo Nieto di vr46 misalnya

  10. Kalo ana sih….RHT cocoknya ama……lokalan aja….. wak Haji UMUH MUHTAR…..Beeeeuuuuhhhh mentereng…..PERSIB aja di bikin kagok ma dia

  11. Yamaha itu jadi juara dunia bukan hanya sama rosi, jauh sebelum rosi bergabung, yamaha sdh banyak mengenyam juara bersama pembalap hebat di era 90an.. dan dalam sejarahnya cuman yamaha tim jepang yg mampu memporak porandakan kedigdayaan honda..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.