TMCBLOG.com – ” Saya Hampir Crash di lap Pertama, Saya berada pada Gear ke 3 pada Tikungan 1. Saya sedang fokus ke hal lain “ Begitu kata Kata Pertama Pecco Bagnaia didampingi Christian Gabarini kepada Para Anggota Krunya di Pitbox setelah Merayakan kemenangan Ke-tiga kali berturut turut di GP Austria 2022 yang lalu yang artinya ia menyamai raihan Casey Stoner ketika bersama Ducati. . . Namun ada sesuatu yang juga cukup menarik ketika Jurnalis Sky sport Guido Meida bertanya seperti yang terekam oleh Kamera Video motogp.com

Pertanyaan Meida adalah ” Bagaimana Caranya kamu bisa mempertahankan posisi memimpin tersebut ? Apakah jika tersisa  beberapa lap Lagi fabio Bisa menyusulmu ? “ . . yes pertanyaan yang sama banyak dipertanyakan Secara Though Experiment oleh para Netizen di Negeri +62 . . dan Ini adalah jawaban Pecco

” Satu lap Lagi dan Fabio akan bisa menyalip saya. Saya sudah tidak memiliki (kompon grip) Ban Lagi. Saya sudah tidak bisa mengerem lagi  “  hmmm apa iya benar perkiraan Pecco ini? coba kita kumpulin data laptime keduanya saat balapan lagi deh  . .

Pecco VS Quartararo GP Austria 2022 race Laptime Data

LAP Pecco Quartararo
1 01:33,687 01:35,575
2 01:30,519 01:30,793
3 01:30,315 01:30,356
4 01:30,072 01:30,029
5 01:30,276 01:30,173
6 01:30,153 01:30,940
7 01:30,396 01:29,993
8 01:30,065 01:30,038
9 01:30,185 01:29,993
10 01:30,229 01:30,062
11 01:30,224 01:30,140
12 01:30,027 01:30,098
13 01:30,396 01:30,246
14 01:30,177 01:29,891
15 01:30,501 01:30,184
16 01:30,161 01:30,397
17 01:30,354 01:30,291
18 01:30,179 01:30,362
19 01:30,412 01:30,168
20 01:30,528 01:30,458
21 01:30,567 01:30,372
22 01:30,379 01:30,599
23 01:30,556 01:30,524
24 01:30,804 01:30,613
25 01:30,638 01:31,031
26 01:30,787 01:30,597
27 01:31,110 01:30,613
28 01:31,189 01:30,842

 

Mengabaikan Lap pertama berikut adalah Grafiknya

Atau kalau Kita fokus di 8 lap terakhir sebelum finish, akan diperoleh grafik berikut

Terlihat Memang semenjak Lap ke 27 Pecco Mulai Drastis turun Pacenya . . dan Sepertinya di lap ke 28 ia sudah bertahan sedemikian rupa sehingga turunnya pace dibandingkan lap ke 27 tidak terllau drastis. Secara umum Di lap Terakhir pace Pecco lebih lambat 0,347 detik dari fabio . .

Sementara itu di Garis finish memang jarak antara Pecco dan fabio adalah 0,492. Ini artinya jika ada Lap ke 29 dan Pecco yang mengatakan bahwa Grip ban Soft Mediumnya sudah habis memang secaraa umum punya potensi dilewati Oleh Fabio Quartararo yang menggunakan Hard – Medium. . . Yang dikatakan Pecco Mungkin ada benarnya . . . itu juga kalo bensinnya cukup yes – Taufik of BuiteZorg | @tmcblog

41 COMMENTS

  1. brarti logis krn pilihan ban depan beda.. tp pilihan pecco jg tdk salah krn ban tsb mampu mngkover full race distance.. bkn brarti jg pilihan quartaro salah.. sdh sesuai klkulasi masing2..

    • Ya gak Logis juga lah, kita kan gak tau kalau ditambah 1 lap lagi akan terjadi apa saja, terjatuh, pecah ban,bensin habis, mesin meledak, dan lainya,
      Tetap saja ini Bani andai,,

  2. Dari data per lap (khususnya 3 lap terakhir) yg pak Haji sajikan, Peco pasti di overtake oleh Vabio jika masih ada 1 lap lagi.
    Menurut ane sih…

  3. jumlah Lap jadi “bahan” untuk riset strategi pemilihan ban yang tepat. kalau lapnya lebih mungkin pilihan ban dan cara balap nya pecco juga beda. (kalau dia mikirin strategi bukan asal ngebut)

  4. Rossi : “Lha tenan to, tak kandani kon ojo nganggo ban soft malah ngeyel, jewer sisan kene”

    Stoner : “ck..ck..ck..bocah sithok iki (Pecco) pancen ndableg…”

    Pecco : “Ngapunten Pak Guru (Rossi & Stoner), ampun…”

  5. yah ga tau sih, mungkin bisa iya bisa juga ga cukup dlm 1 lap, krn kalo liat usaha Taro mau overtake Miller kyknya butuh effort lebih kalo mau overtake Desmo, kecuali si rider membuat kesalahan sendiri, mungkin ga perlu sampai peras otak,

  6. ikut jadi Bani andai ah
    andai kemarin Martin bisa salip taro sebelum taro salip jek es
    pasti duel diantara ketiganya lebih seru lagi di akhir race

  7. Menurut gw malah Fabio yg overtake Miller 1 lap lebih telat
    Bener kata komentator BT sports kata Niel / Gavin kalo ga salah Fabio harus overtake Miller di 5 lap terakhir
    Walaupun Fabio berhasil overtake Miller di 4lap terakhir
    Dan ternyata memang sudah cukup buat peco ngamanin p1 dia
    Btw bagi gw Miller walaupun gagal P2 di belakang peco tapi di bisa jadi wingman buat nahan Fabio
    Kayak tahun lalu di F1 saat Alonso nahan sir Lewis Hamilton di Hungary berlap lap

  8. Gausah diperumit pake tabel ama diagram juga udh keliatan Quartararo bisa nyucuk Piccolo klo ada 1 lap lg. 2 lap terakhir dia bisa pangkas gap lebih dari 0.9, artinya dalam selap mangkas kurang lebih 0,45. Patut diingat jg dalam kondisi dogfight sekalipun time Quartararo ga ngedrop, artinya klo dia tinggal ngejar 1 rider yg timenya makin melorot udh pasti dapet. Klopun gagal, ya gagalnya paling di finish line doang kalah ama akselerasi F1 roda dua itu. Di sirkuit yg ngumbar akselerasi aja FQ bisa kedua, apalagi ntar tur Asia yg kebanyakan sirkuit mopang.

  9. dan kalo dgn gaya bani andai-andai,jika MotoGP masih pakai trek yg lama,Ducati lebih bisa bernafas lega dan Fabio lebih ngos ngosan untuk ngejar

  10. Saya fans MM93 n Honda… Semenjak Marc cidera saya lebih mendukung fabio Quartararo n yamaha drpd all pabrikan Eropa..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here