TMCBLOG.com – Perjalanan karir Romano Fenati di kejuaraan Grand Prix motor prototipe sepertinya hanya bisa mentok di kelas Intermediate. Itupun berakhir dengan konduite yang kurang memuaskan. Padahal kalau kita ingat, perjalanan awal Fenati ini sebenarnya cukup bikin banyak orang kaget. Saat memasuki kejuaraan dunia Moto3 pada 8 April 2012 di balapan pembuka Qatar, Fenati bisa finish kedua dengan jarak empat detik di belakang pemenang Maverick Vinales. Fenati sudah menjadi pemimpin kejuaraan pada balapan kedua dengan memenangkan GP Jerez dalam kondisi campuran dengan selisih lebih dari 36 detik atas Luis Salom kala itu dan mengakhiri musim pertamanya di urutan keenam secara keseluruhan.

Prilaku agresif Fenati yang bisa dibilang bandel dan sulit diatur membuat dirinya dikeluarkan dari circle VR46 Academy. Karir Fenati mencapai titik nadir pada 2018 ketika dalam duel dengan rekan senegaranya Stefano Manzi, ia dengan sengaja mengoperasikan tuas rem motor Manzi, hingga Manzi nyaris terjatuh di lintasan lurus. Atas perbuatan berbahaya ini, Fenati kemudian dicabut lisensi balapnya selama satu tahun yang kemudian dikurangi menjadi setengah tahun.

Setelah itu Fenati memulai musim 2022 di tim Speed-up Moto2 Luca Boscoscuro tetapi kehilangan tempatnya setelah enam balapan karena performanya yang buruk. Sejak itu, Romano duduk di rumah sampai akhirnya terlihat hadir di paddock WSBK Magny-Cours sedang berbicara dengan petinggi Pucceti Racing, bos balap Yamaha Andrea Dosoli dan juga Manuel Cappelletti dari Ducati untuk melihat apakah ada potensi slot baginya membalap di kelas produksi massal pada masa yang akan datang.

Dari ketiga pihak yang diajak berdiskusi oleh Fenatti, sepertinya boss Pucceti Racing, Manuel Pucetti yang paling tertarik. Ia mengonfirmasi pembicaraan dengan Romano ini “Romano ingin berbicara dengan saya tentang Superbike karena menurutnya Moto2 mirip dengan Superbike. Tapi saya merekomendasikan agar dia mengendarai Supersport terlebih dahulu. Jadi dia bisa beradaptasi dengan ban Pirelli dan dengan kejuaraan. Selain itu, hampir semua tempat di tim papan atas (Superbike) ditempati.”

Yes, sepetinya Kawasaki siap tampung Romano Fenati di WSS tahun 2023 dengan tim satelit dengan bertandem di samping Can Oncu dari Turki. Dalam pernyataannya, Manuel Pucetti menampik catatan buruk Fenati menghalanginya dalam menilai potensi pembalap Italia ini. Anda tidak boleh menghapus karier seorang pembalap karena peristiwa buruk di masa lalu. Setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua dalam hidup. Wahhh kayaknya Manuel ini kesengsem banget sama talenta Fenati ya. – Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

15 COMMENTS

  1. kalo Fenati sih, ini udh bukan lagi kesempatan kedua. kesempatan kedua ya waktu emaknya beliin seat moto3 lg, karir moto3 mau ancur krn tua disana eh dapet kesempatan ketiga malah naek lg ke moto2. taon dpn pindah wss setelah moto2 gagal lg, gw ga yakin Fenati masuk tim itu murni krn bakat. krn lebih dari separo rider wss beli seat fyi aja. bakat oke tapi tempramen preman, akhirnya karir ancur. klo dia agak jinak mgkin dia ada diposisi Enaena ato minimal Marzochi eh Bezzechi skrg ini, bukan luntang luntung beli seat sana sini hanya utk sekedar bertahan jadi pembalap dunia.

  2. Orang udah tobat memang harus di kasih kesempatan tambahan.

    Btw Mario naik kelas gak nih musim depan? Gabriel Rodrigo pensiun dini dan otomatis kursi Mandalika Moto2 musim depan ada yang kosong.

  3. Nih anak entah knpa bikin ane suka, mungkin krna memang berandal ky ane. Sebenarnya karirnya di Moto3 dan Moto2 tidak jelek jelek amat. Cuma yaa itu, jahilnya yg kelewat batas bikin dia susah sendiri.
    Mending yamaha ambil nih anak ke WSBK dibanding Remy. Try and error sih tapi cukup layak dicoba menurut ane.

    • setuju gan, ane juga suka aja sama nih orang dan bikin seru, sebenernya dia punya bakat dan gw yakin kalo dia lebih serius bakalan bagus.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here