TMCBLOG.com – Dihubungi oleh PaddockGP.com, Paul Duparc, seorang pejabat FIM, Mencoba menganalisis Clash antara Rea-Bautista di Magny-Cours dan menjelaskan kenapa Rea hanya diganjar Long Lap penalty Oleh Stewards dan Bagaimana Ducati akan menemui jalan buntu jika terus meminta hukuman yang lebih berat untuk Rea.

Bautista secara verbal menyerang Rea pasca venue Magny-Cours dan menuduh pembalap Kawasaki ini sengaja menjatuhkannya. Rea Mengaku berbuat kesalahan namun membantah tudingan tersebut dan menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud sengaja menjatuhkan Bautista.

Ducati secara organisasi memberi Bautista back-up melalui koordinator teknis Marco Zambenedetti dimana menurut team Aruba.it Ducati Long-lap penalty tidak dianggap memadai dibandingkan kerusakan yang ditimbulkan oleh juara dunia SBK enam kali itu ke Championship dari Bautista. Ducati diperkirakan bersiap mengajukan banding ke Pengadilan Banding FIM atau lembaga lainnya untuk mendapatkan putusan yang lebih berat untuk Rea.

Paul Duparc, seorang pejabat FIM memberikan klarifikasi nya mengenai rencana Ducati ini: “Keputusan  menghukum Rea diambil oleh Steward, yang menganalisis kecelakaan selama balapan dengan kamera yang berbeda dan dari sudut yang berbeda. Mereka membuat keputusan yang disebut temuan faktual. Diambil dengan cepat dan berdampak pada pertandingan, [Keputusan seperti ini] tidak dapat dikenakan banding. Ini seperti penalti, tidak ada jalan untuk kembali”.

Jika tidak puas terhdap Keputusan faktual, Paul Duparc juga menjelaskan mengapa Rea hanya dihukum dengan Long-Lap penalty berdasarkan temuan data telemetri yang dilihat setelah balapan terjadi : “Stewards meminta untuk melihat data telemetri titik pengereman Rea dan ternyata di tikungan itu dia mengerem persis di titik yang sama dan dengan tekanan yang sama seperti lap sebelumnya. Menurut teknisi telemetri, yang menganalisis data, perilakunya tidak berbeda dari biasanya. Tidak ada perilaku abnormal”.

Paul Duparc juga menyoroti perilaku tim Aruba Racing Ducati selama dan setelah Setelah race 2 SBK di Magny-Cours: “Ducati sangat agresif, dua kali mengintervensi Race Direction selama balapan. Para Steward membawa Serafino Foti ( Ducati Aruba.It team manager) keluar dari aula. Setelah balapan, mereka berbicara dengannya dan Zambenedetti, yang kemarahannya belum mereda”

Jika sudah begini, Cara terakhir yang bisa dilakukan Ducati adalah banding melalui Pengadian Arbiterase Olahraga ( CAS ), namun Paul Duparc yakin jika Ducati melakukan itu maka hasilnya akan sia sia untuk mereka

” Mereka dapat membawa kasus ini ke pengadilan, tetapi tanpa peluang untuk menang. Mereka bisa pergi ke Pengadilan Arbitrase Olahraga, tetapi CAS tidak mengintervensi apa yang dianggap sebagai ‘lapangan permainan’. Mereka menilai apakah ada masalah dengan prosedur atau penerapan aturan, tetapi mereka tidak pernah memasuki bidang ahli dan menyerahkan penilaian kepada ofisial pertandingan. Ducati bisa pergi ke CAS, tetapi akan kalah ” – Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

26 COMMENTS

  1. Udah kayak emak emak dong, menurut telemetri ya emak emak settingan metronom tanpa rem, apapun kondisi lalu lintas di depannya 😂

  2. Buat rea, aq meminta maaf karena kemarin2 aq berprasangka buruk pada anda.. ya karena saya ga punya data telematri dan saya orangnya juga sok tau n sok pinter.. matursuwun

  3. Kemarin Bu Karen parkir depan rumahnya dengan kecepatan dan kekuatan rem yang sama seperti 2 tahun sebelumnya.

    Bedanya kemarin di depan rumah di tempat dia biasa parkir, lagi ada Ibu mertuanya.

  4. relain bae ngapa! cirikhas Italiano banyak bacotto
    kan udah dikasih kemudahan yaitu rpm paling tinggi dan boleh pakai bilah winglet yg ada ujungnya yg padahal yg lain seperti BMW dan honnda harus mendesain melingkarkan ujung winglet ke fairing lagi seperti MotoGP atau Kawasaki yg pakai hammerhead,zx10rr yg udah ganti metalurgi jeroan dan ditambahi finger follower tapi hasil pengukurannya sama

    • pokoknya di mata dorna dan fim, berubah mesin itu harus ganti bore dan stroke, kalau kawasaki.

      kalau bmw pake jurus evolusi kaya kawasaki selama ini, boleh.

  5. Iyalah ngamuk2, udh keluar duit banyak ga juara dimana2. Kalo begitu terus bisa gimana tanggung jawabnya ke bos paling atas lol.

  6. udah lah,, Rea juga ga peduli, dia bilang sendiri dia udah ga perlu lagi koar2 ngebuktiin kalo dia ga bersalah, krn menurut dia penjelasannya udah cukup,
    tapi Toprak seneng pasti ini, 😂

  7. Wak haji kemana embah rosso sang legenda yang tiada tandingan juara 9x tanpa cela?.. kenapa gak dikaitkan dengan si embah, gurunya yang sempuran

  8. Investasi Kawak lebih besar dr Ducat di WSBK, jd miring miring ke Ijo itu kentara, klo di Motogp iya Ducat Invesnya lebih dr yg lain akanya disono jg Ducat istiewa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.