TMCBlog.com – Meskipun statusnya masih sebatas rumor, namun dikabarkan Fabio Quartararo berencana untuk berpisah dengan dua brand racing gear yang telah membersamainya selama berkarir di MotoGP. Pemicunya adalah insiden crash Quartararo di Aragon GP setelah terlibat senggolan dengan Marc Marquez di lap pembuka, yang ketika itu ritsleting wearpack Fabio terbuka sehingga melepaskan chest protector yang ia pakai sehingga menyebabkan cedera ringan pada bagian dadanya. Dan, kabarnya tidak hanya soal ritsleting.

Selain ritsleting yang melorot, visor helm Scorpion Exo-R1 yang ia pakai juga terlepas. Meskipun kondisi visor terlepas saat terjadi kecelakaan ini bisa dikatakan wajar untuk sebuah racing helmet, Fabio dikabarkan juga akan berganti pabrikan helm musim depan. Kayaknya seru nih kalau ngebahas soal rumor ya, karena line-up pembalap kelas MotoGP musim depan sudah komplit jadi ada rumor lain yang bisa dibahas.

Untuk helm brand asal Korea Selatan dikabarkan sudah mulai mendekati Fabio Quartararo untuk bekerja sama mulai musim depan. Yes, HJC helmet! Disclaimer lagi nih, karena masih rumor jadi sudah pasti bisa benar dan bisa juga meleset. Namun, ini logis ketika menyangkut nama HJC yang beberapa waktu ke belakang ini sangat gencar melakukan kampanye di ajang balap motor. Pol Espargaro yang hijrah dari AGV lalu Cal Crutchlow yang hijrah dari Arai untuk HJC dengan produk teranyar mereka RPHA 1N dan juga helm prototipe mereka RPHA-01R yang dipasok ke hanya beberapa pembalap saja.

Hal yang wajar jika Fabio mempertimbangkan untuk mengganti supplier helm. Saat crash di Aragon akhir pekan lalu visornya lepas, lalu kalau sobat ingat kejadian visor lepas juga terjadi pada sesi FP3 GP Jerman 2022 di mana saat itu keadaan normal normal saja, dalam artian tidak sedang mengalami crash. Atau kejadian konyol ketika Fabio merengkuh Pole Position di GP Malaysia 2019 ketika visornya lepas saat ia kegirangan lakukan selebrasi.

Perihal wearpack sebetulnya belum ada rumor siapa yang akan menggantikan Alpinestars melindungi juara dunia MotoGP 2021 ini, namun banyak pecinta MotoGP yang mengaitkan dengan Dainese sebagai penggantinya. Dainese adalah brand yang bisa dibilang benar-benar satu level dengan Alpinestars, ya memang merunut ke belakang keduanya punya sejarah cukup panjang dan panas. Atau kata lain dua brand asal Italia ini memang musuh bebuyutan sejak lama. So, dalam arena perang dagang ini adalah timing yang pas banget mengambil alih Fabio dari Alpinestars untuk Dainese dengan adanya record Fabio-Alpinestars yang kurang baik [2 kali insiden ritsleting melorot maksudnya].

Di luar dua nama tersebut memang banyak lagi, salah dua nya adalah pabrikan helm Shark dan juga Furygan yang keduanya dikaitkan kepada Fabio atas dasar nasionalisme. Fabio Quartararo asal Prancis, Shark helm asal Prancis, Furygan juga racing apparel/gear asal negara Prancis. Singkat kata Fabio bisa disponsori dua brand tanah airnya seperti halnya Johann Zarco saat ini. Pun Shark juga bukan baru mendampingi pembalap Prancis karena sebelumnya Randy de Puniet juga lekat dengan brand helm ini. Terlebih Jorge Lorenzo yang hijrah ke Shark setelah kecewa dengan HJC RPHA 11 saat insiden padding di bagian jidat melorot. Hmmm ini insidennya kok melorot semua ya.

Lalu menurut kalian, siapa yang kira-kira bakal menggantikan pemasok helm dan wearpack dari Fabio Quartararo di musim depan jika ia benar-benar akan pindah supplier racing gear? Atau malah kebanyakan dari kalian lebih yakin kalau Alpinestars akan terus membersamai Fabio musim depan? Sok atuh sampaikan opini kalian. – Nugi

94 COMMENTS

  1. Helm dengan penjualan tertinggi didunia, tiap bulannya bisa laku lebih dari 100pcs. Siapa lagi kalo bukan TRX….
    Hahahahha…

    Canda Mas Nugie…

  2. Emang banyak tuh yang komen diberbagai forum sosmed kalo Alpinestars cuma menang nama aja. Banyak yang sarankan helm ganti ke Arai dan wearpack antara Dainese atau Furygan.

        • Mungkin saja resleting Alpinestars memang sejelek itu karena Alpinestars mengurangi bobot wearpack secara ekstrim, logikanya pasti di setiap seri pembalap MotoGP ganti wearpack. Nah kebiasaan quartararo telanjang dada sebelum start membuat resleting gampang berubah bentuk/ deform, ketika wearpack dilepas kan beban di kiri kanan wearpack Lumayan berat, beda dengan resleting tas, sementara Marquez biasanya gak pernah buka wearpack sebelum start jadi resleting nya aman dari perubahan bentuk

  3. “Saat crash di Aragon akhir pekan lalu visornya lepas, lalu saat kalau masih kejadian visor lepas juga terjadi pada saat ingat pada sesi FP3 GP Jerman 2022 di mana saat itu keadaan normal normal saja, dalam artian tidak sedang mengalami crash.”

    Sebuah paragraf kelas atas ini bacanya sampe bingung πŸ˜‚

  4. motoracinggear menambahkan kalo penggantian helm ini udah diputuskan sebelum race weekend Aragon kemaren, jadi ga ada hubungannya dgn insiden dgn Marc kemaren,
    ini murni krn jumlah uang yg ditawarkan HJC,

  5. Arlen Ness atau no fear aja sih biar beda,Shinya Nakano yg jumpalitan di main straight Mugello dulu dan gpp kalo ga salah dia pake Arlen Ness dulu wkwk

    apakah mir yg akan di gaet Scorpion sebagai pengganti karena ada kecenderungan agv alergi kalo ke Repsol,atau malah ena-ena jikalau KYT gak kuat

  6. klo helm si Quartararo bisa balik pake Shoei atau Arai dan tetap Alpinestars klo itu gw xD, soalnya kurang suka desain Dainese . dlu suka lihat ada wearpack yg logonya mata klo ga salah Berik dan sekarang jarang kelihatan.

  7. Ini yg bermasalah sama resleting Alpinestar ko cuma si Fabio?? Dari sekian pembalap yg pake alpinestars dan crash di motogp, cuma fabio yg bermasalah resleting..
    Dari kasus yg dulu, padahal sudah dicari solusi dg mempertebal pengunci resleting, tapi ya cuma fabio yg masih kedodoran.
    Jadi yg masalah alpinestars apa fabio nya nih?

  8. Sebenarnya wearpack sudah standar, toh merk alpinestars banyak dipakai pebalap MotoGP, moto2, moto3 dll.. Dan kasus melorot itu gak banyak bahkan cenderung berkejadian ke pebalap yang sama, itu sangat unik. Sedangkan ada pebalap lain guling guling ngangkang wearpack yang sama masih ngunci rapi.

    Kedepannya fihak wearpack memberikan pelayanan crew yang memakaikan wearpack ke pebalap secara standar perusahaan. Dan memastikan pemakaian benar sesuai SOP.

    Wkwk

  9. Kira2 budgetnya KYT atau NHK masuk ga ya om nug buat replace helm nya FQ20, kalo urusan wearpack mungkin AHRS atau Ardians mau coba go internasional

  10. Ayo pada borong TT Course biar KYT bisa ngajak balikan FQ πŸ˜‚πŸ˜‚

    Klo g salah di seri mandalika Pol pernah ngeluhin HJC karna sesuatu (lupa juga detailnya, klo g salah sih ngembun)

  11. “Hmmm ini insidennya kok melorot semua ya.”

    kok gw ngakak ya pas dibagian ini om Nug… hehehe… untung bukan kemben yg melorot.. eh..

    • Betul. Kesan nya tuh kaya ndeso banget.
      Padahal yg lain tuh rapi keren, meski Racing suit nya dilepas, tetep keren.
      Alpinestar dipake raja dlosoran aja dari dulu ga pernah masalah padahal.

      • kalau kasusnya ndlosor sleting kebuka, inner suit mau 3 lapis juga kaga guna kali ah. Itu cuma kain pada akhirnya, diadu sama aspal jelas cuma numpang lewat doang wkwkw. Lebih ke buat kenyamanan itu

        • bukan kenyamanan, inner suit itu dipake biar gampang make werpak karena inner suit bahannya emang licin, dan nyaring keringet.
          pake werpak racefit/slimfit atau apalah yang ngepress itu langsung kekulit ribetnya kaya masang kuku klep pake kunci T

  12. Ternyata helmnya pake supertech R10 dan wearpacknya dainese tapi masih pake airbag tech-air

    “That’s the Evilest Thing I Can Imagine”
    -satan

  13. Kalo helm kayaknya pakai hjc kalo nggak shark, kalo clbk ama kyt kayaknya nggak mungkin soalnya kyt udah ada 2 pemakai di kelas motogp apalagi taro jarang ganti grafis helm yg notabene nya bisa buat jualan produsen helm, lihat bestia sama aleix tiap tahun pasti ganti grafis yg bisa menjual untuk produsen helm itu sendiri

  14. Saat yg tepat buat helm indonesia mencoba lagi push pembalap motoGP nih… gassss helm helm lokal indonesia mendunia πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ’ͺ🏻πŸ’ͺ🏻πŸ”₯πŸ”₯

    • Mending gausah, kalo helm Indonesia dipake cikitaro yg notabene juara dunia dan cukup banyak fansnya di Indo sini bisa2 tu merk digoreng terus sampe gosong harganya, biar makin gosong dijadiin ghoib stoknya

      TT CROT salah satunya

  15. Berterimakasihlah kpd marquez…krn dia membuktikan klu alpinestars memang tidak cocok untuk taro! Tp kok si markes yg bnyak crash wearpacknya aman2 aja ya?? Apa kelas KW yg dipake taro? Entahlah…? Klu helm…? Pindah KYT aja,,,dijamin SNI. 😁😁

  16. Visor helm terlepas bukan semata mata karna pabrikan, tp bs jadi human error dr teknisi..seperti kita tau, setiap pabrikan helm akan mengirim teknisi disetiap balapan..yg deket aja deh..mas Mugiyono teknisi KYT & Suomy yg sering menangani helm pembalap motogp..jd seharusnya masalah visor mudah terlepas sdh terdeteksi dr teknisi..kl memang ada masalah seharusnya dilaporkan ke pabrikan..tp entahlah, krn kualitas teknisi tiap pabrikan mgkin berbeda..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.