TMCBLOG.com – MotoGP Aragon 2022 dengan Nol Point Buat Fabio Quartararo pada dasarnya adalah sebuah Momentum terbaik Buat Pecco Bagnaia Untuk memaksimalkan Point. Namun apa daya Potensi tersebut harus tercerabut 5 point di Lap terakhir ketika GP21 Yang dibesut Enea Bastianini berhasil melewatinya di sektor kedua. Ducati dalam hal ini diwakili Oleh Sporting Directornya Paolo Ciabatti pasca Balapan menyatakan ‘Kegembiraan yang sedikit tertahan’

Kepada Sky sport Paolo Mengatakan Bahwa pada dasarnya Ducati lebih ingin Pecco yang menang di Aragon “Apakah 5 poin yang hilang itu akan membebani? Jelas kami berharap tidak, kami lebih memilih Pecco untuk menang, tetapi Enea memiliki balapan yang hebat di lap terakhir. cepat seperti biasa dan dia pantas mendapatkannya.”

Lebih lanjut Menurut Paolo “Ada dua pembalap Ducati di podium pada dua posisi pertama. Dan kemudian kami senang telah memenangkan kejuaraan konstruktor untuk tahun ketiga berturut-turut. Selanjutnya, dengan kecelakaan Quartararo, kami mengurangi jarak menjadi 10. poin dengan 5 balapan masih harus dimainkan. Kejuaraan telah dibuka kembali dan kami akan memainkannya sampai akhir”

Dengan Sangat hati hati dalam memilih diksi selanjutnya Paolo mengatakan sesuatu mengenai Strategi Ducati ke depan terutama yang berhubungan dengan hal yang mungkin lebih dekat dengan Straegi ‘ Team oder ‘ “Sementara itu, tahun depan Bagnaia dan Bastianini akan memulai dengan kemungkinan yang sama. Tapi Saat ini kami akan membuat beberapa evaluasi.”

” Kami tidak bisa melewatkan kesempatan yang dibuka dengan nol Quartararo di Aragon. Kami selalu mengatakan bahwa seorang pebalap yang ada di depan ( Maksudnya Posisi di Klasemen), dia harus memiliki hak untuk membidik kemenangan, tetapi sekarang kami harus memperhitungkan dinamika agar tidak menyia-nyiakan kesempatan. Kami telah kehilangan gelar pembalap sejak 2007 … “

Yes Terakhir dan satu satunya gelar Juara Dunia Pembalap Ducati sampai sekarang ini memang hanya berada di tangan Casey Stoner di tahun 2007. Cuma Nggak Bisa ngebayangin sih, kalau nanti Pasca Valencia Pecco gagal jadi Juara dunia dengan Jarak hanya 5 point  atau kurang dari Juara dunianya . . Kayaknya Mata petinggi ducati akan lansgung menuju bastianini mengingat Kejadian Aragon yang baru saja berlalu hehe – Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

73 COMMENTS

  1. Malu klo ducati gak jurdun musim ini, krn musim depan tambah berat ada MM. Team order diberikan namun klo peluang menang ada kayaknya bastianini jg gak bakal ngalah. Manager jg bakal belain dia dan dia siap klopun didepak akan ada pabrikan lain siap nampung. Anggap sisa poin diperebutkan sampai akhir musim. Jika dia bisa terus menang dia bahkan bisa salip bagnaiya. Siapa jg gak mau jurdun.

    • Bastia terlalu bagus untuk mau jadi kacung pabrikan macam… ya 5 motor lainnya (1 dibackup mbah. 1 kesayangan ducati, ya backupan mbah juga si wkwk)

      Bener mending dia fight maksimal toh kalau ditendang dia punya skill buat bikin pabrikan lain tergiur

      • Betul kontrak pabrikan sdh dikantongin…asalkan tidak buat jatuh pecco bestia pasti ingin menang. Kecuali klo peluang jurdun sdh sempit kayaknya blokade fabio akan dilakukan. Apakah MM akan berusaha merepotkan pecco buat bayar kesalahan kpd fabio. Harusnya iya. Klo sy jd MM akan tak lakukan..krn klo sampe fabio gak jurdun orang pertama yg disalahin fansboy adalah MM

  2. Ga kebayang kalo seandainya bestia harus ngalah ma pecco..
    Gimana nanti kalo mau ceritain karir masa mudanya ke anaknya … Hahaha

      • Hipotesis:
        1. Ternyata sulit mencari orang seperti Barrichello, pengabdian tanpa batas
        2. Mungkin salah satu alasan ducati milih Bestie adalah untuk mengendalikan bestie musim ini, soalnya martin ga semengancam bestie

        • gak semengancam bagian mananya bang ?
          kalau dari skill, belum tentu. martin kena handicap cedera & faktor motor :imo
          kalau dari sikap, justru dia berani mengancam pindah pabrikan kalau tidak naik factory, cuma karena prestasi musim ini kebentur cedera, dia gak punya bargain power

        • Faktanya musim ini memang bestie kan yang lebih susah diatur dari martin, martin musim ini minim ganggu pecco jadi kan ga perlu dikendalikan dia sudah menjauh sendiri, sementara bestie sampe sekarang sudah dipilih pun masih ngrecoki

    • Rubens dan bottas memang nyatanya kalah cepat dibanding rekan setimnya.

      Dan kejadian austria 2002 memang super nggilani untuk tim sekelas ferrari

    • Perkara keberadaan wingman di Motogp ini menurutku hanya masalah belum dieksploitasi aja. Sekalinya ada yg memulai pasti akan menjadi domino ke tim lain. Karena secara matematis sudah jelas mana ace rider yg perlu diprioritaskan jika tujuan utamanya adalah gelar juara dunia.
      Dovi di 2019 (cmiiw) adalah bentuk nyata bagaimana pemimpin balapan (atau posisi di depan) bisa memainkan tempo pembalap di belakangnya.

      Sesederhana perkara towing saat kualifikasi, semua sepakat ini bisa jadi jalan praktis buat mangkas waktu 0.00xx second. Bukankah ini jg bentuk kerjasama tim?

      Ya emg boring, ga akan membuat balapan lebih menarik di mata penonton.
      Perspektif penonton dan pabrikan tentu saja beda dalam melihat strategi semacam ini.

      • Dovi 2019 mengendalikan sampe dia lupa lupa kejuaraan dunia di tentukan dengan point akhir…dan berapa point marc saat itu? Gilani!

      • saya positif aja mungkin om smoke kepencet angka 9 . Mungkin maksudnya 2020 atau 2018

        Tapi mungkin di universe khayalan beliau memang bener kalau Dovi memainkan tempo pembalap lain. eh di belakangnya maksud saya

        ya namanya berkhayal memang bebas berimpian sih ya

  3. kalo jarak akhirnya cuma 5 poin berarti itu atas ketidak mampuan pecco aja,dgn sisa seri yg masih banyak (terlepas dr ketidak beruntungan) kalo gak bisa membalikkan keadaan ya berarti pecco nya yg gak kompeten jangan salahin enea

  4. Intinya kalah dari pebalap tim Satelit itu monohok banget!

    Padahal gresini pantas menang karena sponsor ingin juara jika ada kesempatan bukan mengalah kepada factory yang kaga mampu juara

  5. Kebayang giman taun depan enea nasibnya?? Apa makin mengkilap daripada Pecco atau redup konsolidasi konspirasi harus Nama Pecco yang juara ???.

    Wait & see

    • lho dedengkot rider academy nya aja all rider order kan 2015 dulu ? semua ampe takut gangguin kecuali si king maker wkwkw

      Kurang sakti apa

  6. Jikalo semisal seandainya nantinya yang jurdun EB23 dengan mengalahkan FB63 diseri terakhir Valencia, gimana ya perasaan petinggi Ducati….
    Satu sisi akan mencatatkan sejarah sebagai satelit pertama yang bisa jurdun, tapi disisi lain mungkin malu karena tim factory kalah…
    Menarik untuk ditunggu ..

  7. Kalo nanti rider Ducati yg juara, mau nya Enea aja biar nanti di tv full iklan antangin juara MotoGP wkwk, dan headline di berita online nya

    “Breaking News!! Produk Indonesia berhasil menjuarai MotoGP!! Dan ada 5 fakta yg mencengangkan”

  8. Secara matematis Enea masih masuk title contender, dan jaraknya pun masih masuk akal, ga adil sih buat Enea dan tim Gresini kalo kyk gini, dan menarik nih melihat drama musim depan dr kubu merah,

  9. Bisa jadi Ini mungkin yg bikin salah satu fans nantinya makin tinggalkan motogp dgn adanya “team order”
    seperti kasus juara dunia pembalap suzuki yg kurang greget ke brand atau sponsor bahkan motogp itu sendiri.
    Tp yg namanya olah raga dgn bumbu bisnis ya mau bgmn lagi..kepentingan sponsor dan brand hrs di utamakan image pembalap hrs siap di nomor duakan..
    Seperti hal nya juara konstruktor sepertinya gak penting krn motor brand tertentu paling banyak di grid..secara persentasi peluangan pasti lbh besar dr yg lbh sedikit di grid.

  10. Bahas soal adrian fernandez vs mekanik max racing dong wak
    Katanya ada kejadian lanjutan sampe ada mekanik dihajar keluarga fernandez

  11. Yang dicatat tetap yang juara bro.. sejelek2nya opini atas JL99 2015, tetap dia yang dicatat sebagai juara.. semenang2nya VR46 dihati orang, gelarnya tetap 9

  12. Rubens dan bottas memang nyatanya kalah cepat dibanding rekan setimnya.

    Kejadian austria 2002 memang parah untuk tim sekelas ferrari

    • wkwkwk ngakak
      padahal 6 kemenangannya di musim ini bisa dibilang menang mutlak
      kena imbasnya sama yang pada benci ducati wkwk
      pdahal ni anak talenta luar biasa, inget pas bisa kompetitif bawa motor rongsok mahindra jaman masih di moto3
      baik fabio atau pecco sangat2 layak untuk jadi juara musim ini dengan konsistensi,skill, bakat, maupun motor
      kecuali kalo aleix malahan yang jadi juara dunia, baru deh bolehlah diperdebatkan layak engganya wkwkwkw

  13. Mau Pecco kek, mau Enea kek, mau Fabio kek, ketiga nya layak untuk jurdun musim ini. Secara, mereka udah menang lebih dari 1X, udah langganan podium.
    ketiga nya emang punya skill. Cuma, tidak punya determinasi aja kayak Vale, JL99, MM93, atau CS27.

  14. Klo coba bijak mgkin gini, sudut pandang bos2 duketek, kecondongan pecco = lorenzo, bestie = dovisiozo,klo dliat prospek kedepan skill lorenzo lebih menjanjikan untuk jurdun,jd bukan karena vr46, skill dovi mentok 3 taun runner up,motornya udah mentok pk gaya dovi. Sptnya butter hammer lorenzo msih dominan era motobiji skrg

  15. persetan perkara gengsi, jurdun mah jurdun aja. obrolan negatif nya paling sampe 5 tahunan ke depan aja. Sisanya udah jadi sejarah

    • Bila peco jurdun….kira kira maukah enea nantinya th 2023 dinomor duakan….? Tentunya tdk mau…..makanya dia akan berusaha terdepan di 5 race th ini dan mengejar Poinnya taro. Dan berusaha jadi jurdun mumpung msh terbuka peluangnya

  16. Jadi inget persaingan markes ma dovi dulu, udah akhir musim gapnya dovi ke markes jg tinggal dikit tp malah nyusruk dovi pas balapan…tekanan tambah berat tu bagiono..😂

  17. Wak haji tolong dibuatkan artikel mengenai perpindahan pembalap kelas Moto3 dan Moto2 dong.., kan skrg utk Kelas MotoGP sudah confirm semua

  18. FB63 : keahlian membalap ok dan didukung motor yg nyuaman & kuenceng, tinggal nasib yg menentukan apakah bisa menang kejuaraan atau ngga

    F¼20 : keahlian membalap ok tapi motornya ngos²an 🤭,
    tetap semangat king Fabio💪💪💪💪💪

  19. Juara MotoGP butuh mental Baja. 2020, FQ udh digadang2 juara tapi secara mental belum kuat untuk pertahanin point sampe akhir musim.

    Pecco & Bestie masih sering ndlosor karena kesalahan sendokur. Beda halnya dgn kasus ndlosornya quatro kmrn krn faktor pebalap lain.

    Jadi kandidat terkuat ttp quatro, bukan krn pointnya lbh tinggi, tapi secara mental udh lebih siap, lbh paham limit motor ketimbang title contenders lain spt pecco, bestie ataupun aelix.

  20. Yang seneng malah Antangin jreng, motor kenceng gak bikin masok angin.
    Taon depan entahlah Antangin bisa nyodok lagi apa enggak

    Tugas berat sebenarnya ada di tangan GP22 yang laen yang harusnya jadi barikade di lini tengah

  21. Bila point di akhir kejuaraan punya peco selisihnya tak sampai 5 point di bawah poinnya mbah taro. Tak adil bila pihak ducati menyalahkan enea di race aragon, krn eneapun masih terbuka peluangnya utk jurdun. Kecuali point enea terlalu jauh jaraknya dg pimpinan. Intinya ya peco sdri knp seri seri sebelumnya terutama di Lemans perancis maksa ngejar enea

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here