TMCBLOG.com – Kamis ini, dari Motul Grand Prix Jepang memunculkan banyak poin pembicaraan, dengan dua konferensi pers. Yang pertama adalah tiga pembalap dengan selisih hanya 17 poin: Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP™), Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) dan Aleix Espargaro (Aprilia Racing). Dan yang kedua melihat pemenang Aragon Enea Bastianini (Gresini Racing MotoGP™) bergabung dengan juara dunia delapan kali Marc Marquez (tim Repsol Honda) dan pahlawan tuan rumah Takaaki Nakagami (LCR Honda Idemitsu). Pada gilirannya local boy Takaaki Nakagami diberondong cukup banyak pertanyaan mengenai kesiapan fisiknya dan juga mengenai kejadian lap pertama di Aragon.

Bagaimana tanganmu? “Sejujurnya, tangan saya bukan perasaan terbaik tentunya. Pada hari Senin, saya menjalani operasi di Barcelona. Hanya beberapa hari untuk pulih 100%. Setelah balapan, saya mengerti bahwa keadaan tangan saya sangat buruk, jadi saya memperkirakan akhir pekan ini akan menjadi balapan kandang yang sangat, sangat sulit. Sebenarnya, setidaknya saya mendapat lampu hijau untuk FP1 tetapi saya harus memeriksanya lagi dan kami akan memutuskan untuk melanjutkan atau berhenti setelah itu.”

Bagaimana dengan drama lap 1 Aragon? “Yah, itu sulit, saya mencoba menyalip Marc di tikungan 7, dan saya kehilangan garis racing line sedikit, dan dia mencoba menyalip lagi di pintu keluar tikungan. Dia jelas di depan saya. Sepertinya ketika dia mengaktifkan perangkat motornya ia pergi ke kiri, dalam waktu singkat, saya mencoba untuk menyikut untuk menghindari kontak tetapi itu tidak mungkin.”

Saat itu saya menyadari itu bukan kesalahan Marc, itu adalah kecelakaan balap yang sial. 0% saya tidak pernah marah padanya, itu sial, saya terluka tapi ini hidup. Bisa saja lebih buruk, saya mengenainya dua kali, tetapi yang pertama saya sudah di luar kendali. Saya tidak bisa membayangkan yang pertama pergi ke kanan, saya mencoba untuk tetap di motor tapi itu kecepatan penuh, yang kedua saya sudah jatuh dan berada di trek. Syukurlah semua pembalap di belakang menghindari saya. Saya beruntung. Saya akan mencoba untuk pulih dan mari kita lihat bagaimana FP1 berjalan.”

Pikiran tentang cuaca? “Ya, biasanya semua orang pengendara dan penggemar mengharapkan sinar matahari. Tampaknya ramalan cuaca tidak stabil. Beberapa hari yang lalu angin topan besar datang dan akhir pekan terlihat sangat buruk. Secara fisik, hujan bisa membantu karena gaya pengereman yang kurang. Saya merasa kasihan pada para fans, setelah 3 tahun, semua pembalap dan penggemar telah menunggu akhir pekan ini. Terlepas dari cedera, semoga cuaca baik akhir pekan ini.”

sumber foto : https://twitter.com/denkmit/status/1572877999271477249

Kami kembali ke Jepang untuk pertama kalinya sejak 2019. Seberapa spesialnya? “Sangat penting. Hari ini saya sudah bertemu banyak penggemar dan teman di paddock jadi perasaan yang luar biasa. Perasaan ini adalah GP rumah saya, saya bisa berbicara bahasa Jepang di paddock. Ini memberi saya banyak energi positif. Tentu saja, saya menyiapkan helm khusus untuk akhir pekan ini seperti biasa di Jepang. Sekarang adalah Musim Gugur, jadi saya mencoba mendesainnya dengan desain musim gugur tradisional Jepang.” – @tmcblog

 

57 COMMENTS

  1. Taka gak bakalan bilang kalau salah Marc lah, dia itu satu pabrikan sama marc dan barusan perpanjangan kontrak, masa langsung memberikan keterangan yang jelek tentang insiden kemarin, ini udah ada briefing dari HRC supaya kalau ditanya bilangnya begini begini biar pamor Honda gak jatuh dan komunikasi antar team dan pembalap dalam Honda tetap baik secara sekarang kondisi performa Honda buruk banget dan kekacauan sedikit aja dalam tim akan memperburuk situasi.
    Kalau menurut saya insiden kemarin (Marc Taka) adalah kesalahan Marc dan FIM. Marc tetap nekat nge-push meskipun dia udah bilang dan merasakan juga kalau di 2 tikungan (setelah crash Fabio) motor terasa aneh tapi saya (Marc) masih bisa menghandle ya padahal kenyataannya dia gak bisa…
    Dan FIM juga salah karena tidak tegas dalam menerapkan peraturan atau mengubah peraturan agar insiden kaya gini gak terulang lagi, malah seakan akan dibiarkan aja biar jadi drama…

      • “I entered into Turn 5, I felt something strange, I said ‘what’s going on’ but then when I opened gas and went into Turns 6, 7, I felt okay. And then on Turn 7 Nakagami overtook me inside and he went wide.”

        Baca sendiri nih keterangan Marc, dia udah tau motornya bermasalah pasca kontak dengan Fabio tapi masih nekat aja… Membahayakan rider lain

        • Ingat kejadian vinales di austria karna masalah rem? Padal hal itu terjadi karna kesalahan vinales ngeyel ga pakai kaliper rekomendasi brembo yg ada air fin nya. Dan malah pake yg lama. Tpi vinales ga kena penalty.

    • Taka ga mau salahin Marc krn satu pabrikan ,oke,,
      lalu bagaimana dgn Lin Jarvis dan Fabio juga bilang ini ga ada salah siapa2, murni racing incident ?

      • kalau yg di masalhin yg insiden kedua (Taka dan Marc) yah emg 50:50 sih,,
        Ga tau Taka mungkin juga punya rasa guilty krn waktu di seri apa gw lupa dia sempat nyenggol Rins waktu keluar tikungan sampe Rins nya crash,,

        • Insiden pertama memang pure racing incident, tapi insiden kedua dengan Taka, Marc is the man to blame.

    • Masih aja maksa Marc harus salah bro,,udh gw bilang itu racing incident masih dibahas panjang lebar biar dibilang paham,,,fix ente ini g suka Marc cuma bahasa dikemas biar kesannya keren tp keliatan bencinya

      • Kalau gitu Zarco juga benci sama marc dong, soalnya dia mengomentari hal yang sama kaya apa yang ane komentari… Dan Zarco ini pembalap profesional loh, masa komentar dan analisis nya atas insiden ini hanya semata berdasarkan kebenciannya pada Marc???

        Nih komen Zarco, silahkan anda simak dan nilai sendiri
        “It’s a way to find a reason for the accident, to not put the fault on him. I don’t want to say that all the fault is on him, because clearly he had something in the bike, but he had this already in Turn 5 and when I saw him sliding in Turn 5 that he would slow down in Turn 6 and try to understand what was happening on the bike – but he insisted in going far because in Turn 16 he was still riding.”

        • Zarco yg katanya pembalap profesional tapi pernah hampir bikin 3 nyawa melayang di GP Austria 2020. Sampe dikatain half-killler oleh muridnya si Mbah. Selain itu sebelumnya jg pernah nyruduk Marc di GP Philip island 2018. Dan kalau melihat rekam jejak Zarco yg katanya profesional, doi pernah ninggalin KTM begitu aja sebelum kontraknya berakhir krn gak kuat naklukin motornya. Wkwkwk

    • Akwkakw mau taka nyalahin marc, paddock ga akan panas. Emang kaya anu yg sampe blokir data sama masang sekat ?

      Dan taka juga pernah ngawur tapi pembalap lain ga segitunya baper. Kamu aja julid mulu maunya wkwkw

    • Perbedaan pendapat wajar kan dalam diskusi
      Ane setujunya FIM terkesan anteng ,harusnya evaluasi agar kejadian serupa gak terjadi lagi,bukan dgn menyalahkan rider sih tapi seperti banned winglet dan RHA contohnya muehehehe

    • Iya kedodoran banget kayak style anak anak yg biasanya celananya dipelorotin,kurang sporty kayak yg lain jadinya

      Apparel lokal kah?

  2. insiden pertama pun seharusnya tidak terjadi andai sebagai pembalap pro bisa tidak langsung keluar tikungan dengan bringas mengingat dia lama tidak balap dan memahami motornya kurang waktu.
    setelah merasakan ada yang aneh seharusnya menepi, sehingga kejadian dengan taka tidak perlu. mengerikan di jalur lurus terjatuh dalam keaadan ramai selepas start.

    • Beringasny dalam hal apa bro?? Fq20 yg d belakangny aja bilang Marc menikung dgn sangat baik. Klau selepas tikungan dia tdak beringas setimny sedikit lmbat yg ada tabrakan beruntun. Bicara motor habis senggolan trus blapan, bro pmblap yg pro itu adlh tetap membalap walaupun tdak dlm kondisi 100% artiny tdak gampang menyerah, jgn sprti Galang Hendra yg dikit2 masuk pit. Dan waktu enea membalap dgn Aero sebelah, Fabio tetap mmblap dgn resleting terbuka, Brad binder membalap Aero yg juga sompal mengapa anda tdak muncul dstu dan melarangny??

      • mungkin maksudnya tidak beringas itu lebih pakai adab saat balap. ibarat turing kalau motor berjejer itu kan lebih rawan terjadi kecelakaan dibanding ketika motor itu berurutan. jadi misal saat mau belok itu bisa gantian, yg didepan belok dulu baru yang no 2 dan seterusnya. kan misal seandainya terjadi kecelakaan dan jatuh tidak nyenggol sebelahnya gitu…
        terus kalau ngerasa motornya ada yang aneh kan bisa menepi dulu, dicek ada kelainan apa. nanti kan pasti ada temen sesama rider yang ikut menepi nanyain kenapa motornya mang…?
        mungkin gitu maksudnya hehehe pisss

    • Helo kl ngk ada pembalap yg jardun ngk agresif . Vr jl stoner semua agresif mendorong motor habis2an . Kl ngk mau agresif knp fq deket sekali sama mm ? Kl mau aman jg jarak dong 10 m🤣🤣🤣

  3. gw ngerasa beruntung bisa lepas dr kefanatikan klo nge fan ke pembalap tertentu karena efeknya mirip kena brainwash karena meskipun di depan dia fakta terpampang jelas tetap saja selalu ingin menyalahkan orang lain.

  4. Ya memang ga salah lh, yg seharusnya disalahkan itu si taro yg nabrak. Bisa bisanya pembalap yg katanya sudah pernah jurdun itu seagresif itu waktu lap pertama. Patut dipertanyakan manuvernya

  5. Sebegitu senengnya kah ngulik² kesalahan orang lain
    Sampe hafal segala treack record buruknya
    Ya beginilah watal kita sebagai manusia, giliran sisi negatif kita cepet banget naggepin dan mengingatnya bahkan ampe kejadian bertahun² yang lalu

    Giliran d suruh nyebutin kebaikannya pasti pada diem bingung mau ngomong apa, bukan karena orang itu gak ada prestasi baiknya, tapi kadang kita terlalu fokus pada nilai negatif seseorang sampe lupa kalo negatif nya dia itu jauh lebih sedikit dari pada sisi positif nya

    • Justru itulah kata kuncinya….

      Hal-hal buruk itu terus di ingat dan jadi bahan pembenaran untuk mendukung opini dan tendensi atas ketidaksukaan atau malah kebencian pada seseorang…

      Ya nggak…??

  6. Yg msh blm terima, lalu Fabio malah ndlosor lg besok.. hati2 kondisi psikis, Bro… gak bagus utk kesehatan..😀

    Btw, mudah2an Fabio msh bisa lead sampe akhir di Valencia..

  7. Insiden ini bukanlah moment dan kesempatan yg tepat untuk memojokkan dan menyalahkan MM93…

    Sebaiknya simpan saja dulu semua energi dan kumpulan data-data yg bisa digunakan untuk menyudutkan MM93.
    Tunggu moment dan insiden yg tepat…

    Insiden kali ini lebih mengarah pada insiden atau kecelakaan balapan, terutama saat situasi begitu crowded sehabis start.
    Dimana ketidakberuntungan bisa terjadi menimpa siapa saja…

  8. SAMPE SAAT INI GAK ADA YG NYALAHIN DORNA BIARPUN UDAH TERBUKTI WINGLET ITU UDAH BBRP KALI BIKIN DRAMA TAPI GAK DISINGGUNG SAMA SEKALI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.