TMCBLOG.com – Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitu mungkin pribahasa yang klop untuk menggambarkan kondisi dari sirkuit Kymi Ring dan juga pihak promotor lokalnya yang bernama ‘KymiRing Events’. Setelah menjalani test tahun 2019 oleh para test rider pabrikan MotoGP dan hampir semuanya mengkritik rute tersebut karena desain layout yang hampir nihil menawarkan peluang untuk saling menyalip, karena hampir secara eksklusif terdiri dari tikungan lambat. Sirkuit GP sepanjang 4,650 km – yang terdiri dari total 16 tikungan yang dirancang oleh Timo Pohjola dan Apex Circuit Design ini mengalami krisis finansial.

Krisis finansial yang melanda tersebut menyebabkan KymiRing tidak hanya mengakumulasi hutang sekitar 25 juta Euro, mereka juga tidak dapat menyelesaikan infrastruktur aspal di paddock, penyelesaian jalur akses penyelamatan dan jalan akses masuk menuju sirkuit dan juga infrastruktur penunjang lainnya secara tepat waktu.

Dorna sendiri dikabarkan telah sempat memperpanjang masa homologasi sampai 20 September 2022 yang lalu, namun pengelola dan promotor lokal tidak dapat menyelesaikannya. Kondisi tersebut berimbas pada kalender sementara MotoGP 2023, di mana nama sirkuit ini kembali dicoret dari jadwal MotoGP musim depan.

Belum juga selesai permasalahan keuangan untuk menyelesaikan segala infratstruktur, dikabarkan oleh Speedweek bahwa pihak pengelola sirkuit – KymiRing Events – sekarang juga digugat oleh promotor MotoGP, Dorna Sports S.L sekitar 6,4 juta Euro (Rp. 95,3 Milyar).

Denda yang dituntut oleh Dorna ini terkait dengan kontrak yang sebelumnya sempat ditanda-tangani oleh kedua belah fihak pada bulan Juli tahun 2021 untuk hak menjadi tuan rumah balapan MotoGP Finlandia yang akhirnya dibatalkan secara sepihak oleh pihak organizer lokal di sana walaupun memang jelas akar permasalahannya adalah krisis finansial. –  Taufik of Buitenzorg | @tmcblog

26 COMMENTS

  1. cari duit paling gampang 😂😂😂 denda!!

    Lagian pasar roda dua gak segede gaban, tapi ingin diselenggarakan MotoGP 😩, model india, Indonesia, tuh..masih ditoleransi lah, malah dorna yang ngebet masukin kalender 😌

  2. kalopun jadi dan pembangunan berjalan lancar kayak dorna berani aja terbang di wilayah situ dimana Sukhoi2 stalinium sering wara Wiri didekat perbatasan negara itu

  3. pemerintah Finland gak minat nalangin dana gitu biar sirkuitnya beneran jadi dan siap dipakai event balap? Harga minyak dan gas bumi kan lagi bagus sejak akhir tahun lalu. Atau memang gak minat balap motor? hmmm…

  4. Belajar dari kasus Suzuki dan Kymi-ring yg cabut tiba-tiba, Dorna emg harus tegas terhadap pelanggaran kontrak semacam ini. Supaya tidak jadi preseden buruk untuk situasi serupa di masa yang akan datang.
    Dengan kontrak yang batal seperti ini aja dunia balap Finlandia sudah lumayan terkerek secara global dalam pemberitaan dari awal mula wacana akan ada balapan di sana. Sudah cukup membuka mata bahwa ternyata dunia balap di sana tidak hanya seputar rally dan kandang dari pembalap2 jenius di roda 4.

  5. Cobalah minta bantuan ke vendor henpon sejuta umat.. real local hero.. Nokia .. siapa tau masi bisa dikejar itu proyek selesai tepat waktu..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.