TMCBLOG.com – Kemenangan Dominique Aegerter di Race 2 WSSP Portimao 2022 hari Ahad kemarin memastikan Yamaha meraih gelar manufacturers championship untuk keenam kali berturut-turut di FIM Supersport World Championship (WSSP). Yamaha telah memenangkan kejuaraan pabrikan 2022 dengan 445 poin yang diklaim selama musim ini. Pabrikan Jepang itu mendominasi musim 2022 dengan dua pembalapnya yang saat ini memimpin riders championship menjelang 3 seri terakhir.

Jarak dengan Ducati di sisa 6 balapan terakhir (maksimum 150 poin) pada tiga seri adalah 190 poin yang artinya pasca Portimao Yamaha WSSP sudah lagi tidak dapat dikejar oleh Ducati dalam perebutan gelar juara manufaktur di kelas Intermediate ini.

Juara WorldSSP 2021 dan pemimpin kejuaraan saat ini Dominique Aegerter (Ten Kate Racing Yamaha) dan Rookie Italia Lorenzo Baldassarri (Evan Bros. WorldSSP Yamaha Team) keduanya mengklaim poin berharga bagi Yamaha, membantu Yamaha meraih kemenangan hampir di semua seri kecuali satu balapan (Race 1 WSS Portimao yang dimenangkan Triumph) sejauh ini.

Sementara itu dengan perolehan 344 poin yang dikumpulkan Yamaha sampai dengan gelaran terakhir di Portimao di kelas WSSP300 membuat Yamaha berhasil mengklaim gelar kejuaraan pabrikan WorldSSP300 pertama mereka sejak 2017.

Karena tidak ada race kelas WSSP 300 di Argentina, Indonesia dan Australia, Yamaha telah memenangkan kejuaraan WorldSSP300 pabrikan 2022 dengan 344 poin. Dengan keunggulan 18 poin atas Kawasaki, Yamaha menggulingkan rival Jepang mereka ini dan mengklaim gelar pabrikan 2022 di Portimao.

Dua pmbalap Yamaha berjuang untuk kejuaraan pembalap sepanjang musim 2022 yang membantu Yamaha mengamankan kejuaraan pabrikan. Juara WorldSSP300 2022 Alvaro Diaz (Arco Motor University Team), Juara WorldSSP300 2017 Marc Garcia (Yamaha MS Racing), Mirko Gennai (Team BrCorse), Matteo Vannucci (AG Motorsport Italia Yamaha) dan Humberto Maier (AD78 Team Brasil oleh MS Racing) semuanya membawa poin penting untuk Yamaha. – @tmcblog

15 COMMENTS

  1. YZF-R3 tetap berjaya di luar negeri, jadi R25 disini melempem kaya kerupuk disiram air sepertinya pabrikan cuek2 aja, lagian memang belom waktunya major facelift di tahun ke 3 nya ini

  2. Baca artikel ini bikin ane sedikit terhibur. Soalnya jagoan ane di WSBK dan MotoGP sama-sama babak belur dihajar Ducati…hikhs hiksh

  3. ARRC sekarang macam balapan yg ga dianggap,liat aja penontonnya di tribun sepi sekali penontonnya,masih ramean nonton bola tarkam.

    • Kayaknya rating balap ARRC sudah turun,karena pembalap remaja sekarang fokus dan targetnya balap eropa or dunia,so gengsi ARRC dan daya tarik sudah turun drastis

  4. Ya karena dengan spek segitu udh bisa berlaga di kelas dunia,,,
    Jadi ndak perlu ningkatin spek pabrikan buat kelas asia (major facelift)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.