TMCBLOG.com – Dari awalanya memiliki Jarak lebih tinggi 91 point dari Pecco saat Pasca race Seri jerman sampai akhirnnya kalah 14 Poin dari pecco pasca Australia, perjalanan Fabio Quartararo benar bear berat Di paruh kedua Musim 2022 ini. Mungkin banyak yang melihatnya mirip dengan Kejadian tahun 2020 ketika akhirnnya gelar Juara diraih Joan Mir Kala itu. Apakah Setelah ayunan bandul berpindah ke Pecco, keadaan Fabio Quartararo lebih tenang Sekarang ?

“Terutama, ya Anda juga tahu, Pada balapan terakhir saya tidak begitu menikmatinya, tetapi Anda tahu sekarang saya berada dalam posisi di mana saya tidak perlu memikirkan apa pun, cukup dorong diri saya hingga batasnya. Ini tentu saja mentalitas yang berbeda, dan tentu saja saya akan membuat GP ini dalam suasana hati yang berbeda.”

Mengenai pendekatan apa yang akan ia lakukan Di Sepang, Fabio Menjawab
“Saya tidak akan mengatakan itu benar-benar tekanan tetapi saya merasa ‘nothing to lose’ saat ini, jadi tentu saja saya akan mendekati balapan dengan menempatkan diri pada batas dari awal akhir pekan, membuat beberapa perubahan pada motor semenjak awal akhir pekan.

Mencoba untuk membuat beberapa perubahan pada motor, saya pikir ini adalah sesuatu (yang Spesial) – (karena) setiap kali kami pergi ke trek dimana kami merasa sangat baik (kami) tidak pernah menyentuh sesuatu. Saya pikir ini adalah momen yang baik, bahkan jika kami memiliki perasaan yang baik, mencoba untuk membuat peningkatan di beberapa area. Saya pikir ini adalah situasi yang berbeda dari yang sebelumnya.”

“Hal Ini belum berakhir. Jika dia (Pecco) Bisa melakukannya, kita (juga) bisa melakukannya. Seperti yang saya katakan, tentu saja paruh kedua musim ini sangat buruk, tapi kami bisa membuatnya berbalik dan mencoba untuk benar-benar tampil selama dua balapan terakhir ini. “

menghadapi Pecco dan Ducati, Yamaha akan berhadapan dengan Dua Straight di akhir dan awal Lap Dimana Part ini adalah Makanan empuk buat motor V4 yang berpower besar sepeti Ducati. Dan Fabio Pun Memberikan Pandangannya mengenai kesiapan Yamaha di Sepang menghadapi Ducati

“Juga pada 2019 kami sedikit kesulitan di sektor terakhir pada dua trek lurus yang panjang, tetapi ini adalah trek yang sangat saya nikmati, itu salah satu favorit saya. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membuat kualifikasi terbaik, ini sangat penting bagi kami, dan kemudian kita lihat selama akhir pekan. Kecepatannya selalu sangat bagus di semua tempat, tetapi itu sangat bergantung pada kualifikasi.”

Terlepas dari Persiapan Sepang, Fabio Juga memberikan Pandangannya mengenai apa yang Harus Yamaha Perhatikan Untuk Paket Yamaha M1 2023 “Lebih banyak margin, tidak yakin karena saya pikir kedua orang ini ( Pecco & Aleix ) juga mendorong hingga batasnya. Tapi hanya performa yang lebih baik, kami kehilangan di setiap area, tidak hanya mesin, jadi mereka sekarang Tahu apa yang perlu mereka lakukan. Tidak perlu mengulanginya. sepanjang waktu, sejak awal tahun kami telah mengadakan pertemuan dan mereka sedang mengerjakannya, dan Tes Misano positif dengan mesin. Mari kita lihat apakah mereka dapat membuat langkah bagus pada sasis.” Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

18 COMMENTS

      • lebih tepatnya permutasi pecco juara d sepang
        yg diatas pecco juara d valencia

        imho tekanan akan selalu ada, baik pecco maupun fabio
        jika nanti pasca sepang selisihnya berkurang menjadi 1 digit, tekanan itu bakal lebih besar
        dan akal lebih seru jika selisihnya kurang dr 5 poin

  1. Peco memang ducati terhebat, namun saat ini motornya bisa juara dngn banyak rider, beda dngn Taro, memang mentalnya tidak sekuat JL99 tp bakatnya menutupi kelemahan yamaha seperti halnya mm93 menutupi kelemahan honda. Jd tentu mendukung Taro feat Yamaha jurdun tahun ini ,kalolah gagal, salut buat Taro

    • Mental pembalap MotoGP terkuat ya marc Marquez, berani jatohin mentalnya atok
      Sampai sekarang masih dimusuhi fans atok Rossi

  2. Quartararo pasti akan usaha semaksimal mungkin, tp Bagnaia juga kalo ga di dukung sama pembalap2 Ducati yg lain susah juga buat bisa juara dunia kecuali bermain aman dan hitung2an poin kejuaraan….
    Sebab semua pembalap Ducati pasti ingin menang dan masuk podium, belum lg pembalap2 dr pabrikan lain.. kadang bagnaia juga masih emosian yg bikin dia jatoh dan nol poin.. yakin sii fq dan fb sama2 hitung poin dan harus finis sebagus mungkin

  3. Ini balapan yang aneh, harusnya balapan poin itu dari race-race awal dan sudah ada 2 3 pembalap memisahkan diri dengan poin mencolok. Sudah gitu, hari ini juara, minggu depannya gak berdaya, merata hampir sebagian besar peserta.

  4. padahal dari awal musim yamaha udah kasih team order buat franco, darryn, dovi..
    sayangnya fabio kurang bisa memaksimalkan pengorbanan teman2nya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.