TMCBLOG.com – Team Order adalah hal yang cukup hangat dibicarakan publik soal Ducati. Tercatat ada beberapa kejadian Mulai dari kejadian Misano antara Enea Bastianini dengan Pecco, Thailand antara Zarco dan Pecco sanmpai terakhir antara Bezzechi dan Pecco Di Phillip Island. Apakah Di Moment moment tersebut benar ada Perintah ‘ Team order itu ‘? Manager team Ducati Lenovo, Davide Tardozzi membicarakannya di MotoGP Podcast

” Menurut saya apa yang dilakukan Enea di Misano bukanlah seperti yang dikatakan Orang bahwa Enea Finish Ke-2 di Misano Karena Team Order. Kamu finish kedua dengan jarak hanya 0,03 detik? Anda Bisa lihat Enea di Aragon, apakah itu team-order ? “

“Saya ingin sampai pada Pointnya, Johann Zarco Di Thailand. Pertama tama Johann datang dengan Sangat Cepat. Namun Jika anda Paham tentang balapan, Tentang Ban Basah, Ketika Trek Mengering (ban tersebut) akan turun (performanya) terutama Ban depan. Di kondisi yang sama, ketika pembalap lain seperti Raul Fernandez di mana (pacenya) mengembang dan pada Lap berikutnya ia berhenti dan kembali mundur karena ketika mengering. Ban depan sangat panas dan tidak memberikan Kemungkinan untuk mengerem dengan keras. “

” Jadi yang Dia ( Zarco) lakukan dua lap sebelumnya, Dia lakukan pada Marquez, Namun kemudian ia gagal ( melewati Pecco). Awalnya ia berusaha melewati Pecco, namun berbahaya. Karena Marquez . . Ia berusaha keras melewati pecco, namun ia tak bisa melakukannya.”

“Zarco Mengatakan bahwa terlalu beresiko melewati Pecco dan tentunya juga ia berfikir bahwa ia berada di Ducati. Namun Tentu saja ini adalah Keputusan Johann Zarco Sendiri. Kami tentunya sangat Senang dengan capaian Zarco, Namun jelas itu adalah keputusannya Sendiri”

Ketika dikonfirmasi bahwa sudah tentu Ducati telah memberi tahu mereka ( semua pembalap Ducati Selain Pecco ) tentang apa yang harus mereka lakukan di Sepang, Davide Tardozzi Menjawab : ” Tentunya kami selalu berkata, bahwa kami tidak pernah memberikan ‘ team-order’ sampai terakhir ketika mereka memberikan pertanyaan, Kami sealu mengatakan kepada para Pembalap jangan melakukan sesuatu yang terlalu berbahaya di antara Pembalap Ducati. Hanya itu ‘Order/ Perintahnya’.

” Selain itu, Saya katakan bahwa Sudah tentu Jika di Balapan terakhir bahwa satu posisi akan memberikan atau tidak buat Kami gelar Kejuaraan, Kami akan memberikan ‘ team Order ‘ . Kami Nggak bodoh ” – Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

 

21 COMMENTS

  1. ini nih yg gua ga demen dari Ducati, suka bikin statement yg mengkerdilkan pembalapnya. ntar Piccolo jurdun jadi seolah karena peran motor dan 7 pembalap Ducati laen, sementara kalo gagal bakal dijudge abis2an udh dikasih motor terbaik, patwal terbanyak, masih jg gagal jurdun. Padahal gausah sesumbar jg semua udh tau akal bulus Ducati, justru harusnya dia say thanks to Piccolo yg udh berhasil bawa itu motor kebanyakan asesoris bisa menang hampir 1/3 seri balap taon ini. gua yg tadinya mau salut ama Piccolo jadi kesian ama dia, menang dikerdilin, kalah bakal jadi bullyan.

    • Sudah pernah bilang dia akan mendapat juara cacian πŸ˜„
      Padahal tidak dipungkiri peco pembalap ducati terbaik saat ini

  2. Aku sih SETUJU ada team order : dg catetan kalo dlm team ada 1 rider yg punya peluang utk jurdun sdg yg rider 1 nya ga punya peluang
    GA SETUJU : kalo pake FACTORY ORDER

  3. Zarco bilang “Terlalu beresiko melewati pecco”
    ya bisa apes sama pemasukan mungkin ya wak?
    πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…

  4. tak ada maling yang ngaku kok,ntar penuh penjara. Rahasia umum pasti ada team order..cuma kentara karena ducati berbanyak. jadi begitulah.

    • Diluar geng tavulia, harapan tanjidor ya memang tinggal si Jarwo.
      Si bestie, ngiler, martil mah kayaknya di briefing bilang iya-siap. Pas balapan beda lagi πŸ˜‚πŸ˜‚

  5. Kami sealu mengatakan kepada para Pembalap jangan melakukan sesuatu yang terlalu berbahaya di antara Pembalap Ducati. Hanya itu β€˜Order/ Perintahnya.
    —————–
    Ahh yang bener?? Martin, zarco, Bezzenchi, Bastianini,marini asyik aja saling overtake!!

    mungkin kalimat yang sesuai, “Kami selalu mengatakan kepada para pebalap jangan melakukan sesuatu yang terlalu berbahaya diantara Pecco”!!!! πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

  6. Kalau saya soal team order masih dimaklumi lah, yg satu ace rider yg satu jadi wingman. Bisa dibilang juga sbg teamwork. Yang kacau macem Ducati ini, maunya factory order. Padahal beda tim beda prinsipal, SDM, sponsor, dll mosok suruh order2an. Tapi ya ga tau juga sih kalau ada lobby2 yg bersifat situasional antar tim, jadi saling diuntungkan.

  7. Sebenernya yg bikin jelek image pecco ini untuk championship ya orang ini
    Pecco udah juara 6 seri loh di tahun ini saya rasa memang pantas jadi juara dunia tahun ini
    Walaupun saya akui saya lebih senang bila fabio yg juara dunia tahun ini
    Hihihiihi

  8. mau nanti di kata juara team order atau apalah, faktanya pecco 6 kali juara seri. dari keenam itu berapa seri sih yg di dapqt dari team order??

  9. inget ga kasus Dovi vs Marquez vs Lorenzo di Valencia 2017?
    Mapping 8?
    lorenzo (ga tahu beneran apa engga) ga mau ngasih posisi/diminta turun satu posisi buat Dovi, alasannya ngasih towing karena satu-satunya harapan DOvi juara kalo ga salah adalah Marquez harus crash

    akankah terulang kembali? πŸ˜€

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.