TMCBLOG.com – Ada dia foto dalam satu postingan Instagram GPIndonesia.id yang ditag ke TMCBlog memperlihatkan dengan jelas isi dari ‘salad box’ Ducati Desmosedici yang merupakan imbas dari hasil crash yang terjadi di salah satu pembalap Gresini Racing Ducati. Mari kita bahas satu persatu . .

Gambar pertama seperti yang sobat bisa lihat di atas, terlihat ada beberapa bongkahan logam berbentuk persegi panjang dengan model berundak-undak yang sepertinya menggunakan material alumunium baik di-dudukkan pada bagian atas maupun dibaut menggantung ke bagian bawah dengan model memanjang.

Peletakkan part tersebut dilakukan di ujung bagian buritan seakan bertujuan untuk meletakkan suatu benda dengan bobot tertentu di bagian terjauh dari titik pusat massa dari motor (CoG) berfugsi sebagai ‘balancer‘ atau hal lain. Jika ini ini benar sungguh sangat mengingatkan penemuan model mass damper – statis (passive) yang pernah dilakukan team Roberts pada masa mereka dahulu.

[Tech Talk] Mass Damper : Sejarah dan Perkembangannya di MotoGP

Di artikel 2020 yang lalu TMCBlog pernah menuliskan, solusi dari mass damper ditemukan secara tidak sengaja oleh Team Roberts yang selama kiprahnya di balapan MotoGP pernah menggunakan 3 jenis mesin (V5 KR5, V4 KTM dan V5 RC211V). Ketika itu Team Roberts meletakkan sistem data logger di bagian buritan dari motor.

Efek dari diletakkannya data logger di buritan tersebut hadir ketika di satu race race Team Roberts tidak lagi meletakkan data logger tersebut di buritan dengan alasan terjadi perubahan CoG. Team Roberts melaporkan chatter hadir secara instant segera setelah data logger dilepas dari buritan motor.

Dari kejadian Team Roberts hadir kesimpulan bahwa dengan menghadirkan massa dengan bobot tertentu di buritan akan bisa melawan/meredam getaran-getaran tak diharapkan seperti chatter. Setelah itu MotoGP tidak lagi sembarangan mendesain sub-frame dari MotoGP. Selain didesain berdasarkan aerodinamika dan perhitungan CoG, sub-frame juga didesain sedemikian rupa sehingga bagian buritan secara keseluruhan berfungsi sebagai peredam getaran tak diinginkan dari motor (mass damper).

Dan untuk kasus Ducati di atas, TMCBlog memperkirakan bongkahan bongkahan itu bisa saja merupakan bagian dari cooller, namun juga sinyalemen terkuat bahwa part tersebut berlaku sebagai ballast yang memiliki fungsi, entah sebagai alat agar motor memenuhi regulasi bobot minimum atau juga tentunya sebagai passive/static mass damper yang bisa menetralisir chatter dari motor.

Nah sekarang kita bahas foto yang kedua . .

TMCBlog coba menandai bagian yang cukup menarik dengan garis kuning berbentuk persegi panjang. Bentuk tersebut hadir layaknya sepreti suspensi biasa dengan lingkaran koil pegas di dalamnya. Namun jika sobat bisa lihat dengan lebih jeli lagi ada sesuatu di bagian tengah dari bentuk mirip sebuah suspensi tersebut.

Foto : Scrabstech

Secara umum kembali bentuk ini sangat mengingatkan TMCBlog ke bentuk semi-active mass damper SADA-TDM biasa kita kenal sebagai INERTER atau Jounce damper (dikenal juga dengan J-Damper) [gambar di atas] yang awalnya dikembangkan di fakultas teknik Universitas Cambridge dan sudah digunakan di F1 (akhirnya di-banned). Bentuknya disinyalir mirip gambar berikut ini:

Secara umum J-Damper ini mengubah gerakan/getaran/energi linear menjadi gerakan rotasional. Gerakan linear yang diperoleh merupakan chatter/getaran dari motor, lalu oleh J Damper ini getaran tersebut diubah menjadi suatu getaran rotasional di bagian yang hadir di bagian tengah (inerter) dari parts mirip suspensi di atas. Cara kerja bagian tersebut kira-kira seperti video dan gambar di bawah ini.

Jadi jelas kiranya Ducati telah menggunakan bagian buritan dari motor selain sebagai tempat untuk menempatkan beberapa parts elektronik, juga sebagai mass damper baik itu statik dengan ballast maupun agak sedikit semi-active dengan alat mirip J-Damper.

Di Formula 1, J-Damper sudah di-banned mulai 2022 ini di bawah regulasi budget cap. Regulasi di mana adanya pembatasan anggaran operasional dan juga pengembangan mobil Formula 1 yang muaranya menginginkan untuk mobil F1 tidak lagi memiliki teknologi yang tidak relevan pada mobil-mobil produksi massal sehingga politik ini menyingkirkan beberapa parts eksotik seperti J-Damper ini dari ajang Formula 1.

Taufik of BUitenZorg | @tmcblog

68 COMMENTS

    • pemain Jepang udh terlalu advance ngedesain sasis motor, yg hanya bisa disaingi oleh pabrikan Italia dgn perangkat lenong (holeshot, singlet, salad box). itu semua hanya utk menyaingi lincahnya sasis Yamaha ditikungan, stabilnya sasis Honda dan Suzuki ketika berakselerasi, dan minimnya getaran mesin pabrikan Jepang. klo Ducati wajar sih getar, desmodromic kan emg minusnya disitu, getarannya dilaporkan mirip mesin jahit bagi yg belon biasa naek motor berdesmodromik.

      • bedain chatter krn suspensi ga sanggup/tersiksa nalangin manuver ama chatter murni krn mesin ato desain keseluruhan yg kurang proper. klo pas nikung motor sebagus apapun bakal keliatan getar saat ridernya agresif, tapi cuma motor dgn sasis terbelakang doang yg chatter sejak mesin dinyalain ampe dimatiin lg. itulah sebabnya di motocross ama grasstrack kelas SE grade C byk yg masih berani make mesin jadul 90an tapi sasis pasti baru, entah rolling chassis dari SE terbaru ato sekedar upgrade rutin suspensi dan swing arm. semakin kesini teknologi sasis SE makin anteng, tau dah motojipi. ga pernah ada motor motojipi jadi pasien bengkel gua sih wkwkwk

    • antara sasisnya udh advance atau emg lebih banyak kerugiannya jadi ga dipake,
      beda dgn V4 kyk Honda yg udah make tahun ini,

    • Mass damper ini sebenarya bukan Part yang canggih canggih baget walaupun memang nggak Murah. Saya pikir mungkin Inline 4 juga kemungkinan pakai entah yang semi active maupun yang Static seperti penggunaan ballast

      • Yamaha seinget gw emg ga terlalu butuh perangkat mass damper deh Wak, di era akhir 990 dan awal 800 Yamaha punya masalah chatter. tapi cuma rombak sasis di 2008 itu masalah tetiba lenyap gitu aja. Jepang secara umum kalo diperhatiin emg lebih concern ke material part dan desain secara keseluruhan buat ngatasin masalah, bukan pake solusi instan pasang part ini itu utk sekadar menutupi masalah. jadi bukan soal mahal murahnya, Ducati ama Aprilia lebih ke males riset part yg udah ada dan lebih suka nambah part baru. itu unified ecu jg yg ngegagas ide siapa kita semua udh tau, ya krn pabrikan itu mgkin ga bisa bongkar rahasia resep pabrikan Jepang buat bikin motor bisa mereng maksimal, ban depan tetep napak aspal, dan penyaluran tenaga lebih efisien. di wsbk aja yg elektronik lebih bebas keliatan kok, hanya utk sekedar lawan zx10rr modifan Ducati ampe ngeluarin downgrade mesin GP, Aprilia mundur, BMW ampe libatin divisi mobil hanya utk ngejar ketertinggalan dari superbike Jepang.

        • Aprilia bukannya lebih ke karena pengen switch ke motogp ya ?

          BMW ini yangg. aduh. Pabrikan eropa paling cantik sebenernya, desain nya ga kaya ducduc atau mva yang pake basis desainer siapa itu dari zaman batu tapi direfresh refresh mulu. Ealah BMW sejak kerasukan label M jadi jelek, pas my2023 ealah makin jadi alien gaje. ckckck. Untung nakednya masi cantik bin original

        • Aprilia mundur krn RSV4 udh makin inferior kalo pake regulasi wsbk skrg, sementara resources mereka dari uang ampe tenaga udh kesedot proyek motogp semua. skrg aja RSV4 cuma update kecil2an pake singlet ama cc offside sekedar biar tetep bertenaga ditengah gempuran regulasi emisi euro 6

        • @akang : iya makanya saya bilang karna april tenaganya abis ke motogp om wkwk. Ya makin gaada alasan pusing pusing pertahanin mesin 1 liter murni di massprod. Naikin cc, urusan selesai wkwkwk

          @segokotak : audi group di belakang ducati kau anggap apa 🙁

  1. menurut gw ini warung yg terbanyak menghadirkan kata hadir. ampe beberapa kalimat IMHO jadi menghadirkan kerancuan dengan kehadiran kata2 hadir itu sendiri.

    btw soal Ducati, bisa ga yak itu mass damper dikulitin kemudian di banned? sama kaya dulu jaman ada pabrikan yg pake dual clutch kemudian Ducati minta dibongkar panitia, eh malah endingnya dicontek.

  2. Jika di F1 mass damper (J-damper) ini sudah dibanned,apakah menurut Wak Haji kedepannya dimotoGP mass damper (J-damper) ini juga punya potensi dibanned?
    Apakah mungkin teknologi ini bisa diadaptasi di motor produksi masal pabrikan?Atas jawabannya,terima kasih Wak Haji🙏

    • Patut dicatat bahwa di Formula 1 J-Damper itu dilarang bukan karena teknologinya atau cara kerjanya.
      Jikapun mau di bekukan/ dilarang di MotoGP, maka salah satu jalan yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan Budget cap karena alat ini sendiri harganya di Pasaran bebas 21 ribu US$

  3. tamiya sy jg menggunakan mass damper yg beratnya disesuaikan dgn ketinggian dan panjang slope,
    tujuannya menghindari tamiya memantul dan keluar dr lintasan ketika mendarat.
    hahahah

  4. akibat kecanggihan kamera dan internet semua bisa terungkap… 🙏 jaman NSR500 dulu yg ktny pake water injection utk knalpot, pake fuel injection sinichi itoh, mesin dan spek YZR250 yg ibarat langit dan bumi dgn TZ250, dan teknologi goib lainnya sampe skrg gk terungkap akibat jadulnya jaman itu 🤣

  5. The real motor sultan sih ini Ducati, inovasi dan RND nya ngga main main.. wkwkwkk. Cuma sayang aja, kalau muncul tema: motor MotoGP harus dibuat dengan dasar “seperti motor produksi massal”. Kalau prototype, ya murni prototype aja. Gpp kalau memang nanti ke depan ada pembatasan budget. Tapi, biarkan para engineer berkreasi, entah efek nya motor jadi jelek atau apa. Tapi, saya pribadi menyukai perang teknologi di balap motor protype.
    kalau mau motor cantik, sperti produksi massal, ya lia WSBK lah.

  6. RHA,holywings,winglet,stegosaurus,salad box itu teknologi yg gak relevan buat motor produksi massal.
    RHA mungkin bisa lah berguna buat kegiatan sehari2 tapi kan udah ada active suspensi elektronik

    well,Dorna tutup mata juga sih,gimana lagi

    • Rha buat nolong yg pendek naik ke moge ?

      liat stegosaurus itu harusnya ke buritan bolong bolong, didesain sambil mikirin aerodinamika ga ya ?

      • buritan bolong kayak R1 gitu kah?,harusnya sih ada
        mungkin jadi mass damper alami dr tekanan angin? atau cuma buat mengalirkan angin dr tubuh rider pas tuck in biar lebih streamline

    • Kan sejak kapan tau moto gp prototype gak ada tujuan kelak bisa dipake motor massal atau nggak,,bis dipake ya monggo gak jg emang ga kesana tujuannya

    • Winglet menurut sy masuk,

      Ga selamnya motor massprod dengan winglet bawaan pabrik aneh ko,

      Justru bbra produsen parts mulai development winglet untuk dijual bebas contohnya puig hi tech parts, dan modifikator viber/carbon indonesia juga bnyak ko yg buat winglet ala ala nyatanya laku juga.

      Intinya scra pndpat pribadi winglet ga ngerusak design motor

  7. Jawaban yang mungkin paling logis adalah ducati mengimbangi kelebihan mesin desmo yang tidak dimiliki pabrikan manapun di dunia.yaitu desmodromic valve.klep tanpa spring otomatis menghasilkan chatter,geteran atau semacamnya dibanding pneumatic.pengapian akurat sampai rpm berapapun[secara teori]tapi butuh redaman yang lebih di banding mesin lain.apalagi di bandingkan mesin inline yang cenderung smooth

  8. Material aluminium sebetulnya itu Densimet/Triamet yang berat jenis nya lebih lagi logam biasa.
    Bentuknya mirip2 Al.
    Kalau aluminium sebesar itu tdk cukup utk merubah CoG.
    Dan matl densimet cocok sebagai mass damper/balancer. Kandungan utama nya tungstens.

    • Jadi kalau ada semacam aluminium dan J-damper itu mungkin ada 2 mekanisme.
      Mekasnisme massa pemberat (mass weight gainer) tujuaannya CoG.
      Dan J-damper utk preload dan rebound lebih stiff. IMHO

  9. sayap di motogp juga tidak relevan untuk motor masspro.
    pengaplikasian di produk massal maksa banget biar terlihat bahwa itu telah digunakan di produk massal.
    jadi ada alasan untuk dilarang penggunaan di balapan. padahal bahayanya terlihat nyata.

  10. kok gak sengaja wak? saya yang awam pun secara naluri kalau ban belakang ngamuk, atau kasarnya supaya napak dan ngegrip dan gak geter, pasti duduk agak munduran biar itu getaran2 gak jelas ilang. karna pernah satu momen shock belakang saya TEWAS, selama sebulan. auto kalau nikung bagian belakang ngebuang terus, ban slide2 terus kalau di tikung sambil kebut.

  11. Sepintas dilihat Shaftnya J-Damper pake model ballscrew, semacam bola bearing yang bersirkulasi. biasa ditemui di bagian dalam mesin CNC.

  12. klo gua iibaratkan make top box belakang, walaupun klo pke top box menambah bobot tp gua rasa lebih antep makenya dan getaran berkurang, pas tikungan juga lbh nyaman apalagi tikungan flowing

  13. makanya paling honest itu balap rally.. Quattro, s-AWC, kaki, struktural, engine dll banyak yang diaplikasikan ke masspro baik sebagai gimmick atau full fitur … dulu Nascar/stock juga gitu tapi makin sini Nascar makin mirip prototype

    kalau aja rally macam WRC, hillclimb, bahkan cross country dikenalkan sejak dulu di sini bakal banyak builder dan kompetisinya di sini.. buktinya masih banyak team privateer yg berkompetisi di kejuaraan2 itu artinya lebih realistis

    • betul balap motogp ataupun f1 adalah prototype jadi sangat kecil diaplikasikan ke produksi masal. namun regulasi acakadut…ecu diseragamin,ban juga. katanya biar kurangin budget tapi dilain pihak inovasi aero dll biayanya membengkak. demi…..

  14. keliatan kalo orang ga ngarti F1 tapi ngomongin F1 wkwkwk

    dibanding motogp, justru F1 yg aplikasinya lebih nyata. silahkan buka browser di hp, ketik ‘hypercar’ ama ‘supercar’ di google. baca semua artikel ama berita ttg mobil2 itu pasti lu bakal nyesel hari ini sotau ttg F1, sedikit gw kasih bocoran, bahkan AMG aja pake mesin F1. teknologi turbo, kers, bahkan singlet F1 jg nyata diterapin dan diturunin di mobil kelas wahid.

    • wah masih ngotot, lanjutin googlingnya bre. kalo pengen maju, misal gatau sesuatu itu cari tau ampe dalem bukan sotoy kemudian ngotot. jgn suka asbun, negara kita udh kebanyakan org begitu. pahami sesuatu dulu baru sesumbar, bukan sesumbar dulu baru ngotot.

    • @CHM
      kalo 275unit itu termasuk mass production ga?
      atau mass production itu minimal diproduksi berapa unit?

      kers itu dipake di rata2 mobil listrik, dan sebelum mobil listrik klo ga salah udah dipake juga. salah 1 bukti nyata teknologi F1 dipakai di mobil produksi masal

    • kalo mau googling dan nurunin ego dikit pasti bakal nemu aja sih teknologi F1 di mobil massal. Lebih dari yg gua dan @martin sebut, bahkan ga cuma mobil flagship apalagi mobil khusus sultan kaya AMG one, LCGC sekalipun dapet turunan Teknologi hasil riset di F1. tinggal ketik aja ‘F1 technologies in road cars’ di google, cukup klik 3 artikel teratas, kalo ga ngerti bahasanya King Charles tinggal klik ‘terjemahkan’, udah. teknologi hengpon skrg bikin orang smart kalo bisa manfaatin, tapi kalo kaga ya pada akhirnya jadi alat buat umbar ego dan kebodohan doang. heran googling aja mesti diajarin wkwkwkwk

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.