TMCBLOG.com – Tidak berkibarnya Red Flag ketika Jorge Navarro Mengalami Crash Di race Moto2 Phillip Island memang menjadi Pembicaraan serius Pasca Grand prix Australia 2022. Umumnya Semua orang menunjuk Mike Webb yang memiliki Jabatan sebagai race Director sebagai Orang yang bertanggung jawab untuk menjelaskan kenapa race Director tidak memerintahkan Pengibaran Red-Flag saat itu.

Jorge Navarro, setelah jatuh, mendapati dirinya berada di sisi lintasan dengan jarak hanya 1 meter. Ia dalam keadaan sadar, menjerit kesakitan dengan kondisi patah kaki di dua tempat. Saat itu Race Director hanya mengibarkan benera Kuning dan terlihat bahwa pembalap lain melanjutkan balapan mereka meskipun fakta bahwa rekan mereka dan para Marshall yang membantu tidak dapat meninggalkan posisi mereka yang berbahaya karena posisinya dekat sekali di sisi Samping Trek.

Balapan Terus berjalan dan pembalap Spanyol itu dievakuasi. Terlepas dari gambar yang mencolok, Saat itu manajemen balapan membenarkan keputusannya untuk tidak menaikkan bendera merah. Mike Webb Sempat menjelaskan Via Speedweek ” Saya mengizinkan Navarro diselamatkan di bawah bendera kuning. Tim medis telah memberi tahu saya bahwa mereka membawanya pergi. Tidak semua kecelakaan memerlukan bendera merah. ( Waaupun) Intinya adalah ya, dalam insiden ini bendera merah akan lebih baik.”

Dan ini secara intant menghadirkan banyak ketidak setujuan. Di Malaysia pean lalu, beberapa hari kemudian, bos Dorna Carmelo Ezpeleta mengambil alih kasus ini untuk mengakui bahwa ada keputusan yang tidak benar diambil oleh direktur balapannya, Mike Webb.

“Para pembalap benar, balapan seharusnya dihentikan dengan bendera merah. Prosedur ini ( Evakuasi seperti kasus Navarro) biasanya berlangsung dari satu lap hingga satu setengah lap. Karena dia ( Navarro) berada di bagian dalam tikungan, di mana jarang terjadi jatuh, hanya ada sedikit Mrshall yang tersedia. Jadi evakuasi berlangsung lebih dari dua lap dimana ini tidak dapat diterima, kita semua tahu itu” Kata Carmelo Ezpeleta

“Marc Marquez datang ke pertemuan Komisi Safety dan bertanya tentang kejadian itu. Saya menggambarkan insiden itu kepadanya saat Mike Webb mempresentasikannya. Saya akui dia seharusnya menunjukkan bendera merah.” – Taufik of BuitenZorg

32 COMMENTS

  1. nunggu Marc dulu yg maju mempertanyakan,,
    btw, ga mungkin dong cuman sekedar mengakui kalo itu salah, kompensasinya apa nih ??

  2. Udah sering banget dikritisi ini race director dan FIM tapi gak ada perubahan signifikan…
    Mulai memperkenalkan VSC (virtual safety car) kek atau apalah yang membuat semua pembalap mengurangi kecepatan secara immediately tapi balapan masih bisa berlangsung dengan aman tentunya

  3. “Marc Marquez datang ke pertemuan Komisi Safety dan bertanya tentang kejadian itu….

    Kalimat yang menggambarkan sejatinya seorang MM…

  4. kalo kata temen ogut, Dorna dan jajarannya itu kaga faham soal safety!
    mereka cuma tahu bisnis, cuan cuan cuan… semuanya di jadikan cuan

    hanya saja mereka membungkus dirinya seakan-akan si paling paham safety

    mereka bereaksi ketika sudah terjadi crash, meninggoy,dll. .

    padahal unsur-unsur safety dasar adalah mencegah terjadinya hal berbahaya

    belum lagi standart janda yang ditetapkan Dorna dan jajarannya, sungguh menjijikkan.. …

    namun balik lagi, ogut suka nonton balapan dari mereka, jadi yaaa nonton aja.

    semoga kedepannya lebih baik soal safety

      • cuk morbidelli melambat d area racing lain ketika pmblap lain sedang melakukan hot lap, masih untung gak ketabrak itu pmblap

        • Betul itu kesalahan fatal masih inget pembalap Indonesia yang Juara langsung selebrasi deket tribun di Sirkuit Sentul akhirnya ketabrak pembalap Thailand dan sampe diamputasi kakinya. melambat di Racing Line saat pembalap lain sedang hot lap adalah pelanggaran fatal jd 2 LLP itu sudah ringan.

    • main rahasia-rahasiaan, hha..
      tanggung balapan 1x lagi, kalo di banned skr, bisa² Dulcatin ga juara.
      gw curiga itu sedikit ke elektronik auto, jadi bukan semi mekanis apalagi full.
      mgkin bakal rame ini nantinya kalo ketauan ada berbau ke”nganu”an..

  5. Marq Marquez akhirnya tiba saatnya menjadi Pembalap Tetua (Sesepuh) di Motogp setelah VR46 pensiun. roda berputar Marq kini telah menjadi Senior dan harus memberi teladan kpd yg muda-muda. klo msh bertaji ya disyukuri klo sdh tdk krn faktor usia ya itu siklus kehidupan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.