TMCBLOG.com – Musim MotoGP 2021 yang lalu kita ketahui bahwa semua Pembalap Factory Menggunakan mesin 2021 yang pada dasarnya secara Regulasi-pandemi merupakan Mesin spek 2020. Dan pekan ini Via Motorsport spanyol , hadir pernyataan yang cukup mengejutkan dari Manager di Yamaha Motor racing Lin Jarvis bahwa pada dasarnya Mesin empat silinder segaris Yamaha YZR-M1 2022 yang dipakai Sepanjang Musim Oleh Fabio Quartararo pada dasarnya Indentik dengan Mesin M1 Musim 2021 !  . . Derrr

” Tahun ini dia ( Quartararo)  membalap dengan tenaga ( mesin) yang sama seperti tahun 2021. Itupun dia tidak menyukainya.” Begitu Lin Jarvis membuka Pernyataannya. Logikanya Karena Mesin 2021 itu secara Regulasi pendemi adalah mesin 2020 maka Mesin Yamaha M1 2022 yang dipakai Oleh fabio Quartararo saat ini pada dasarnya Identik dengan Mesin 2020 . . Ya tweak sana sini pasti ada terutama di Sektor elektronik dan Tentunya Sasis , Aerodinamika, swingarm, suspensi bisa diperbarui . . namun Basis Mesinnya . . Sama !

Lalu yang ditanyakan adalah kenapa Yamaha sampai bisa tidak mengahdirkan Mesin baru 2022 di Musim ini, Lin Jarvis menjelaskan “Kami memiliki masalah keandalan dengan mesin yang ingin kami kendarai pada 2022. Kami [sebenarnya telah] mengembangkan mesin ini selama tahun 2021.

“Itulah mengapa kami tidak bisa melakukan homologasi mesin ini. Tidak ada gunanya menggunakan mesin yang lebih bertenaga jika tidak dapat diandalkan. Masalah pertama adalah memberi tahu Fabio, yang baru saja menjadi juara dunia. Fabio bisa saja jauh lebih keras pada kami daripada yang dia lakukan. Kami sangat berterima kasih padanya untuk itu.”

“Ada kalanya Anda harus mengubah sesuatu dari bawah ke atas untuk menjadi lebih kuat. Itulah mengapa kami menandatangani kerjasama dengan Grup Marmorini pada Januari sehingga kami bisa menghilangkan kelemahan terbesar kami pada motor.”

Menurut test Rider Yamaha, Cal Crutchlow mesin baru Yamaha M1 untuk 2023 lebih bertenaga dan lebih cepat di Straight. Cal telah mengujinya di Jerez akhir pekan lalu pada hari Jumat dan Sabtu untuk mempersiapkan motor baru untuk tes Valencia hari Selasa pekan depan. – Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

48 COMMENTS

  1. loh bukannya dr dulu awal musim udah dikonfirmasi sendiri ama Fabio ya wak ?? kalo motornya sebenarnya sama aja dgn yg 2021 yg juga berbasis motor 2020 (mesinnya)

  2. sama kaya MT25 ku yang tak pakai wira wiri, mesin masih versi 2015, temenku pake ninja 250fi masih pake mesin versi 2013, wkwkwkw canda

  3. jadi dengan mesin 2020 saja masih cukup bisa bersaing dengan pabrikan lain yang sudah pake mesin 2022?
    ini emang Fabio yg bagus kah? mesin Yamahmud yg ok? atau pabrikan lain yg hanya sedikit kemajuannya?

    • Fabio yang bagus, Marc aja sampai bilang kalau Fabio dengan skill nya, sementara Bagnaia dengan mesin motornya.. artinya? ya motor Ducati di musim ini jadi paling sempurna, tinggal ridernya aja mampu apa enggak. Sementara kalau Fabio, dengan kekurangan M1 bisa tertutupi, sama aja dengan MM, dengan segala kekurangan dan kebusukan RCV di musim ini, ketutup sama skillnya MM.

      So, buat gw even Bagnaia keluar sebagai juara dunia, BIG RESPECT buat Fabio yang menurut gw jadi rider terbaik di musim 2022 ini.

    • nah dari tadi menunggu koment seperti ini?
      dengna kata kata “jadi dengan mesin 2020 bisa bersaing dengan mesin 2022.. cuman ga ada tambahannya.. ” dengan mesin 2020 aja bisa juara apalagi mesin 2022″.. hehehe

  4. lebih baik jadi runner up gak usah ngajar jurdun yamaha stuck itu itu aja jadi untuk tahun sekarang runer up aja dulu

  5. memang FQ skill nya gak maen2, terbukti bukan cuma juara dunia dengan faktor luck seperti Joan Mir, Nicky Hayden, Kenny Roberts Jr, Alex Criville, yang lgs tenggelam di tahun berikutnya

  6. Yamaha takut perfoma mesin pada paruh dua musim berjalan ngedrop yang bisa bikin ridernya strugle.berarti mesin tetap baru,tapi copy 2020.knapa tidak copy versi 2019 aja yang bisa di pakai semua rider?terutama sasis.jadi gak ada solo rider kayak sekarang ini.top speed lebih parah tapi lebih allrounder kayak ducati.semua rider bisa perform.versi 2020 gigi 1,2,3 kata crutchlow lebih agresif harus di kendarai dengan cara berbeda.btw morbi sepertinya mulai klik

    • darryn binder aja masih kurang bertaji pake itu,padahal mesin 2019 itu terkenal mesin yg rookie friendly bahkan bisa mengantarkan Morbidelli runner-up,kan berarti udah gak relevan mesinnya untuk bersaing di 2022 (baca:kalah kompetitif)

      meskipun gak relevan juga kesimpulan diambil dari 1 orang saja,dan masoh pemula pula wkwkwk

      • lah Darryn Binder kan jg pake mesin 2020. udh jelas dia pake motor umur setaun artinya pake motor 2021, di artikel jg gamblang disebut 2021 ama 2022 Yamaha ga ganti mesin aka pake mesin 2020,,, gimana sih.

  7. Cukup menjelaskan juga kenapa Morbidelli afk mulu. Emg dari awal engga klop dengan M1 versi ini kyknya. Padahal di awal musim 2021 ketika masih pake motor lama masih bisa podium.

    • mau gua jelasin agak panjang kalo Morbidelli lebih krn faktor cidera yg bikin dia tumpul skrg, tapi liat nicknya gua takut ybs baper dan malah afk dari diskusi tapi belaga paling mateng sekaskus. wkwkwkwk canda afk

  8. ducati sekarang motor paling kompetitip saat ini katanya, peco menang karena motor katanya, dahulu kala tahun 2007,2008 juga sama ada istilah seperti itu pakde,, nanti yg katanya punya sekil tinggi kayak idola anda itu, naik ducati terseok2 baru ngomongin skill.

    • estuju sekalee

      selain pecco,Bastianini katanya bisa juar seri berkali2, Miller katanya bisa juara seri,rocky bezzechi katanya bisa popokdium,semua pembalap Ducati selain marini bisa pole position juga loh katanya.
      dan yang paling membagongkan katanya Ducati akan segera sapu bersih semua gelar di MotoGP tahun ini
      membuktikan Ducati adalah motor terkompetiif tahun ini hanyalah isapan jempol semata

      sedangkan pada tahun 2007 padahal motornya paling kompetitif tapi cuma sotoner yg kompetitif karena pembalap Ducati yg lain cuma niat sunmorian itu adalah fakta yang tak terbantahkan

      • Yow i pakde tanpa mengesampingkan teammate cs 27 capirek 65 juara seri japan. Jika base mesin 2020 maka q20 bisa setara besty23

  9. masih bisa sampai sekarang aja Taro sudah ngeri. ibaratnya uda ngeluarin 110% dr kemampuannya untuk menutupi kelemahan M1. jadi kalau tahun ini g juara dunia ya, mau gmana lagi

  10. nah ini ditambah dengan masalah realibilitas mesin 2022, apakah yamaha masih terlalu bergantung dengan mesin ilegal waktu ini dan kesusahan membuat mesin yg benar benar baru

  11. Lahhh…kan sdh berapa kali saya komen di sini di seri2 awal kalau mesin 2022 adalah mesin 2020/2021 karena protype mesin 2022 tdk siap dipakai balapan.
    Saat itu saya komen kalau mesin 2022 yg sekalian menjadi mesin 2023 akan turun pertama kali di tes tengah musim 2022.
    Dan terbukti di tes oleh Quartararo di Misano.
    Ada komen yg dihapus & ada jg yg lolos bebeapa lama sebelum dihapus lagi.
    Mungkin dikiranya hoax belaka

  12. head to head umur motor sih fabio vs enea. poin dan jumlah menangnya kurleb mirip2 juga.. cuman enea kurang konsisten sedikit

  13. Di blog sebelah ada komen menarik dari Crutchlow.
    Menurutnya, MotoGP saat ini berevolusi sangat luar hiasa.
    Semua pembalap sangat cepat.
    Menurutnya, catatan waktu Daryn Binder bisa finish podium jika ikut balapan 3 tahun lalu.

    Komentarnya ini meninggalkan pertanyaan lanjutan, apakah mmg Ducati sebagus itu ataukah pembalapnya yg mmg bagus semua?
    Jangan lupa kalau pembalap Ducati saat ini mayoritas mantan juara dan runner up Moto2.
    Miller, walaupun tidak melewati Moto2, dia adalah salah satu rising star Moto3 di jamannya.

    • karena memang peningkatan mesin semua team bahkan ducati dgn segala upaya aero sampe Mass damper disaladbox dipake. gmana gak kencang semua mtr ducati dan stabil ditikungan. nah salad box ini blm ada yg nyentil. mgkn hbs valencia kali ya…hehe. hemat kok nambah 21k dollar. sklaian ecu dibebasin.

  14. wah wah…panntes fabio sampe overlimit terus pakenya. brarti 2023 ini bakal joss mesinnya ya..namun apakah lawan tak meningkat…ini masih perlu diliat saat tes resmi nanti.

  15. quartararo runner up itu udah wajar gak ada yang perlu didewa2kan. kalau pecco dan enea gak ngelawak mulu, itu si taro gak bakal lama lama dipucuk klasemen.

  16. menurunnya hasil Fabio di seri2 akhir begini walaupun lebih krn motornya tapi hasil hitam diatas putihnya nyata. semoga saja ga berefek pada mentalnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.