TMCBLOG.com – Musim SBK 2022 telah usai dan itu adalaah tahun pertama Buat Scott Redding Membalap dengan BMW M1000RR. Terlpas dari Garangnya Potensi yang digembar gemborkan Oleh Pabrikan asal jerman tersebut dari varian M dari Superbike BMW, Performa Redding Bisa dibilang ‘ Biasa biasa saja ‘ Sepanjang Musim 2022. Redding pun Punya Penjelasan mengenai apa yang membuatnya tidak begitu berkembang di 2022.

Mengenai Alasan teknis Motor, Redding meyebutkan Grip yang lebih besar di tepi ban saat kami melibas tikungan panjang, menurut saya itu adalah titik lemah kami musim ini.”  Grip yang sangat Bagus di sisi tepi Wall ban sebenarnya Bisa berarti Positif atau negatif Bergantung pada Gaya Balap pembalap. Buat Pembalap yang memiliki gaya menikung yang ’rounded’ tentu Grip tepi Ban adalah sesuatu yang membantu mereka. Sementara Jika Seseirang yang memiliki Kaya Menikung ” V-Style ” Maka grip di Tepi ban yang terlalu tinggi Bisa jadi Bumerang.

Redding Berasal dari Ducati yang Bermesin V-4 dan secara natural, Motornya membutuhkan gaya Menikung V-style saat berhadapan dengan tikungan. Gaya balap V-Style biasannya Butuh untuk menggeser karet ban ( slide)  saat menikung untuk merubah arah motor. Nah Jika Grip Karet ban di tepi terlalu Besar, Maka Slide pun sulit dilakukan dan pembalap Sulit untuk mengaplikasikan gaya berbelok ini.

Selain memberikan penilaian terhadap Musim pertamanya dengan BMW di WSBK, Scott redding Juga memberikan Penilaian kepada ketiga Pembalap tercepat WSBK 2022 Bautista, Toprak dan Rea. Bautista menurut Redding adlaah Pembalap yang paling bersih dalam menyalip.

Sementara Toprak Razgatlioglu membuat Iri Redding dengan Kemampuannya dalam Pengereman. “mengerem seperti Toprak, itu adalah kemampuan yang ingin saya miliki. Hampir semua pembalap di Superbike bagus, tapi tidak ada yang bisa melakukan apa yang dilakukan Toprak.” . Terahir mengenai Rea, Redding sangat Kaget melihat bagaimana Jonathan Rea di Musim 2022 tidak bisa menang sesering dulu meskipun akhir pekan Rea di 2022 tetap sangat kuat.

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

15 COMMENTS

  1. jadi inget sama Rossi, berasal dari mesin V4 2-tak (NSR) & V5 4-tak (RCV), lalu 7 musim bisa handle mesin I4 (M1), begitu balik ke mesin V lagi (Desmo) udah susah, akhirnya balik pakai I4 lagi (M1) selama 9 musim. Atau Kenny Robert Jr dari Square Four 2-tak (RGV) begitu ke V4 4-tak (GSV-R) kesulitan, atau yang terdekat macam Bautista biasa naik mesin V (GSV-R, RCV, Panigale), begitu ganti I4 (CBR) kesulitan, akhirnya balik pakai V4 lagi (Panigale). Tiap pembalap punya style masing-masing. Ganti pabrikan itu antara adaptasi di motor atau ubah settingan motor.

    • Wah sejak kapan ya rgv kenny roberts square four,,yg square four itu rg500 bukan rgv500,,v itu tanda dia mesin konfigurasi v,,,kenapa roberts jr kesulitan saat 4tak,karena motornya gak bisa bersaing dengan yamaha dan honda,istilah kata lawan pake tzm dan nsr sp sedang suzuki cuma rgr jadul ya mau jago gmn jg yg bawa ya gak ngejar(kelihatan jelas akselerasi dan top speed gsvr kalah jauh saat itu plus awal2 sasis 2tak eks rgv ditaro mesin gsv pula)

    • gak mengada ada kok, coba tanya marquez yang terbang di jerez sampai harus cidera berkepanjangan gara gara konstruksi ban belakang baru

    • Salah besar kalo lu bilang kalah skill. Redding di ducati gacor. Runner up musim 2021.
      Kontrak gak diperpanjang karena alasan cukup lucu, kata pihak ducati, badan redding terlalu gede.

  2. make sense sih Redding said that, tp yg agak g make sense kok thumbnail artikelny kaya image low res wak, kaga muncul.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.