TMCBLOG.com – Repsol Honda Team, kalau dilihat secara detail kecil kecil, banyak juga yang berubah dan berevolusi menjelang musim kompetisi 2023. Mulai dari line-up pembalap, line-up jajaran manajerial, baju paddock hingga akhirnya kerja sama teknis dengan pembuat knalpot pun akan berganti dari pabrikan knalpot asal Italia yakni SC-Project ke pabrikan asal Slovenia Akrapovic.

Informasi ini TMCBlog peroleh dari Decalspotter yang mengatakan bahwa kerjasama 5 tahun antara Repsol Honda dengan SC-project yang berakhir di musim 2022 tidak dilanjutkan. Pantas, kita tidak lagi melihat logo SC-Project di list sponsor 2023 dari RHT.

Repsol Honda Team akan menggunakan brand yang sama dengan yang dipakai beberapa pabrikan MotoGP lain seperti Ducati, KTM dan Yamaha dalam hal kerjasama teknis soal desain dari peranti penyalur gas buang mesin ini – Akrapovic. Mulai musim 2023 nanti. Alasan yang sementara ini diperoleh adalah dikarenakan pihak SC-Project -nya sendiri yang ingin lebih fokus melakukan development produk ke satu brand tertentu yakni Aprilia dengan team pabrikannya dan juga RNF Racing.


Menarik mencoba mengunyah-ngunyah sinyalemen info dari Decalspotter yang seakan bahwa keputusan berpisahnya RHT dengan SC-project lebih ke keputusan dari brand knalpotnya. Jika itu benar adanya, disinyalir SC-Project ini sepertinya sudah merasa enough is enough (sudah cukup) dengan jalinan kerjasama 5 tahun bersama Repsol Honda Team.

Jika sobat lihat paling gampang di musim 2022 misalnya, silahkan bandingkan antara detail knalpot RC213V Repsol Honda yang ditempeli stiker SC-Project dibandingkan dengan RC213V milik LCR Honda yang sebenarnya memiliki detail desain knalpot yang benar-benar identik.

Namun secara detail keduanya memiliki stiker yang berbeda yakni SC Project dan Arrow. Dari sana saja sudah mengundang pertanyaan. Apakah benar itu knalpot dibuat oleh SC-Project atau dibuat oleh Arrow langsung? Atau kerjasama ini hanya diejawantahkan dengan ‘penampakan stiker’ saja? Ya, memang selama ini pengembangan knalpot motor Honda semenjak RC211V 990cc, RC212V 800cc hingga RC213V 1000cc dibuat oleh HRC secara in-house dengan beragam brand manufaktur knalpot sebagai sponsor untuk kepentingan branding. Sebut saja eranya knalpot Polini, Termignoni hingga SC-Project di 2022 kemarin.

Disinyalir, mungkin SC-Project menginginkan sebuah pola kerjasama yang lebih beraura teknis seperti yang mereka lakukan dengan Aprilia selama ini, di mana SC-Project terlibat langsung dalam hal pengembangan mesin lebih jauh. Mungkin SC-Project mengarahkan lebih fokus semua pos budget ke sana dan mencoba mengarahkan proyek dan development ke arah yang lebih luas lagi. Seperti kita ketahui sendiri saat ini, Aprilia dan SC-Project pun terus mengarahkan juga ke supply stock beragam knalpot sepeda motor produksi massal.

  • Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

22 COMMENTS

  1. sedikit tercerahkan tapi cuma di kubu hrc.
    bagaimana sistem develop knalpot.
    karena sisi ini hampir sering berubah, kadang menyesuaikan dimensi fairing, dan part lain.
    dari dulu masih bertanya-tanya apakah manufaktur kasih drawing terus vendor ngasih barang, atau gimana?

  2. Sepertinya ini cuma tempel stiker jadi tdk ada keuntungan secara teknis ke SC-Project. yang dapat di pakai untuk knalpot yg di jual untuk produksi masal/umum
    Oya dulu sepertinya ada team motogp yg pakai knalpot SAKURA ya wak..
    tech 3 yamaha kah?

  3. jadi akrapovic juga cuma tempel stiker mungkin

    bedanya sekarang bayar ke honda, kalo dulu kan protes karena gak minta izin stikernya ditempel 🤭

  4. knalpot CBR rrr nya jg orderan dr Honda,terlanjur basah Yaudah nyemplung sekalian sponsori motor MotoGPnya

    jadi duitnya muter aja 😂😂

    • mungkin SC project marahnya jg karena itu”,lu ane sponsorin kok order knalpot buat dagangan lu di tokoh sebelah,haiya!”

  5. Bisa jadi setelah ini beneran make knalpot Akra tuh, ngikutin arm yg pasrahin risetnya ke Kalex.
    Kalo beneran seperti ini maka semakin nyata strategi Honda corp mengurangi alokasi sumber daya mereka ke balap ICE. Satu lagi domino jatuh ….

    • spirit perusahaan masa kini..outsourcing.ngga perlu mikirin uang pensiun dan gaji ..hahaha,,makanya pas pake ECU Inhouse,,Jepangan pada adem ayem aja ya…ngga kebayang devsi software balap mereka di pusat bakal banyak yg di PHK…
      kayanya liat adem ayemnya Jepangan diobok2..kayanya ngga lama lagi pada ngikut Suzuki niiih

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.