TMCBLOG.com – Seperti kita ketahui bersama sebelum test pra-musim 2023 di Valencia, Cal Crutchlow telah melakukan semacam ‘inreyen’ atau inrijden Yamaha YZR M1 sebelum motor ini dipakai oleh Quartararo dan Morbidelli. Cal mengungkapkan hal yang sangat positif dari M1 2023 dengan analogi yang menurutnya M1 baru seperti roket. Hal ini disampaikan oleh Cal karena memang Yamaha berhasil membangunkan top-end power dari mesin CP4 Yamaha M1 sehingga top speed-nya meningkat. Namun di Valencia test Quartararo dan Morbidelli tidak merasakan penambahan power ini. Nah pada kesempatan media interview, TMCBlog mencoba menanyakan hal ini langsung kepada General Manager Motorsport Development Division Yamaha Motor sekaligus Presiden Yamaha Motor Racing, Takahiro Sumi.

Ask : When tested by Cal, it was confirmed that there was additional power in the New M1, but when tested by Fabio in Valencia the power was not present. Has the cause been found for this problem and can it be confirmed that in the Sepang test later the required power will be present?”

“Saat dites Cal, dipastikan ada tambahan tenaga di New M1, tapi saat dites Fabio di Valencia tenaganya tidak ada. Apakah sudah ditemukan penyebab masalah ini dan apakah bisa dipastikan pada tes Sepang nanti tenaga yang dibutuhkan sudah ada?”

Sumi-san : “Thank you for the question, about testing team activity with Cal (Crutchlow), its a very big boost for the thing our developing. And last year We have a lot of opportunity to test in Europe with Cal. And (what) have something positive. And We expect for the preparation of Valencia test last year end.”

“But unfortunatelly that the result is something different than we expected. After that we analize alot about the reason. So now everything is clear and we have more prepare for The Sepang (Test). And it (was) make their (Quartararo and Morbidelli) life more disapointment after The Valencia (Test). But it something better before the Sepang (Test). So now We understand more and more prepared for The Sepang (test).”

“Terima kasih atas pertanyaannya, tentang kegiatan tim test dengan Cal (Crutchlow) sangat memberikan boost yang besar untuk pengembangan motor Kami. Dan tahun lalu kami memiliki banyak kesempatan untuk melakukan pengujian di Eropa dan hasilnya adalah sesuatu yang positif. Kami berharap juga (positif) saat di test Valencia.”

“Namun sayang hasilnya agak berbeda dari apa yang kami harapkan. Setelah itu kami mencoba menganalisa apa alasannya (penyebabnya). Itu sempat membuat mereka (Quartararo dan Morbidelli) merasa kecewa setelah test Valencia. Jadi saat ini kami lebih mengerti dan lebih memiliki persiapan untuk Sepang (test).”

Taufik of BuitenZorg | @tmcblog

44 COMMENTS

  1. Tambah power berarti harus tambah durabilitas. Test kucluk nampaknya sudah overclock mesin m1. Lalu test valencia balik stelan pabrik. Yg masih di cari gimana caranya overclock tapi miliki durabilitas yg baik. Tinggal lihat sepang nanti apa bener udah clear atau hanya coba menenangkan fabio ama morbi aja.

  2. mesin M1 ini cocoknya di downgrade, terus di copy sebanyak 500 keping kemudian dijual massal buat next R1. selanjutnya utk motobiji, Yamaha bikin mesin M1 baru aja pake konvigurasi V4 maka problem kurang power ama kurang topspeed alias performa memble auto teratasi, problem selanjutnya ya stabilitas ama power delivery krn Yamaha terakhir bikin motor V4 spek gp udh 20 taon lalu. semua pabrikan selaen Yamaha udah sampe sono, Yamaha baru mulai nyemplung. jadi satu2nya pemakai inline di era skrg ya udh kodratnya punya power paling memble, dan skrg kelebihan inline4 udh ga relevan lg krn Aprilia ama Ducati jg udh bisa ngakalin handling motor mereka dgn aero. Aprilia ama Ducati bisa lincah seolah inline tapi dilurusan tetep ngacir ala v4. kecuali singlet wajib dilepas, maka ga ada lg motor yg lincah secara semu aka lincah bukan krn rangka ajib tapi ketolong sayap itu.

    • Gak usah di downgrade. produksi massal aja sesuai kuota homologasi WSBK.. trus turunin deh di WSBK… auto di asepin itu Peningpale Bautista

      • pikiran jepang simple:” saya gak jualan motor massal pake sayap..”
        toh, aslinya di jalanan, motor yurop ora ene powere kok.. mung gaya tok!..
        hahahaaa…

        • mangkanye gw bilang di downgrade. ssg M1 ama pneumatic wajib dilucutin. karena, okelah anggap harganya bisa nutup, tapi 2-3 taon kemudian yg untung bukan cuma Yamaha krn Kawasaki ama BMW yg ga capek2 riset motogp bisa nyontek gimana cara masang klep pneumatic ama ssg di motor mereka. fyi Kawasaki zxrr masih pake girboks standar krn jaman 800 belon ada ssg, BMW pernah bikin prototipe 3 silinder tapi gagal krn terlalu pelan. diluar itu, teknologi M1 jg byk yg bisa dijadiin R1, mulai dari material crank, setang piston, bahkan blok silinder, belon lg desainnya yg asli bener2 kompak lebih kecil dari mesin R6 sekalipun. soal ukuran mesin, kasar kata R1 skrg spek dasarnya ga dirubah tapi material pake material prototipe dan di kecilin ukuran keseluruhan, udh amat ngebantu penambahan performa mesin dan sasis itu sendiri. apalagi kalo bener2 hasil downgrade dari M1, bisa2 ada revisi aturan biar itu motor gabisa ikut wsbk ato biar dikasih limiter rpm cuma 12500 rpm wkwkwkwk

          intinya sih, kayanya inline 4 buat motogp udh diujung jaman, mau gamau semua harus pake V4. kecuali betah punya mesin memble.

    • @Si Akang

      bisa juga mesin M1 downgrade-nya itu dipasang di next MT-10. Trus teknologinya diturunkan ke MT-MT di bawahnya.

    • rada ragu kalau mereka pindah ke v4, pasalnya mereka udah terlalu membanggakan “crossplane” mereka buat jargon jualan mereka

    • solusi
      ketika diumumkan part aero wajib copot. mengerucut ke inhouse ecu dan software ga nih?
      katanya balapan protozoa .. iykwim

    • ini mungkin maksud akang ngasi solusi next R1 adalah versi downgrade M1 agar wsbk sekarang lebih seimbang

      biar sembalap yg ono gak koar² ttg skill
      dan bebera tahun kedepan setelah pabrikan lain (kawak & bmw) bisa copy teknologi R1 jadi jadian ini, balapan wsbk bisa lebih adil karena basic semua motor hampir mendekati sama

      kalo sekarang mungkin masih agak abu² karena motor asli produk massal d adu ama motor semi prototipe

  3. semoga M1 bisa bersaing.. lulusan M1 jarang oke pindah ke V4 engine, dovi butuh lama, jorge lmyn, rossi ampas, cal podowae..

    kasihan fabio..

  4. Kalo skrng apapun merknya penting asia (jepang) 1 dah mulai perform, tinggal atunya lagi ini yg orange2 semoga bisa perform juga

  5. grand filano sudah mulai distribusi ke dealer. Gercep juga nih YIMM. barusan lihat truk ngangkut grand filano keluar dari pabrik nya di karawang

  6. saya kira yamaha sengaja mau ngeprank ducati biar gak ada ubahan mesin lagi mereka. Saat tes misano fabio dalam fase mikir tanda tangan kontrak…eh bahkan CC blg performa yamaha dah ajib. terlihat saat tes mampu menandingi topspeed duc. Nah setelah fabio tanda tangan kontrak saat tes valencia yamaha kliatan balik ke performa normal. Banyak mensinyalir saat itu yamaha hanya tes aero dan elektronik dgn mesin lama. Nah perlu kita tunggu tes sepang dimana mesin sebelum dikunci. hanya perkiraan seh ya. cmiiw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.