TMCBLOG.com- Musim 2023 ini Yamaha Thailand memasuki Kejuaraan Dunia Supersport  (WSS) dengan upaya yang cukup besar dan memang terlihat cukup all out saat bermitra dengan Ten Kate Racing. Gambaran all-out-nya mereka terlihat di mana Yamaha Thailand tidak hanya sekedar ‘menitipkan’ Apiwath Wongthananon dan Anupab Sarmoon di list pembalap Yamaha Thailand Racing Team . . Tapi juga ada hal lain sob!

Yes dengan membuat satu tim sendiri, walaupun ternyata diketahui bahwa team tersebut memiliki core bantuan dari Ten Kate Racing, Yamaha Thailand bisa menentukan policy strategi line-up di dalam team termasuk line-up para mekanik dan kru tim. Tim ini akan memiliki setengah kru asal Thailand yang tentunya akan sangat berguna bagi Thailand bukan hanya di 2023 namun juga di masa depan karena para kru tim asli Thailand yang diajari dan praktek langsung oleh Ten Kate jelas merupakan aset pengembangan SDM terbaik ke depannya di bidang balap motor negara Gajah Putih tersebut.

“Kami telah membantu tim di kejuaraan Thailand selama beberapa tahun,” ujar Manajer Ten Kate – Kervin Bos. “Kami menyediakan mereka dengan mesin dan juga ada untuk membantu dengan cara lain. Di dalam tim, 50% mekaniknya adalah orang Thailand, begitu pula setengah dari tim elektroniknya. Ini bukan hanya tentang sekadar membawa pembalap Thailand ke kejuaraan dunia.”

“Di Ten Kate, kami bangga menjadi bagian dari itu. Kami membawa tim di bawah sayap kami dan mengajari mereka segalanya dari A hingga Z. Kami menyediakan setengah dari staf, memberi mereka data kami dan membantu koordinasi.”

Beberapa orang mekanik Yamaha Thailand sudah bersekolah di Ten Kate di Nieuwleusen, dan kru tim akan bekerja sama di trek balap untuk pertama kalinya selama test pada hari Senin dan Selasa ini di Phillip Island.

“Setelah dua acara pertama, seluruh tim datang ke Belanda, lalu kami akan mengajari mereka dasar-dasarnya selama dua minggu. Pembalap mereka memiliki peralatan yang sama dengan Manzi dan Navarr, Itu nilai tambah bagi kami. Promotor Dorna telah menurunkan berat yang diizinkan untuk peti kargo untuk balapan di luar negeri, kami tidak dapat lagi membawa banyak barang. Sekarang kami memiliki kemewahan untuk dapat berbagi suku cadang. Kami bahkan bisa bertukar mesin satu sama lain.” – @tmcblog

21 COMMENTS

  1. Lapor, chrome android 12 verifynya kadang muncul kadang tidak.. kalopun muncul kadang muter2 saja. Ini refresh ke 30kali buat komen laporan

    • YRI udah duluan ngirim Galang Hendra Pratama bersama join Tenkate masbro.. Bahkan gara-gara hal demikian Tenkate juara dunia Worldsupersport!! Dengan Aegerter
      Tolong catat nama Aegerter…

  2. Salut sih, di olah raga thailand itu selalu di depan Indonesia, kalo pun ada yang ketinggalan, ngejarnya pasti dan nunggu waktu saja buat nyalip.. sekarang lihat bulutangkis, thailand sudah imbang

  3. ahrt yg punya kuasa lebih dgn me”one heart”kan HRC harusnya bisa menyekolahkan banyak mekaniknya ke HRC langsung,kalo terwujud bisa lebih advance loh dibanding Yamaha Thai yg cuma ke bengkel tenkate (bukannya mengkerdilkan tenkate ya)

  4. Buset gak cuma disepakbola, ternyata Thailand juga berpikir lebih maju soal dunia balap,hal mendasar dalam mekanik team aja langkah mereka sudah sejauh itu,hmm bagaimana dengan team Indonesia?

  5. Jangan sampai ada yg tanya gimana dgnY-teamnya Konoha ya …Pasti bakalan emoh ” 🎼dibandingke-bandingke,saing-saingke yo mesti kalah🎼” sama Y-Thai.. Wkwkwkwk 😂😂😂 (jokes only)

  6. Terhitung delay cukup jauh sih, soalnya udah lama juga Aphiwat wongthatanon diberi kesempatan wildcard saat seri Chang Buriram WSS. Kkirain bakal taun depannya main WSS, ehh baru terealisasikan di 2023

    YRI mandeg lebih kepada peran pebalap yang jadi ujung tombak gak tajem, tapi gak tumpul, cuma kurang tajam… Gak respon regenerasi singkat! Dikasih kesempatan emas mentogggg… Padahal device-nya juara punya.

    Yasudahlah

  7. Jadi inget artikel MecTronik kemaren, Tenkate termasuk yang satsetsatset 😌

    Ternyata ada Yamaha Thailand juga dibawah payung Tenkate 😌🏁

  8. Yo beraaat pakdhe tahun ini tidak ada Aegerter, 600cc melawan cc yg lebih besar, misalkan Ducati 900cc an.. walaupun disunat rpm, pembatasan cylinder..whatever you named it, tetap saja di lapangan membuktikan selalu unggul cc besar.

  9. Baca berita beginian bikin miris ya negara Yang lebih kaya (katanya) Indonesia kok tim balap Level WSSP aja gak punya Duit nya Di kemanain sih Boss

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here